Categories: Politik

Prabowo Sapa Sarmili, Ajudan Setia Try Sutrisno di TMP Kalibata

Penghormatan Presiden Prabowo kepada Sosok di Balik Layar: Kisah Sarmili dan Pengabdian di Lingkaran Kekuasaan

Momen langka dan menyentuh terjadi di tengah suasana duka saat pemakaman almarhum Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Senin (2/3/2026). Di tengah prosesi yang khidmat, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan gestur yang menarik perhatian publik dan viral di berbagai platform media sosial. Bukan hanya sebagai pemimpin negara yang memberikan penghormatan terakhir, namun juga sebagai pribadi yang mengenali dan menghargai peran serta dedikasi individu yang mungkin tidak selalu berada di sorotan utama.

Try Sutrisno, yang menghembuskan napas terakhirnya di RSPAD Gatot Soebroto pada usia 90 tahun, dikenal sebagai figur penting dalam sejarah Indonesia. Namun, di balik kiprahnya sebagai pejabat publik, terdapat pula orang-orang yang setia mendampingi dalam berbagai kapasitas. Salah satunya adalah Sarmili, seorang individu yang memiliki ikatan dinas cukup lama dengan almarhum, bahkan sebelum menjabat sebagai ajudan Try Sutrisno.

Saat Presiden Prabowo tengah berjalan, perhatiannya tertuju pada sosok yang tampaknya dikenalinya. Sebuah panggilan singkat, “Sarmili,” terdengar dari Presiden. Sapaan tersebut disambut dengan respons sigap, “Siap,” dari seorang pria yang suaranya terdengar dari luar bingkai kamera. Presiden Prabowo kemudian melambaikan tangan, mengundang sosok tersebut untuk mendekat. Tak lama, seorang pria dengan pakaian sederhana namun rapi—baju koko putih, celana hitam, dan mengenakan kopiah—mendatangi Presiden.

Dalam percakapan singkat yang terekam, Presiden Prabowo menjelaskan kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengenai hubungan Sarmili dengannya. “Ajudan pak Try. Dari ajudan saya jadi ajudan pak Try,” ujar Presiden Prabowo, mengisyaratkan bahwa Sarmili pernah mengabdi di bawah komandonya sebelum kemudian melanjutkan dedikasinya mendampingi almarhum Try Sutrisno. Momen ini menunjukkan kedekatan dan apresiasi personal Presiden terhadap para pendukungnya, bahkan setelah bertahun-tahun berlalu.

Presiden Prabowo kemudian bersalaman dengan Sarmili dan sempat menanyakan lamanya pengabdian Sarmili bersama almarhum Try Sutrisno, “Berapa tahun ikut pak Try?”. Pertanyaan ini menyiratkan adanya rasa ingin tahu tentang sejauh mana dedikasi Sarmili dalam tugasnya. Setelah perbincangan singkat yang penuh makna itu, Presiden Prabowo melanjutkan langkahnya untuk memimpin upacara pemakaman, meninggalkan kesan hangat tentang penghargaan terhadap loyalitas.

Jejak Karier Sarmili: Dari Pasukan Elite hingga Lingkaran Pejabat Tinggi

Belakangan diketahui bahwa Sarmili bukanlah sosok sembarangan. Latar belakangnya ternyata cukup mengesankan. Ia pernah menjadi bagian dari Satuan Penanggulangan Teror 81 (Satgultor-81), sebuah satuan elite yang berada di bawah Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Keberadaannya di satuan elite ini menunjukkan bahwa Sarmili memiliki kualifikasi dan kemampuan yang mumpuni, yang kemudian membawanya ke posisi-posisi krusial dalam lingkungan pemerintahan. Pengalaman di Satgultor-81 tentu membentuk karakter disiplin, loyalitas, dan kemampuan adaptasi yang tinggi, kualitas-kualitas yang sangat dibutuhkan dalam mendampingi seorang pejabat negara.

Profil dan Perjalanan Karier Almarhum Try Sutrisno

Kisah Sarmili ini tak bisa dilepaskan dari sosok almarhum Try Sutrisno, sang mantan Wakil Presiden. Perjalanan karier Try Sutrisno sendiri merupakan salah satu babak penting dalam sejarah militer dan politik Indonesia.

  • Awal Karier Militer:
    Try Sutrisno memulai pendidikannya di dunia militer dengan diterima menjadi taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada tahun 1956. Pengalaman awal ini menjadi fondasi bagi karier militernya yang cemerlang.

  • Pertemuan dengan Soeharto dan Operasi Militer:
    Ia mulai mengenal sosok Presiden Soeharto pada tahun 1962 saat terlibat dalam Operasi Pembebasan Irian Barat. Momen ini menjadi titik awal keterlibatannya dalam berbagai operasi militer penting yang membentuk peta politik Indonesia.

  • Menjadi Ajudan Presiden Soeharto:
    Pada tahun 1974, Try Sutrisno dipercaya menjadi ajudan Presiden Soeharto. Jabatan ini menempatkannya dalam lingkaran terdekat kekuasaan dan memberikannya wawasan mendalam mengenai jalannya pemerintahan.

  • Kenaikan Pangkat dan Jabatan Strategis:
    Karier militernya terus meroket. Pada Agustus 1985, ia meraih pangkat Letnan Jenderal TNI dan menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad), mendampingi Jenderal TNI Rudhini. Kurang dari setahun kemudian, pada Juni 1986, ia dipromosikan menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), sebuah jabatan puncak di matra darat.

  • Puncak Karier Politik: Wakil Presiden:
    Perjalanan kariernya mencapai puncaknya ketika melalui Sidang Umum MPR tahun 1993, Try Sutrisno terpilih sebagai Wakil Presiden mendampingi Presiden Soeharto untuk masa bakti 1993-1998. Pengalaman ini menegaskan perannya sebagai salah satu tokoh sentral dalam lanskap politik Indonesia pada era tersebut.

Jabatan Wakil Presiden Try Sutrisno berakhir pada tahun 1998, digantikan oleh B. J. Habibie dalam Sidang Umum MPR. Meskipun masa jabatannya telah usai, warisan dan rekam jejaknya, serta orang-orang yang pernah mendampinginya seperti Sarmili, tetap menjadi bagian dari narasi sejarah bangsa.

Momen apresiasi Presiden Prabowo kepada Sarmili di tengah pemakaman almarhum Try Sutrisno menjadi pengingat bahwa di balik setiap tokoh besar, selalu ada individu-individu yang bekerja tanpa pamrih, mendedikasikan waktu dan tenaga mereka. Pengakuan ini tidak hanya menghormati Sarmili secara personal, tetapi juga menegaskan pentingnya peran para ajudan dan staf pendukung dalam kelancaran roda pemerintahan dan pengabdian kepada negara.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Melambungnya Harga Pangan dan Energi Akibat Perang di Iran

Dampak Perang di Timur Tengah terhadap Harga Pangan dan Energi Global Eskalasi konflik di kawasan…

9 menit ago

Kronologi Kepala DPC Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara

JAKARTA - Polda Maluku telah merinci rangkaian kejadian yang menyebabkan kematian Ketua DPC Partai Golkar…

13 menit ago

Lowongan Kerja Sari Roti 2026: Banyak Posisi, Cek Syaratnya!

Peluang Karier di PT Nippon Indosari Corpindo Tbk PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, perusahaan yang…

29 menit ago

Peneliti BRIN: Cahaya Langit Lampung Bukan Bahaya, Hanya Sisa Roket Tiongkok

Pada malam hari tanggal 4 April, langit Provinsi Lampung digemparkan oleh penampakan benda bercahaya yang…

1 jam ago

Prediksi Skor Strasbourg vs Rennes: Statistik Head-to-Head Ligue 1 2026

Ringkasan Berita Strasbourg sedang dalam tren positif dengan catatan tak terkalahkan dalam 7 laga Ligue…

2 jam ago

Polres Melawi Tingkatkan Kemampuan Pembina Pramuka SD Muhammadiyah Nanga Pinoh

Penguatan Kapasitas Pembina Pramuka di Melawi Pembina Pramuka yang tergabung dalam berbagai sekolah dan komunitas…

2 jam ago