Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah memastikan ketersediaan stok beras dalam menghadapi fenomena El Nino atau musim kemarau panjang yang diperkirakan akan berlangsung selama enam bulan. Menurutnya, El Nino yang terjadi pada 2023 lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “El Nino ini akan berlangsung selama enam bulan. Cadangan kita di Bulog saat ini mencapai 4,3 juta ton,” ujarnya saat berada di kantor Kementerian Koordinator Pangan, Senin, 30 Maret 2026.
Selain stok beras di gudang Bulog, Menteri Amran juga menjelaskan bahwa ada pasokan beras dari berbagai sumber lain. Misalnya, industri hotel dan restoran yang diperkirakan menyediakan sekitar 12,5 juta ton beras. Sementara itu, beras yang masih berada dalam fase standing crop (tanaman yang belum dipanen) saat ini diperkirakan mencapai 11 juta ton.
Ia memperkirakan bahwa stok beras nasional dapat mencukupi kebutuhan selama 10 hingga 11 bulan dengan asumsi konsumsi sebesar 2,5–2,6 juta ton per bulan. “Artinya, sampai tahun depan pada masa panen puncak (yaitu) Maret, beras kita cukup,” katanya.
Amran Sulaiman kemudian membandingkan pengalaman pemerintah dalam menghadapi El Nino antara tahun ini dengan tahun sebelumnya. Ia mencontohkan, pada 2023 dan 2024, pemerintah baru mulai bekerja menghadapi El Nino ketika musimnya tiba. Namun, saat ini, pemerintah telah melakukan persiapan jauh-jauh hari untuk menghadapi fenomena tersebut.
Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain melalui program irigasi yang mencakup sekitar 1 juta hektare lahan pertanian. Selain itu, distribusi pompa air sebanyak 60 ribu hingga 70 ribu unit telah dilakukan ke seluruh Indonesia. “Ibarat dalam suatu tempur, kesiapan kita sudah matang dan aman,” ujarnya.
Pemerintah tidak hanya fokus pada penyediaan stok beras, tetapi juga melakukan berbagai upaya strategis untuk memastikan ketahanan pangan. Dengan adanya persiapan dini, diharapkan dampak El Nino tidak akan terlalu berdampak pada ketersediaan bahan pokok masyarakat.
Beberapa inisiatif yang dilakukan termasuk peningkatan infrastruktur irigasi, pembagian alat-alat pertanian seperti pompa, serta koordinasi lintas sektor untuk memastikan distribusi beras tetap lancar. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
Dengan persiapan yang matang dan cadangan beras yang cukup, pemerintah yakin dapat menghadapi tantangan yang muncul akibat El Nino. Langkah-langkah yang dilakukan tidak hanya bertujuan untuk mengatasi masalah sementara, tetapi juga membangun sistem ketahanan pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa tenang karena ketersediaan beras tetap terjamin meski menghadapi kondisi iklim yang tidak menentu.
Karya Terbaru Danilla Riyadi yang Menggugah Perasaan Penyanyi ternama Danilla Riyadi kembali memperkenalkan karya terbarunya…
Mengurai Mitos dan Fakta: Bolehkah Ibu Hamil Makan Durian? Kehamilan adalah masa penuh kebahagiaan, namun…
Ringkasan Berita Berikut adalah teks misa Paskah yang disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD.…
Borussia Dortmund kini menghadapi berbagai tantangan dalam perencanaan transfer pemain untuk musim depan. Berita dan…
Amerika Serikat Mengirim Kapal Perusak Rudal ke Selat Hormuz Kapal perusak rudal Amerika Serikat (AS)…
Informasi Lowongan Kerja BPJS Ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan, yang dikenal juga dengan nama BPJAMSOSTEK, adalah sebuah…