Categories: Opini

Wardatina Mawa: Damai Tak Mungkin Usai Poligami Insanul Fahmi

Wardatina Mawa Tegaskan Keinginan Berpisah Usai Poligami Suami, Fokus pada Kebahagiaan Diri dan Anak

Selebgram Wardatina Mawa akhirnya angkat bicara setelah secara resmi mendaftarkan gugatan cerai terhadap suaminya, Insanul Fahmi, di Pengadilan Agama Medan, Sumatera Utara. Keputusan ini diambil menyusul praktik poligami yang dilakukan oleh Insanul Fahmi dengan menikahi Inara Rusli secara siri. Wardatina Mawa dengan tegas menolak segala upaya perdamaian yang ditawarkan oleh suaminya, menyatakan bahwa ia tidak memiliki niat sedikit pun untuk melanjutkan bahtera rumah tangga yang telah dikhianati.

“Saya murni dari pribadi saya, memang tidak mau melanjutkan hubungan ini. Tidak ada hasutan dari siapapun,” ungkap Wardatina Mawa saat ditemui di kawasan Bogor, Jawa Barat. Ia menambahkan, “Jadi pokoknya kalau memang mereka mau bersatu, saya ikhlas. Ya sudah bersama saja mereka, saya juga tidak mau kan.”

Bagi Mawa, apa yang telah dibangun bersama Insanul Fahmi sudah tidak ada lagi yang perlu dipertahankan. Ia merasa fondasi rumah tangga mereka telah hancur lebur. “Nasi sudah jadi bubur ya. Nasi sudah jadi bubur, jadi ya mau bagaimanapun juga… kalau itu sudah terjadi ya sudah. Saya pun juga berhak bahagia,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa putranya juga berhak melihat ibunya lebih bahagia.

Meskipun menyadari bahwa Insanul Fahmi masih sering mengungkapkan rasa sayangnya dengan ucapan ‘I Love You’, hal tersebut tidak lagi mampu meluluhkan hati Mawa. Ia mengaku merasa pusing dan terganggu mendengar ungkapan cinta tersebut di tengah situasi yang telah terjadi.

Perjalanan Pemulihan Pasca-Trauma

Setelah mengambil keputusan berat untuk berpisah, Wardatina Mawa secara perlahan mulai berupaya menyembuhkan luka batin dan trauma yang mendalam. Salah satu langkah signifikan yang ia ambil adalah dengan menemui seorang psikolog di kawasan Bandung, Jawa Barat. Mawa meyakini bahwa keputusannya untuk mencari bantuan profesional adalah langkah yang tepat.

“Kemarin baru dari Dokter Yulia di Bandung. Ya alhamdulillah release ya, lebih banyak mindfulness juga. Di manapun juga pasti ada rasa trauma itu wajar ya. Tapi sekarang lebih tenang, alhamdulillah,” jelasnya.

Proses konsultasi dan terapi ini membantunya dalam mengurangi beban trauma yang ia rasakan, sehingga perlahan mulai menghilang. Wardatina Mawa kini tengah berjuang untuk bangkit dari keterpurukan. Kesadaran akan tanggung jawabnya terhadap sang anak menjadi motivasi terkuat baginya untuk terus maju.

“Fokus saya sekarang sudahlah, lebih banyak untuk diri saya sendiri dan masa depan anak saya juga. Semua ini titipan dari Allah, kita hadapi saja semuanya dengan smile,” ujar Wardatina Mawa.

Keputusan Mawa untuk menggugat cerai ini menandai sebuah titik balik dalam hidupnya. Ia memilih untuk memprioritaskan kebahagiaan diri sendiri dan masa depan buah hatinya, meskipun harus melalui proses yang menyakitkan. Perjuangannya ini menunjukkan keteguhan hati seorang ibu yang ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya, terlepas dari badai kehidupan yang tengah dihadapinya.

Alasan Penolakan Perdamaian

Penolakan Mawa terhadap ajakan berdamai dari Insanul Fahmi bukan tanpa alasan yang kuat. Pengkhianatan dalam bentuk poligami, terlebih dengan pernikahan siri, telah merusak kepercayaan yang menjadi pilar utama dalam sebuah hubungan pernikahan. Bagi Mawa, luka yang ditimbulkan akibat perselingkuhan dan pengkhianatan ini begitu dalam, sehingga sulit untuk diperbaiki hanya dengan kata-kata manis atau janji-janji kosong.

Ia menekankan bahwa keputusannya murni berasal dari dirinya sendiri, tanpa adanya pengaruh dari pihak manapun. Hal ini menunjukkan bahwa ia telah melakukan refleksi mendalam terhadap kondisi rumah tangganya dan sampai pada kesimpulan bahwa melanjutkan hubungan tersebut hanya akan membawa lebih banyak penderitaan.

Fokus pada Kebahagiaan Anak

Salah satu alasan utama Mawa untuk segera mengakhiri pernikahannya adalah demi kebahagiaan anaknya. Ia percaya bahwa seorang anak akan lebih baik tumbuh dalam lingkungan yang positif dan penuh kasih sayang, di mana kedua orang tuanya dapat memberikan contoh yang baik. Jika dirinya sendiri tidak bahagia, ia khawatir hal tersebut akan berdampak negatif pada perkembangan emosional dan psikologis sang anak.

Oleh karena itu, Mawa memandang bahwa perceraian adalah jalan terbaik agar ia bisa menjadi sosok ibu yang lebih kuat, bahagia, dan mampu memberikan perhatian penuh pada kebutuhan serta masa depan anaknya. Ia ingin putranya melihat ibunya sebagai pribadi yang tegar dan mampu menghadapi tantangan hidup dengan senyuman, meskipun dalam situasi yang sulit.

Dukungan Psikologis sebagai Kunci Pemulihan

Peran psikolog dalam proses pemulihan Mawa tidak bisa dianggap remeh. Terapi dan konseling yang dijalani membantunya untuk memproses emosi yang kompleks, seperti kekecewaan, kemarahan, dan kesedihan. Melalui sesi mindfulness dan teknik relaksasi lainnya, Mawa belajar untuk mengelola stres dan trauma yang dialaminya.

Perasaan lega dan ketenangan yang mulai ia rasakan adalah bukti nyata dari efektivitas bantuan profesional ini. Mawa juga menyadari bahwa proses pemulihan adalah sebuah perjalanan yang membutuhkan waktu dan kesabaran. Ia siap untuk terus berjuang demi menemukan kembali kedamaian dalam dirinya dan membangun kehidupan yang lebih baik untuk dirinya dan sang anak.

Keputusan Wardatina Mawa untuk bercerai dan fokus pada kebahagiaan diri serta anaknya adalah sebuah pilihan yang berani. Kisahnya menjadi pengingat bahwa setiap individu berhak mendapatkan kebahagiaan dan perlindungan dari pengkhianatan, serta bahwa bangkit kembali setelah terluka adalah sebuah proses yang mungkin dilakukan dengan dukungan yang tepat.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Kronologi Camat Tipu Warga Rp25 Juta, Kini Pensiun, Korban Mencari Keadilan

Kronologi Penipuan oleh Mantan Camat yang Menipu Warga dengan Modus Lowongan Kerja Sebuah kasus penipuan…

26 menit ago

Ziarah Paskah Bawa Rezeki, Yani Raup Untung Jualan di TPU Km 12 Palangka Raya Kalteng

Kondisi Ziarah Paskah di TPU Km 12 Palangka Raya Di tengah deretan lampu dan lilin…

29 menit ago

Pemecah Kebuntuan Mo Salah Bawa Liverpool Unggul Atas Everton

Laga Everton Vs Liverpool: Mohamed Salah Buka Kemenangan Liverpool Pertandingan antara Everton dan Liverpool dalam…

34 menit ago

Kadin Minta Pemerintah Tingkatkan Daya Beli Rakyat

Kenaikan Harga Produk di Indonesia Mengkhawatirkan Kenaikan harga jual sejumlah produk di Indonesia terus menjadi…

51 menit ago

5 Berita Terpopuler: Kabar Baik untuk PPPK, Kinerja Top Tak Perlu Khawatir, Isu PHK Jauh

JAKARTA – Selamat pagi para pembaca setia, hari ini kami hadirkan berita terpopuler sepanjang Sabtu…

2 jam ago

Cara Mudah Hindari Depresi di Tempat Kerja

Mengatasi Depresi di Tempat Kerja dengan Tips yang Efektif Dalam lingkungan kerja yang serba cepat…

3 jam ago