Categories: Berita

Korban Longsor Manggarai Timur Ditemukan, Identitas Belum Diketahui

MANGGARAI TIMUR – Kabar duka menyelimuti Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah beberapa hari pencarian intensif, satu dari dua korban yang tertimbun tanah longsor akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari Senin (26/1/2026).

Rikardus Samin, Sekretaris Camat Lamba Leda, mengkonfirmasi penemuan jenazah tersebut. Menurutnya, jenazah ditemukan saat tim SAR gabungan melakukan penggalian material longsor di sekitar lokasi rumah korban. “Satu jenazah berhasil dievakuasi pada pukul 10.00 Wita,” ujarnya pada Senin siang.

Saat ini, jenazah telah dibawa ke posko bencana yang berlokasi di Kantor Desa Goreng Meni untuk proses identifikasi lebih lanjut. “Identitas korban masih menunggu hasil identifikasi dari tim medis,” imbuh Rikardus. Pihak berwenang berupaya secepat mungkin mengidentifikasi jenazah agar dapat diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Upaya pencarian terhadap satu korban lainnya masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Kondisi cuaca dan medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian ini. Namun, tim SAR tetap berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban yang masih hilang.

Bencana tanah longsor ini terjadi pada hari Kamis (22/1/2026) dan menimpa Kampung Pau, Desa Goreng Meni. Longsor dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Akibatnya, tebing di sekitar perkampungan longsor dan menimbun beberapa rumah warga.

Ansel Kalus, staf Kecamatan Lamba Leda, sebelumnya telah membenarkan terjadinya bencana longsor ini. “Dua warga tertimbun dan masih hilang, sementara dua orang lainnya mengalami luka-luka,” ungkap Ansel pada saat dikonfirmasi setelah kejadian.

Kejadian ini menambah daftar panjang bencana alam yang melanda wilayah NTT dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait terus berupaya memberikan bantuan kepada para korban dan melakukan upaya penanggulangan bencana agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait kejadian longsor di Kampung Pau:

  • Lokasi: Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT
  • Tanggal Kejadian: Kamis, 22 Januari 2026
  • Jumlah Korban:
    • Satu orang ditemukan meninggal dunia
    • Satu orang masih dalam pencarian
    • Dua orang luka-luka
  • Penyebab: Hujan deras yang menyebabkan longsor
  • Upaya yang Dilakukan:
    • Pencarian korban oleh tim SAR gabungan
    • Evakuasi korban
    • Pendirian posko bencana
    • Identifikasi jenazah
    • Pemberian bantuan kepada korban

Pemerintah daerah mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor untuk selalu waspada terhadap potensi terjadinya bencana alam. Masyarakat juga diminta untuk segera melapor kepada pihak berwenang jika melihat tanda-tanda akan terjadinya longsor, seperti retakan tanah atau pergerakan tanah.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau agar masyarakat tidak membangun rumah di daerah yang berpotensi longsor atau banjir. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya korban jiwa dan kerugian materi akibat bencana alam.

Ke depan, perlu adanya upaya yang lebih serius dalam mitigasi bencana di wilayah NTT. Hal ini meliputi:

  1. Pemetaan daerah rawan bencana: Pemetaan yang akurat akan membantu dalam mengidentifikasi daerah-daerah yang berpotensi tinggi mengalami bencana alam, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan yang lebih efektif.

  2. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko bencana dan cara-cara menghadapinya sangat penting untuk mengurangi dampak bencana.

  3. Pembangunan infrastruktur penanggulangan bencana: Pembangunan infrastruktur seperti drainase yang baik, talud penahan longsor, dan sistem peringatan dini dapat membantu mencegah atau mengurangi dampak bencana.

  4. Penegakan hukum terkait tata ruang: Penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran tata ruang, seperti pembangunan di daerah resapan air atau daerah rawan longsor, sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya bencana.

Semoga dengan upaya yang komprehensif dan berkelanjutan, risiko bencana di NTT dapat diminimalkan dan masyarakat dapat hidup lebih aman dan sejahtera.

Redaksi

Recent Posts

Dengung DJ Ganggu Warga, Pedagang Kuliner Malam Ditegur

Pekanbaru menjadi sorotan setelah suasana kawasan kuliner malam di Jalan Cut Nyak Dhien, Pekanbaru, berubah…

41 menit ago

Lebaran Usai, ASN Sulbar Tetap WFA Hingga 27 Maret

Kebijakan Fleksibilitas Kerja ASN Pemprov Sulawesi Barat Pasca Idulfitri: WFH/WFA Diperbolehkan untuk Sebagian Golongan Pemerintah…

1 jam ago

Satu Arah Berlaku di Jalur Puncak, Lihat Jadwal Lengkapnya

Sistem One Way di Jalur Puncak Berlaku Mulai Senin, 23 Maret 2026 Pada Senin pagi,…

1 jam ago

Pengakuan Niko Al Hakim Soal Jual Rumah dan Kegagalan Bisnis

Klarifikasi Panjang Niko Al Hakim Terkait Penjualan Rumah Anak Niko Al Hakim, yang juga dikenal…

1 jam ago

Jatuhkan 2 Pesawat Tempur AS, Iran Umumkan Hadiah untuk Cari Pilotnya

Kekacauan di Timur Tengah Setelah Jet Tempur AS Dihancurkan Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin…

2 jam ago

Pemadaman listrik hari ini, Senin 13 April 2026

YOGYAKARTA - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UPPP) Yogyakarta dan Wonosari memberikan informasi…

2 jam ago