Kepadatan Lalu Lintas di Exit Tol Prambanan Pascapergiyan Lebaran
Pada hari pertama setelah Lebaran, atau yang dikenal sebagai H+1 Lebaran, tercatat sebanyak 27.690 kendaraan keluar dari Exit Tol Prambanan dalam rentang waktu 24 jam. Angka ini mencerminkan tingginya arus lalu lintas yang terjadi di kawasan tersebut.
Lonjakan kepadatan mulai terasa sejak pukul 08.00 WIB, dengan puncaknya terjadi pada jam 14.00 hingga 15.00 WIB. Dalam satu jam puncak tersebut, sebanyak 2.018 kendaraan keluar dari gerbang tol, menjadi angka tertinggi sepanjang hari. Keadaan ini menunjukkan bahwa banyak pengendara masih memilih untuk melanjutkan perjalanan mereka setelah liburan Lebaran.
Dalam laporan yang diterima, langit siang itu tampak gelap dan berawan di atas simpang padat Exit Tol Prambanan, Klaten, pada Minggu (22/3/2026). Deru mesin kendaraan tak pernah benar-benar berhenti, seolah menjadi napas panjang dari arus mudik yang belum usai. Pada H+1 Lebaran, gelombang kendaraan terus mengalir keluar dari gerbang tol, menumpuk di persimpangan, lalu perlahan menyebar ke berbagai arah.
Kepadatan lalu lintas terlihat jelas sejak pagi hari. Perlahan tapi pasti, jumlah kendaraan meningkat sejak pukul 08.00 WIB. Mobil pribadi, bus pariwisata, hingga sepeda motor berbaur dalam satu ritme: mencari jalan pulang atau melanjutkan perjalanan.
Di tengah simpang, seorang petugas berdiri tegap, sesekali meniup peluit, tangannya mengarah tegas mengatur kendaraan yang saling berebut ruang. Tak jauh darinya, seorang polisi dengan rompi hijau terang mengamati arus, memastikan semuanya tetap bergerak meski tersendat.
Puncak Kepadatan Lalu Lintas
Puncak kepadatan lalu lintas terjadi pada pukul 14.00 WIB hingga 15.00 WIB. Dalam satu jam itu saja, 2.018 kendaraan keluar dari gerbang tol, menjadi angka tertinggi sepanjang hari. Momen tersebut menjadi titik paling padat, ketika jalanan terasa seperti tak pernah benar-benar kosong.
Kepala Pos Terpadu Exit Tol Prambanan, AKP Suparjo, membenarkan lonjakan tersebut. Ia menjelaskan bahwa peningkatan terjadi secara bertahap sejak pagi. “Mulai pukul 08.00 WIB, jumlah kendaraan yang keluar dari tol Prambanan terus meningkat hingga setelah pukul 15.00 WIB, jumlah kendaraan yang keluar menurun,” kata dia.
Menjelang sore, arus mulai melonggar. Namun jejak kepadatan siang itu masih terasa, tergambar di wajah lelah para pengendara, di langkah petugas yang tetap siaga, dan di jalanan yang perlahan kembali bernapas lebih lega.






