Santi Ndari Bangga Anaknya Juara Lomba Pidato Bahasa Inggris Tribun Flores

English Speech Competition di Maumere: Wadah Aspirasi dan Pengembangan Diri Pelajar Flores

Maumere – Sebuah ajang kompetisi pidato berbahasa Inggris yang inovatif dan berbobot telah sukses diselenggarakan di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Bali Nusra Education Fair 2026, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memajukan kualitas pendidikan dan memberikan wadah bagi pengembangan bakat para pelajar di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Kompetisi pidato bahasa Inggris ini berlangsung selama dua hari, dari Selasa, 3 Maret 2026, hingga Rabu, 4 Maret 2026, bertempat di Aula Kherubim, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur.

Acara ini mendapat sambutan hangat dan dukungan penuh dari berbagai pihak, terutama para orang tua peserta. Mereka melihat kompetisi ini sebagai kesempatan emas bagi anak-anak mereka untuk tidak hanya mengasah kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga membangun kepercayaan diri, memperluas wawasan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap isu-isu sosial yang relevan.

Bacaan Lainnya

Salah satu orang tua peserta, Santi Ndari, mengungkapkan rasa bangganya yang mendalam atas partisipasi putrinya dalam ajang ini. Putrinya yang masih duduk di bangku kelas X SMA Negeri 1 Maumere menjadi salah satu dari 31 siswa yang berani tampil dan berkompetisi dalam English Speech Competition yang baru pertama kali diadakan di Kota Maumere.

“Saya punya anak ini kelas 1, saya bangga sekali,” ujar Santi. “Materi yang dia ambil itu tentang human trafficking. Dengan kegiatan seperti ini mereka jadi tahu bahwa kasus-kasus seperti itu ternyata perlu ada edukasi mulai dari keluarga, sekolah, dan yang paling penting itu dukungan orang tua.”

Santi menambahkan bahwa kompetisi semacam ini memiliki manfaat ganda. Selain melatih kemampuan retorika dan penguasaan bahasa Inggris, para peserta juga dituntut untuk menggali informasi, memahami isu yang diangkat, dan menyampaikannya dengan penuh keyakinan. Hal ini secara otomatis membentuk keberanian dan memperluas cakrawala berpikir mereka terhadap berbagai permasalahan yang ada di tengah masyarakat.

Tema-tema Relevan dan Peserta Antusias

Tema-tema yang diangkat dalam kompetisi pidato bahasa Inggris ini sangatlah relevan dengan kondisi dan tantangan yang dihadapi di wilayah NTT dan Indonesia pada umumnya. Panitia telah menerjemahkan tema-tema tersebut ke dalam bahasa Indonesia agar mudah dipahami oleh semua pihak, antara lain:

  • Memutus Rantai: Mengakhiri Perdagangan Orang di NTT. Tema ini menyoroti isu krusial mengenai tindak pidana perdagangan orang yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi banyak daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur. Peserta didorong untuk menyampaikan gagasan dan solusi dalam memerangi kejahatan ini.
  • Literasi dan Warisan: Memberdayakan Migran Melalui Pendidikan. Tema ini menekankan pentingnya literasi dan pendidikan sebagai alat pemberdayaan, khususnya bagi para migran. Peserta diajak untuk membahas bagaimana pendidikan dapat membuka pintu peluang dan meningkatkan kualitas hidup para migran.
  • Menuai Harapan di Kampung Halaman: Menciptakan Peluang di NTT. Tema ini berfokus pada potensi dan peluang yang dapat diciptakan di daerah asal. Peserta didorong untuk berbagi ide-ide inovatif dalam membangun dan memajukan daerah masing-masing, sehingga generasi muda tidak perlu lagi merantau demi mencari penghidupan yang lebih baik.

Sebanyak 31 peserta dari 11 sekolah menengah atas di Flores berpartisipasi dalam kompetisi ini. Keberagaman sekolah yang terlibat menunjukkan antusiasme yang tinggi dari berbagai institusi pendidikan di Flores. Sekolah-sekolah yang berpartisipasi meliputi:

  1. SMAS Katolik Frateran Podor Larantuka
  2. SMAS Katolik Frater Maumere
  3. SMA Negeri 1 Maumere
  4. SMA Negeri 2 Maumere
  5. SMK Negeri 3 Maumere
  6. SMA Negeri 1 Nita
  7. SMAS Katolik St. Jhon Paul II Maumere
  8. SMAS Katolik St. Gabriel Maumere
  9. SMA Agama Katolik St. Maria Monte Carmelo Maumere
  10. SMAS Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere

Dukungan Berbagai Institusi dan Jaringan Luas

Keberhasilan penyelenggaraan English Speech Competition ini tidak lepas dari dukungan berbagai institusi pendidikan tinggi dan profesional di wilayah tersebut. Dukungan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara penyelenggara, institusi pendidikan, dan dunia usaha dalam memajukan sektor pendidikan. Institusi-institusi yang memberikan dukungan antara lain:

  • Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa
  • Universitas Nusa Nipa Maumere
  • Universitas Bali Internasional
  • Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero
  • Sekolah Tinggi Kesehatan St Elisabeth Keuskupan Maumere
  • Politeknik Cristo Re Maumere
  • Universitas Muhammadiyah Maumere
  • Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng

Selain itu, acara ini juga didukung oleh sejumlah sponsor yang turut berkontribusi dalam penyelenggaraan, mulai dari lembaga keuangan, perusahaan telekomunikasi, hingga penyedia layanan lainnya. Para sponsor tersebut adalah:

  • KSP Kopdit Obor Mas Maumere
  • Kredi One
  • Telkomsel Maumere
  • BNI Maumere
  • Suzuki Maumere
  • Servvo
  • Adira Finance Maumere
  • EDSA Catering
  • Gramedia Maumere
  • Ketua DPRD Sikka
  • Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere
  • Ewiti

Seluruh rangkaian kegiatan Bali Nusra Education Fair 2026, termasuk English Speech Competition ini, disiarkan secara langsung melalui platform streaming yang diakses melalui empat media jejaring Tribun Network. Jaringan ini mencakup Tribun Flores, Tribun Bali, Tribun Mataram, dan Pos Kupang. Hal ini memungkinkan masyarakat luas di wilayah Bali dan Nusa Tenggara untuk menyaksikan dan mengikuti jalannya acara, memperluas jangkauan edukasi dan inspirasi yang ingin disampaikan.

Santi Ndari dan banyak orang tua lainnya berharap agar kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun. Harapan ini didasari oleh keyakinan bahwa kompetisi pidato bahasa Inggris adalah sarana yang efektif untuk mengasah kemampuan, melatih mental, dan meningkatkan rasa percaya diri para pelajar dalam berbicara di depan publik. Dengan terus diadakannya acara ini, diharapkan akan semakin banyak generasi muda Flores yang mampu bersaing dan berkontribusi positif bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Pos terkait