Harga Emas Antam 21 Februari 2026: Naik Rp 68.000

Stabilitas Harga Emas Antam dan Faktor Pengaruhnya

Jakarta – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Sabtu, 21 Februari 2026, menunjukkan stabilitas yang cukup baik, berada di kisaran Rp 3 jutaan per gram. Pada pembukaan perdagangan hari ini, harga emas tercatat di angka Rp 2.944.000 per gram. Seiring berjalannya waktu, terjadi kenaikan sebesar Rp 68.000, membawa harga emas ke posisi Rp 3.012.000 per gram pada pukul 11.00 WIB.

Emas batangan Antam menawarkan fleksibilitas bagi para investor dan kolektor dengan ketersediaan dalam berbagai pilihan berat. Mulai dari satuan terkecil 0,5 gram hingga satuan terbesar 1.000 gram atau 1 kilogram, produk emas Antam dapat disesuaikan dengan berbagai skala investasi dan kebutuhan pribadi.

Bacaan Lainnya

Berikut adalah rincian lengkap harga emas Antam per Sabtu, 21 Februari 2026, pukul 11.00 WIB:

  • 0,5 gram: Rp 1.556.000
  • 1 gram: Rp 3.012.000
  • 2 gram: Rp 5.964.000
  • 3 gram: Rp 8.921.000
  • 5 gram: Rp 14.835.000
  • 10 gram: Rp 29.615.000
  • 25 gram: Rp 73.912.000
  • 50 gram: Rp 147.745.000
  • 100 gram: Rp 295.412.000
  • 250 gram: Rp 738.265.000
  • 500 gram: Rp 1.476.320.000
  • 1.000 gram (1 kg): Rp 2.952.600.000

Ketentuan Pajak Pembelian dan Penjualan Kembali Emas Antam

Dalam setiap transaksi pembelian maupun penjualan kembali (buyback) emas batangan Antam, terdapat ketentuan pajak yang perlu diperhatikan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017.

Pajak Pembelian Emas (PPh 22)

  • Bagi pembeli yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), tarif pajak yang berlaku adalah 0,45 persen.
  • Bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP, tarif pajak yang dikenakan adalah 0,9 persen.

Setiap transaksi pembelian emas akan disertai dengan bukti potong PPh 22 yang dapat digunakan sebagai dasar pelaporan pajak.

Pajak Penjualan Kembali (Buyback)

Untuk transaksi penjualan kembali emas ke PT Antam dengan nilai transaksi melebihi Rp 10 juta, berlaku tarif pajak sebagai berikut:

  • Bagi pemilik NPWP, tarif pajak yang dikenakan adalah 1,5 persen.
  • Bagi non-NPWP, tarif pajak yang dikenakan adalah 3 persen.

Pajak buyback akan dipotong secara langsung dari total nilai transaksi yang Anda lakukan.

Perlu diketahui bahwa harga emas di laman resmi Logam Mulia diperbarui setiap hari pada pukul 08.30 WIB, sehingga angka-angka di atas mencerminkan kondisi terkini pada waktu yang disebutkan.

Dampak Konflik Geopolitik dan Ekonomi Terhadap Harga Emas

Pergerakan harga emas tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal seperti pasokan dan permintaan domestik, tetapi juga sangat rentan terhadap dinamika global. Pada Selasa, 17 Februari 2026, harga emas global tercatat mengalami penurunan lebih dari 2 persen. Penurunan ini dipicu oleh meredanya permintaan aset safe haven seiring dengan munculnya sinyal kemajuan dalam pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Penguatan nilai Dolar AS juga turut memberikan tekanan jual yang signifikan di pasar logam mulia. Berdasarkan laporan, harga emas spot sempat turun 2,2 persen menjadi US$4.884,46 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April juga ditutup melemah 2,8 persen ke level US$4.905,90 per ons troi.

Indeks Dolar AS tercatat menguat 0,3 persen terhadap sekeranjang mata uang utama. Hal ini membuat emas, yang dihargai dalam dolar, menjadi lebih mahal bagi pembeli dari negara lain, sehingga mengurangi daya tariknya.

Menurut Jim Wyckoff, seorang analis senior di Kitco Metals, pasar emas yang sedang dalam tren bullish membutuhkan sentimen fundamental baru yang kuat untuk terus menguat. “Belakangan ini kurang ada berita fundamental positif yang cukup kuat untuk mendorong harga emas dan perak naik lebih tinggi,” ujar Wyckoff.

Penurunan harga emas global ini secara spesifik dipicu oleh pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi. Ia menyebutkan bahwa Iran dan AS telah mencapai kesepahaman mengenai “prinsip-prinsip panduan” dalam pembicaraan terkait sengketa nuklir yang berlangsung di Jenewa. Meskipun belum menjamin tercapainya kesepakatan final, perkembangan diplomasi ini dinilai telah berhasil meredakan kekhawatiran pasar secara umum.

Selain itu, situasi geopolitik lainnya yang turut mempengaruhi pasar adalah digelarnya pembicaraan damai antara negosiator Rusia dan Ukraina yang dimediasi oleh AS di Jenewa. Laporan juga menyebutkan adanya dorongan dari Presiden Donald Trump untuk mempercepat kesepakatan guna mengakhiri konflik.

Wyckoff menambahkan, jika ketegangan geopolitik terus mereda dan potensi konflik militer dapat dihindari, maka kecemasan pasar akan menurun. Situasi ini menjadi sentimen negatif bagi emas dan perak, yang selama ini cenderung diuntungkan oleh kondisi ketidakpastian dan ketegangan global.

Pelaku pasar saat ini juga menantikan rilis risalah rapat Federal Reserve pada bulan Januari, yang dijadwalkan keluar pada hari Rabu. Selain itu, laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) pada hari Jumat juga akan menjadi indikator penting untuk mengukur arah kebijakan suku bunga ke depan. Pasar saat ini memperkirakan bahwa pemangkasan suku bunga pertama tahun ini kemungkinan besar akan terjadi pada bulan Juni. Emas, sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding), cenderung mendapatkan keuntungan dalam lingkungan suku bunga rendah.

Tekanan juga melanda logam mulia lainnya. Harga perak spot mengalami penurunan 4,1 persen menjadi US$73,47 per ons troi, bahkan sempat menyentuh level US$71,92 di awal sesi perdagangan. Platinum juga melemah 1,3 persen ke level US$2.017,06 per ons, sementara paladium merosot 3,1 persen menjadi US$1.670,25 per ons troi.

Kondisi pasar juga dipengaruhi oleh penutupan sebagian besar pasar Asia, termasuk daratan Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, dan Singapura, yang sedang merayakan libur Tahun Baru Imlek. Hal ini turut membatasi volume transaksi secara global.

Secara keseluruhan, kombinasi antara kemajuan diplomasi yang meredakan ketegangan geopolitik dan penguatan nilai Dolar AS telah menyebabkan emas kehilangan daya tariknya sebagai aset lindung nilai (safe haven) dalam jangka pendek.

Pos terkait