Categories: Lokal

Tanggul Anjungan Pasangkayu Jebol, Warga Mendesak Perbaikan

Anjungan Pasangkayu Memprihatinkan: Tanggul Jebol, Lantai Retak, dan Sampah Berserakan

Anjungan Pasangkayu, sebuah ruang publik yang selama ini menjadi jantung aktivitas warga di Jalan Moh Hatta, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, kini menunjukkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Kerusakan yang kian meluas mengancam tidak hanya keindahan kawasan, tetapi juga keselamatan pengunjung.

Kerusakan Infrastruktur yang Mengkhawatirkan

Pantauan mendalam di lapangan mengungkap berbagai kerusakan serius pada fasilitas anjungan. Salah satu masalah paling mencolok adalah jebolnya tanggul penahan ombak di sisi anjungan. Batu-batu penahan yang seharusnya kokoh kini terlihat berantakan, sebagian bahkan telah tersapu dan hancur akibat hantaman gelombang laut yang kuat. Akibatnya, saat pasang tiba, ombak besar dapat dengan mudah menerjang area anjungan tanpa adanya penghalang yang memadai.

Selain tanggul yang rapuh, kondisi lantai anjungan juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Lubang-lubang menganga selebar kurang lebih tujuh meter terlihat di beberapa titik, menganga seperti luka pada permukaan beton. Retakan memanjang yang mencapai sepuluh meter tampak jelas membelah lantai, menandakan kerapuhan struktur yang semakin nyata. Beberapa bagian lantai bahkan terlihat sangat rapuh dan terancam ambles apabila terus-menerus tergerus oleh air laut.

Ancaman Sampah dan Risiko Keselamatan

Lubang-lubang yang terbentuk di lantai anjungan kini tidak hanya menjadi sumber bahaya, tetapi juga menjadi tempat penumpukan sampah. Berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, potongan kayu, hingga sisa-sisa perabotan pedagang yang rusak, terlihat menggunung. Pemandangan ini sangat merusak estetika kawasan yang seharusnya menjadi tempat rekreasi yang nyaman dan menyenangkan bagi masyarakat.

Namun, dampak terburuk dari kerusakan ini adalah ancaman terhadap keselamatan pengunjung. Kondisi ini menjadi semakin berbahaya, terutama saat musim ombak besar. Air laut dengan mudah menerobos masuk hingga ke area anjungan, menggenangi sebagian lantai dan membuatnya licin. Situasi ini tentu saja sangat berisiko bagi anak-anak yang bermain atau warga yang sekadar bersantai di sekitar lokasi.

Bayu, seorang pemilik warung kopi yang berlokasi di pinggir anjungan, mengungkapkan keresahannya. Ia mengaku semakin khawatir setiap kali musim ombak tiba.

  • “Kalau ombak besar, air sudah sampai ke lapak. Kadang masuk sampai ke dalam. Kami takut kalau terus begini, bangunan bisa tambah rusak,” ujarnya, menggambarkan betapa dekatnya ancaman kerusakan pada mata pencaharian mereka.

Dampak Ekonomi dan Kepedulian Warga

Kerusakan yang terjadi tidak hanya mengancam keselamatan fisik, tetapi juga berdampak pada para pedagang yang menggantungkan hidupnya di sekitar anjungan. Bayu menambahkan bahwa persoalan kerusakan tanggul dan lantai anjungan ini sudah berlangsung bertahun-tahun, namun belum terlihat adanya perbaikan yang signifikan. Ia merasa kondisi tersebut seolah dibiarkan tanpa penanganan yang serius, padahal anjungan ini merupakan salah satu ikon dan pusat aktivitas masyarakat Pasangkayu.

Selain ancaman terhadap bangunan pedagang, Bayu juga sangat mengkhawatirkan keselamatan anak-anak.

  • “Takutnya ada anak kecil jatuh ke lubang. Apalagi kalau malam, penerangan juga terbatas,” keluhnya, menyoroti potensi kecelakaan yang bisa terjadi akibat lantai yang berlubang dan retak.

Keresahan ini dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata untuk melakukan perbaikan tanggul serta rehabilitasi lantai anjungan. Perbaikan ini sangat krusial untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dan menjaga agar anjungan tidak semakin terkikis oleh gelombang laut.

Harapan untuk Masa Depan Anjungan Pasangkayu

Anjungan Pasangkayu selama ini menjadi ruang terbuka yang sangat berharga bagi warga. Tempat ini sering dimanfaatkan untuk bersantai, berolahraga, menikmati keindahan matahari terbenam, dan berbagai kegiatan sosial lainnya. Dengan kondisi yang semakin memprihatinkan ini, masyarakat khawatir kawasan tersebut tidak lagi aman dan nyaman untuk dikunjungi.

Bayu dan pedagang lainnya sangat berharap ada perhatian serius dari pihak terkait. Mereka mendambakan anjungan ini kembali layak digunakan, tertata rapi, dan aman bagi seluruh pengunjung. Harapan besar tertuju agar Anjungan Pasangkayu dapat kembali menjadi kebanggaan warga, bukan justru menjadi sumber kekhawatiran setiap kali ombak datang menghantam. Perbaikan segera adalah kunci untuk mengembalikan fungsi dan keindahan ruang publik yang vital ini.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Astaga, lahan KAI untuk rusun Tanah Abang diserobot pihak lain

Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…

3 bulan ago

Denada & Ressa: Haru Bertemu dalam Tangis

Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…

3 bulan ago

Ben Kasyafani Pilih Jadi Sahabat untuk Sienna Saat Putuskan Lepas Hijab, Ini Alasannya

Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…

3 bulan ago

Mengapa Lulusan RPL Jadi Incaran di Dunia Teknologi?

JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…

3 bulan ago

Veda Sadar Diri, Juara Red Bull Rookies Cup Tampil Gesit di COTA

Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…

3 bulan ago

5 Fakta Mencengangkan Persib Bandung Kalahkan Semen Padang: 2 Rekor Tak Terduga, Bintang Persija Terpengaruh

Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…

3 bulan ago