Kabar mengenai Teddy Pardiyana kembali mencuat ke publik, kali ini terkait tuntutan hak waris atas mendiang Lina Jubaedah, mantan istri Sule. Setelah kepergian Lina, persoalan pembagian harta warisan kembali menjadi sorotan, terutama keinginan Teddy agar putranya diakui sebagai ahli waris yang sah. Di tengah memanasnya polemik hukum ini, terungkap bahwa kondisi ekonomi Teddy Pardiyana saat ini tengah mengalami kesulitan.
Wati Trisnawati, selaku kuasa hukum Teddy Pardiyana, membeberkan bahwa langkah hukum yang ditempuh kliennya tidak terlepas dari situasi kehidupan sehari-hari yang dihadapinya. “Ya, kondisi Kang Teddy sih memang kondisinya (ekonomi) masih sulit,” ujar Wati. Ia menjelaskan bahwa hingga kini, Teddy masih berupaya keras untuk membangun usaha secara mandiri demi memenuhi kebutuhan hidupnya dan sang anak.
“Sampai saat ini pun dia masih merintis usaha kecil-kecilan, buka tempat makan, tongkrongan atau angkringan di Kota Bandung,” lanjut Wati. Namun, usaha yang dijalani Teddy tersebut dilaporkan belum menunjukkan hasil yang signifikan. “Tapi memang kondisi saat ini memang sedikit sepi. Jadi doakan saja yang terbaik buat Kang Teddy supaya usahanya lancar. Itu pun untuk biaya hidup Bintang,” tambahnya, merujuk pada kebutuhan biaya hidup putranya.
Di sisi lain, mantan asisten Lina Jubaedah, Butet, memberikan keterangan yang cukup mengejutkan mengenai kebiasaan Teddy Pardiyana saat masih bersama Lina. Butet mengungkapkan bahwa seluruh kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik mendiang Lina Jubaedah dikuasai sepenuhnya oleh Teddy sejak mereka menikah. “Tapi semenjak sama Teddy itu semua ATM dipegang Teddy. Jadi enggak boleh dipegang siapapun,” ungkap Butet.
Akibatnya, Butet sebagai asisten pribadi Lina, mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah saldo yang tersisa di rekening almarhumah. “Jadi, Butet udah enggak tahu masalah uang yang di ATM berapa itu udah enggak tahu karena dipegang sama Teddy ATM-nya,” terangnya. Lebih lanjut, Butet menyatakan bahwa kartu ATM Lina bahkan digunakan oleh Teddy untuk berbagai transaksi, termasuk saat berbelanja. “Jadi, belanja apapun itu Teddy yang bayar,” ujar Butet. Pernyataan ini menguatkan dugaan bahwa Teddy Pardiyana memang berupaya menguasai harta Lina Jubaedah.
Meskipun proses hukum sedang berjalan, pihak kuasa hukum Teddy Pardiyana menegaskan bahwa mereka tetap membuka pintu untuk penyelesaian secara damai dengan pihak termohon, yakni keluarga Sule. “Harapan terakhir sih tetap kami mengupayakan adanya mediasi perdamaian dengan pihak termohon. Bagaimanapun juga masih ada keterikatan persaudaraan, ada kerabat antara anaknya dengan kakak-kakaknya, dengan Rizky, dengan Teh Putri itu masih ada hubungan,” ujar Wati.
Ia berharap agar polemik yang terjadi dapat diselesaikan tanpa perlu memperpanjang konflik di ruang publik. “Bagaimanapun juga kita berdoa supaya ada perdamaian,” tutup Wati. Pernyataan ini menunjukkan adanya keinginan untuk mencapai titik temu yang menguntungkan semua pihak, sambil tetap memperhatikan hubungan kekeluargaan yang ada. Harapan terbesar adalah agar sengketa warisan ini dapat berakhir dengan baik dan tidak menimbulkan luka yang berkepanjangan di antara keluarga.
Harga Emas Batangan Antam Turun Pada Senin (23/3/2026) Harga emas batangan bersertifikat dari Logam Mulia…
Lokasi dan Keunikan Stasiun Garut Stasiun Garut merupakan salah satu titik penting dalam sistem transportasi…
Silaturahmi Idulfitri: Suku Togutil Turun Gunung, Jalin Persaudaraan dengan Warga Halmahera Perayaan Idulfitri di pedalaman…
Azizah Salsha dan Liburan Romantis di Labuan Bajo Selebgram Azizah Salsha, yang akrab disapa Zize,…
Penampakan Benda Bercahaya Misterius di Langit Lampung Warga di Provinsi Lampung dihebohkan dengan penampakan benda…
Perkembangan Terbaru Kasus Amsal Sitepu Kasus yang melibatkan Amsal Christy Sitepu, seorang videografer yang kini…