Categories: Ekonomi

Proyeksi Mobil Listrik di Tengah Lonjakan BBM

Momentum Emas Kendaraan Listrik di Tengah Gejolak Energi Global

Lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah diprediksi akan menjadi pendorong signifikan bagi pertumbuhan penjualan kendaraan listrik di Indonesia. Kekhawatiran akan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mendorong masyarakat untuk mencari alternatif transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Asosiasi Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menyambut baik potensi peningkatan pasar motor listrik nasional. Ketua Umum Aismoli, Budi Setiyadi, menyatakan bahwa situasi global saat ini merupakan “momentum emas” bagi industri kendaraan listrik. “Di tengah kondisi perang dan keterbatasan pasokan minyak, motor listrik akan semakin dibutuhkan,” ujarnya, menekankan bahwa fluktuasi harga minyak dunia berpotensi mengalihkan konsumen kepada opsi kendaraan listrik untuk menekan biaya operasional.

Konflik yang terjadi telah mendorong harga minyak Brent melampaui US$100 per barel, diperparah dengan pelemahan nilai tukar rupiah dan peningkatan biaya logistik global. Beberapa negara, seperti Filipina, Australia, Kuba, dan India, dilaporkan telah menghadapi darurat kelangkaan BBM. Kondisi ini menjadi sinyal peringatan bagi masyarakat Indonesia untuk mulai mempertimbangkan alternatif transportasi yang lebih berkelanjutan. “Artinya, masyarakat perlu menyadari bahwa BBM sudah semakin sulit di beberapa negara, mungkin suatu saat juga melanda Indonesia, meskipun saat ini belum terdampak. Keterbatasan BBM itu pastinya harus ada pengganti lain untuk mobilitas, yaitu sepeda motor listrik,” jelas Budi.

Percepatan Konversi Motor Listrik: Kolaborasi dan Insentif

Menyikapi tren ini, Aismoli menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pemerintah untuk mempercepat program konversi sepeda motor konvensional menjadi kendaraan listrik. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menargetkan konversi sekitar 120 juta unit sepeda motor.

Aismoli telah menyatakan kesiapannya untuk menjadi mitra pemerintah dalam program konversi ini. “Saya sudah bersurat juga ke Menteri ESDM bahwa Aismoli dengan 35 pabrik APM sepeda motor sudah siap menjadi mitra pemerintah untuk kebutuhan konversi sepeda motor bensin menjadi motor listrik,” ungkap Budi.

Namun, asosiasi ini juga mendorong pemerintah untuk memberikan insentif guna mempercepat adopsi program konversi. Biaya konversi dari mesin bensin ke motor listrik saat ini dinilai masih relatif tinggi, berkisar antara Rp13 juta hingga Rp14 juta. “Ya, kami harap juga pemerintah dapat memberikan bantuan. Karena biaya untuk konversi masih lumayan tinggi, sekitar Rp13 juta–Rp14 juta, dan kemudian baterainya juga mengharapkan ada baterai swap,” ujar Budi.

Saat ini, populasi sepeda motor listrik di Indonesia diperkirakan berada di kisaran 250.000 hingga 300.000 unit. Pertumbuhan segmen ini dinilai masih tertinggal dibandingkan mobil listrik. Tantangan terbesar meliputi edukasi masyarakat mengenai efisiensi biaya operasional motor listrik, serta percepatan pembangunan infrastruktur pengisian daya dan penukaran baterai untuk meningkatkan keyakinan konsumen.

Mobil Listrik: Penguatan Ekosistem dan Investasi Strategis

Tidak hanya motor listrik, penjualan mobil listrik juga diprediksi akan mengalami peningkatan signifikan. Pakar Otomotif dan Akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menekankan pentingnya penguatan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM di tengah ketidakpastian global. “Percepatan ekosistem kendaraan listrik harus terus dipacu untuk memantapkan kedaulatan energi jangka panjang kita dari ketergantungan impor BBM,” tegas Yannes.

Beberapa jenama mobil listrik terkemuka telah membangun fasilitas produksi di Indonesia. BYD dari Tiongkok tengah mempersiapkan pabrik di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas terpasang 150.000 unit per tahun yang ditargetkan segera beroperasi.

Pabrikan asal Vietnam, VinFast, juga telah merealisasikan investasi lebih dari US$300 juta dengan kapasitas produksi awal sekitar 50.000 unit per tahun di Subang, Jawa Barat, di atas lahan seluas 171 hektare. Dalam jangka menengah, VinFast berencana meningkatkan investasi hingga US$1 miliar dan kapasitas produksi hingga 350.000 unit per tahun untuk memenuhi pasar domestik dan membuka peluang ekspor.

Stimulus Kebijakan dan Harapan Industri

Merujuk pada data Gaikindo, penjualan kendaraan elektrifikasi, yang meliputi mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV), mobil hibrida (hybrid electric vehicle/HEV), dan plug-in hybrid (PHEV), mencapai 14.908 unit pada Januari 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 118,4% (year-on-year/YoY) dibandingkan Januari 2025 yang hanya 6.826 unit. Pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh insentif pemerintah dan bertambahnya varian baru di pasar.

Meskipun demikian, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mengumumkan penghentian insentif impor utuh (completely built up/CBU) untuk kendaraan listrik berbasis baterai pada akhir 2025. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Menteri Investasi Nomor 6/2023 junto Nomor 1/2024, yang menetapkan masa berlaku fasilitas impor dan relaksasi hingga 31 Desember 2025. Mulai 1 Januari 2026, produsen diwajibkan merealisasikan komitmen produksi lokal sesuai dengan peta jalan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan skema 1:1.

Di tengah transisi kebijakan ini, para pelaku industri otomotif berharap pemerintah tetap menyediakan stimulus lanjutan pada 2026. Harapan ini muncul seiring dengan kinerja penjualan mobil yang masih berada di bawah tekanan hingga akhir 2025.

Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso, menekankan pentingnya kepastian kebijakan dari pemerintah bagi kelangsungan bisnis. “Menjawab pertanyaan apakah insentif itu perlu? Ya, perlu. Karena secara bisnis, secara operasional kami membutuhkan kepastian,” ujarnya.

Pentingnya dukungan kebijakan berkelanjutan menjadi kunci bagi industri otomotif untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada transisi energi nasional, terutama dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Mimika Menyambut Era Baru, Paskah 2026 Jadi Awal Kehidupan Baru

Ibadah Fajar Paskah di Mimika Berlangsung Khidmat Ibadah Fajar Paskah di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua…

31 menit ago

Damai Hormuz: Trump Tawarkan Gencatan Senjata ke Iran

Upaya Diplomasi di Tengah Ketegangan Laut Merah: Iran Tawarkan Paket Negosiasi Kompleks Situasi keamanan maritim…

1 jam ago

Polres Pematangsiantar Rekonstruksi 11 Adegan Pembunuhan di Kafe Lotta

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Kafe Lotta, Polres Pematangsiantar Ungkap Kronologi Kejadian Kepolisian Resor (Polres) Pematangsiantar…

2 jam ago

Prakiraan Cuaca Tangsel, Tangerang, dan Kota Tangerang Pada Minggu 5 April 2026: Hujan Ringan Menghiasi Hari

Prakiraan Cuaca Hari Ini di Kawasan Tangerang Raya Pada hari ini, Minggu 5 April 2026,…

3 jam ago

Chae Soo Bin dan 7 Pasangan Kim Young Kwang di Drama Korea

Kim Young Kwang: Bintang Populer Korea yang Selalu Membuat Penonton Baper Kim Young Kwang adalah…

3 jam ago

Jadwal Lengkap TKA SMP 2026: Simulasi, Gladi, Ujian, Susulan, dan Pengumuman

Ringkasan Berita TKA 2026 untuk Siswa SD dan SMP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kembali…

4 jam ago