Berita Terpopuler: Instruksi Tegas dari Wali Kota Surabaya dan Ancaman Kekeringan di Jawa Timur
Pada hari Sabtu, 4 April 2026, berbagai berita menarik muncul dalam rangkaian Jatim Terpopuler. Beberapa topik utama mencakup instruksi tegas dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, terkait kinerja lurah dan camat, serta peringatan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengenai ancaman kekeringan akibat musim kemarau dan El Nino 2026. Selain itu, terdapat fakta terbaru mengenai kecelakaan tunggal yang melibatkan bus penumpang di Tol Jombang-Mojokerto.
Eri Cahyadi Beri Deadline Sepekan: Lurah dan Camat Surabaya Tak Becus Kerja Siap-Siap Dicopot
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan instruksi tegas kepada seluruh lurah dan camat di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Ia memberikan tenggat waktu selama sepekan untuk mempercepat pelaksanaan sejumlah program prioritas. Target-target yang harus dikerjakan antara lain penerapan parkir non tunai, penataan tempat pembuangan sampah (TPS), penyusunan Kampung Pancasila, penataan pedestrian bebas parkir dan pedagang kaki lima (PKL), hingga penguatan program cek in warga dan satu data.
Instruksi tersebut disampaikan Eri saat sambutan dalam acara pelantikan kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya, Kamis (2/4/2026). Melalui arahannya, ia menegaskan bahwa pedestrian di Surabaya tidak boleh lagi digunakan untuk parkir kendaraan, karena fungsi trotoar harus dikembalikan untuk pejalan kaki.
“Pedestrian tidak ada lagi kendaraan yang di atas sana. Kemudian, tidak ada parkir yang tidak non tunai. Karena harus ada yang jaga, butuh perlindungan. Kampung Pancasila harus sudah jalan,” kata Eri dalam sambutannya.
Ancaman Kekeringan 2026, Gubernur Jatim Khofifah Keluarkan Instruksi Khusus untuk Kepala Daerah
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota di Jawa Timur untuk memperkuat langkah strategis dalam mengantisipasi dampak musim kemarau dan ancaman El Nino 2026 terhadap produksi pertanian. Instruksi tersebut tertuang dalam surat Gubernur Jawa Timur Nomor 500.6.1/10499/110/2026 sebagai tindak lanjut atas Surat Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor B-73/TI. 050/M/03/2026 tanggal 9 Maret 2026 terkait antisipasi dini musim kemarau yang berpotensi menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah.
Gubernur Khofifah mengatakan, langkah antisipatif perlu dilakukan sejak dini guna menjaga keberlanjutan produksi pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional. “Kita akan tingkatkan koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Daerah baik Bupati Walikota se-Jawa Timur agar semuanya bisa mengantisipasi dini musim kemarau tahun ini,” ujarnya saat ditemui di Gedung Grahadi Surabaya, Jumat (3/4/2026).
Fakta Baru Terungkap, Ban Pecah Ternyata Jadi Penyebab Bus Restu Terguling di Tol Jombang-Mojokerto
Kecelakaan tunggal melibatkan bus penumpang terjadi di ruas Tol Jombang-Mojokerto (Jomo) KM 689+500 A, Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Insiden tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Bus Restu bernomor polisi N 7088 UG dilaporkan melaju dari arah barat ke timur sebelum akhirnya mengalami kecelakaan. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan diduga dipicu pecahnya ban belakang kanan bagian luar. Akibat kejadian itu, pengemudi kehilangan kendali. Bus sempat oleng ke kanan, kemudian terperosok ke median jalan hingga terguling dan berhenti melintang dengan posisi menghadap berlawanan arah.
Kanit PJR Jatim III, AKP Sudirman, menjelaskan bahwa dugaan sementara mengarah pada faktor teknis kendaraan. “Diduga ban belakang kanan pecah sehingga kendaraan tidak dapat dikendalikan dan masuk ke median jalan,” ucapnya kepada pada Jumat (3/4/2026).
Dalam peristiwa tersebut, seorang penumpang bernama Esra Sri T (64), warga Madiun, dinyatakan meninggal dunia di lokasi. Selain itu, sedikitnya 11 orang mengalami luka berat dan puluhan lainnya luka ringan. Salah satu korban luka berat adalah kondektur bus, Syamsudin (49), warga Badas, Kediri, yang mengalami patah tangan kiri dan saat ini menjalani perawatan intensif.







