Gempa Pangandaran 28 Km: Info BMKG

Gempa Guncang Barat Daya Pangandaran, BMKG Laporkan Magnitudo 2,1

Pada Kamis, 02 April 2026, sekira pukul 05:25:48 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya aktivitas gempa bumi yang terasa di wilayah barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Gempa yang terjadi ini tercatat memiliki kekuatan magnitudo 2,1.

Pusat gempa ini berlokasi sekitar 80 kilometer dari barat daya Kabupaten Pangandaran, dengan titik koordinat geografis berada pada 8.08 Lintang Selatan (LS) dan 107.88 Bujur Timur (BT). Kedalaman gempa ini adalah 28 kilometer di bawah permukaan bumi. Informasi mengenai kejadian ini disampaikan secara resmi oleh BMKG melalui akun media sosial mereka.

Bacaan Lainnya

Peran BMKG dalam Pemantauan Bencana

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang memiliki peran krusial di Indonesia. Tugas utamanya meliputi pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang meteorologi, klimatologi, geofisika, hingga pemantauan kualitas udara.

Lebih dari sekadar mencatat gempa, BMKG juga berperan aktif dalam memberikan informasi penting lainnya. Ini termasuk peringatan dini terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi, identifikasi potensi bencana alam, serta penyediaan data iklim yang sangat berharga bagi masyarakat umum, pemerintah, dan berbagai sektor industri. Keberadaan BMKG menjadi garda terdepan dalam mitigasi bencana dan perencanaan yang berbasis data cuaca dan iklim.

Profil Wilayah Terdampak

Kabupaten Pangandaran, yang menjadi wilayah terdampak gempa terkini, adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Wilayah ini dikenal dengan garis pantainya yang indah dan menjadi salah satu destinasi wisata populer di Indonesia. Jarak antara Kabupaten Pangandaran dengan ibu kota Provinsi Jawa Barat, yaitu Kota Bandung, diperkirakan mencapai sekitar 195,6 kilometer.

Memahami Magnitudo Gempa

Dalam rilis resmi BMKG, disebutkan bahwa gempa yang terjadi di Pangandaran memiliki magnitudo 2,1. Penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan magnitudo gempa. Magnitudo adalah ukuran kuantitatif dari kekuatan atau energi yang dilepaskan oleh sebuah gempa bumi dari episentrumnya (hiposentrum). Pengukuran ini umumnya dilakukan menggunakan skala magnitudo, seperti Skala Richter (ML) atau Moment Magnitude (Mw), yang memberikan gambaran tentang seberapa besar energi yang dilepaskan.

Detail Kejadian Gempa:

  • Tanggal: 02 April 2026
  • Waktu: Sekitar pukul 05:25:48 WIB
  • Lokasi: 8.08 Lintang Selatan (LS), 107.88 Bujur Timur (BT)
  • Jarak dari Pusat: 80 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat
  • Kedalaman: 28 Km
  • Magnitudo: 2,1

Informasi detail mengenai gempa ini disampaikan oleh BMKG melalui akun resmi mereka di platform X (@infoBMKG) dengan format sebagai berikut:
“#Gempa Mag:2.1, 31-Mar-2026 05:25:48WIB, Lok:8.08LS, 107.88BT (80 km BaratDaya KAB-PANGANDARAN-JABAR), Kedlmn:28 Km #BMKG
Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.”

Skala Intensitas Gempa (MMI) dan Dampaknya

BMKG juga menyediakan informasi mengenai Skala Intensitas Mercalli yang Dimodifikasi (MMI) untuk membantu masyarakat memahami tingkat guncangan yang dirasakan. Skala ini mengukur dampak gempa berdasarkan pengamatan terhadap efeknya pada manusia, objek, dan lingkungan. Berikut adalah penjelasan singkat dari beberapa tingkatan MMI:

  • I MMI: Getaran gempa tidak dirasakan oleh kebanyakan orang, kecuali dalam kondisi luar biasa.
  • II MMI: Getaran gempa dirasakan oleh beberapa orang, terutama jika mereka sedang beristirahat. Benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung mungkin bergoyang.
  • III MMI: Getaran gempa dirasakan nyata di dalam rumah. Orang-orang mungkin merasakan seolah-olah ada truk yang sedang berjalan melewatinya.
  • IV MMI: Pada siang hari, gempa dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan oleh beberapa orang di luar rumah. Gerabah pecah, jendela dan pintu bergoyang hingga berderik, dan dinding bisa berbunyi.
  • V MMI: Getaran gempa dirasakan oleh hampir semua orang. Orang-orang mungkin berlarian keluar rumah. Gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, dan bandul lonceng dapat berhenti berayun.
  • VI MMI: Getaran gempa dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang akan terkejut dan lari keluar. Plester dinding bisa jatuh, dan cerobong asap di pabrik mungkin rusak, menunjukkan kerusakan ringan.
  • VII MMI: Semua orang di dalam rumah akan keluar. Terjadi kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang baik. Namun, pada bangunan dengan konstruksi yang kurang baik, bisa terjadi retakan bahkan kehancuran, dan cerobong asap bisa pecah. Guncangan juga bisa dirasakan oleh orang yang sedang berada di dalam kendaraan yang bergerak.
  • VIII MMI: Kerusakan ringan terjadi pada bangunan dengan konstruksi kuat. Bangunan dengan konstruksi kurang baik akan mengalami keretakan, dinding bisa terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen bisa roboh, serta air di sumber-sumber bisa menjadi keruh.
  • IX MMI: Bangunan dengan konstruksi kuat mengalami kerusakan, rangka rumah bisa menjadi tidak lurus, dan banyak terjadi keretakan. Rumah bisa tampak bergeser dari pondasi awalnya, dan pipa-pipa di dalam rumah bisa putus.
  • X MMI: Bangunan dari kayu yang kuat bisa rusak, rangka rumah lepas dari pondasinya. Tanah bisa terbelah, rel kereta api melengkung, dan tanah longsor bisa terjadi di sepanjang sungai dan di lereng-lereng curam.
  • XI MMI: Sangat sedikit bangunan yang masih berdiri. Jembatan rusak, dan lembah bisa terbentuk. Pipa-pipa di dalam tanah tidak dapat digunakan sama sekali, tanah terbelah, dan rel kereta api sangat melengkung.
  • XII MMI: Terjadi kehancuran total. Gelombang tampak pada permukaan tanah, pemandangan bisa menjadi gelap, dan benda-benda bisa terlempar ke udara.

Meskipun gempa di Pangandaran kali ini berkekuatan magnitudo 2,1, pemahaman mengenai skala MMI ini penting sebagai referensi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan dampak dari gempa bumi, sekecil apapun kekuatannya.

Pos terkait