Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan kekhawatiran terkait peningkatan jumlah pasien di rumah sakit setelah perayaan Idul Fitri. Dalam sebuah video edukasi yang diunggah di akun media sosial pribadinya, ia menjelaskan bahwa penyebab utama lonjakan ini adalah konsumsi makanan khas Lebaran yang tinggi akan santan dan lemak jenuh.
“Ada yang aneh, nih. Kenapa ya di rumah sakit, pada saat Lebaran kosong, tetapi sesudah Lebaran selalu penuh sampai overload? Kenapa ya?” tanya Budi mengawali videonya.
Budi langsung menunjukkan deretan hidangan populer Lebaran seperti opor ayam, rendang, dan sayur lontong dalam unggahannya. Ia menjelaskan bahwa makanan-makanan ini menjadi penyebab utama sakitnya banyak orang setelah Lebaran.
“Sekarang kita lihat, ini nih. Ini penyebabnya kenapa sesudah Lebaran, orang-orang pada sakit semua,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa hidangan Lebaran yang bersantan biasanya mengandung lemak jenuh tinggi. Selain itu, santan yang dipanaskan berulang kali dapat menghasilkan senyawa yang tidak baik bagi tubuh.
“Santan ini isinya lemak jenuh. Terus-menerus kita panaskan, itu menjadi sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh kita,” kata Budi.
Selain itu, Menkes memahami perilaku masyarakat yang cenderung balas dendam dengan menyantap berbagai makanan lezat setelah sebulan penuh berpuasa. Hal ini mendorong konsumsi berlebihan hidangan tinggi lemak dan kalori.
“Libur Lebaran kita makan terus setiap hari. Kenapa? Karena kita balas dendam selama puasa, kita gak bisa makan makanan kayak gini,” ujarnya.
Untuk menghindari risiko kesehatan, Budi memberikan beberapa tips agar masyarakat tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa mengorbankan kesehatan. Ia menyarankan untuk lebih selektif dalam memilih bagian makanan yang dikonsumsi.
“Kalau kita mau tetap makan makanan Lebaran yang enak-enak itu, contohnya kayak gini, ayam, ya, makan ayamnya saja. Jangan kuahnya! Kalau kita misalnya makan ini, nih, rendang. Nah, kita makan dagingnya saja. Jangan kuahnya! Ya, aku tahu kuahnya enak, tapi sedikit-sedikit saja kuahnya. Banyakin dagingnya,” katanya.
Dengan tips ini, masyarakat bisa tetap merayakan Lebaran dengan nikmat sambil menjaga kesehatan tubuh. Budi juga menekankan pentingnya menjaga pola makan yang seimbang, terutama selama liburan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya bisa menikmati hidangan Lebaran, tetapi juga menghindari risiko gangguan kesehatan yang serius.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…