Tavares, Persebaya Alihkan Fokus ke PSM di GBT

Persebaya Surabaya: Bangkit dari Kekalahan, Fokus Penuh Hadapi PSM Makassar

Persebaya Surabaya harus segera melupakan kekalahan pahit 1-3 dari Persijap Jepara di pekan ke-22 Super League 2025/2026. Tak ada waktu untuk meratap, Green Force kini mengalihkan seluruh fokus menghadapi PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo. Kemenangan di kandang sendiri menjadi harga mati demi menjaga asa di papan persaingan kompetisi.

Kekalahan di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Sabtu (21/2) malam terasa begitu menyesakkan. Persebaya yang datang dengan target membawa pulang poin justru harus pulang dengan beban evaluasi yang sangat besar. Sejak menit awal pertandingan, performa tim tamu tampak jauh dari standar yang seharusnya. Aliran bola yang kurang rapi, koordinasi lini belakang yang terlambat, serta celah-celah yang tercipta berhasil dimanfaatkan secara efektif oleh tim tuan rumah.

Bacaan Lainnya

Tiga gol bersarang di gawang yang dijaga Ernando Ari sepanjang laga berjalan. Gol penalti dari Bruno Moreira di masa injury time hanya mampu memperkecil ketertinggalan, namun tidak mampu mengubah hasil akhir pertandingan. Situasi pasca-laga tersebut membuat ruang ganti Persebaya Surabaya diliputi keheningan. Namun, kompetisi liga tidak memberikan jeda panjang bagi tim untuk menundukkan kepala terlalu lama.

Pada hari Rabu, 25 Februari 2026, Persebaya Surabaya sudah ditunggu ujian berat berikutnya melawan PSM Makassar di Gelora Bung Tomo. Bermain di kandang sendiri menjadi momentum krusial yang tidak boleh disia-siakan.

Evaluasi Pelatih dan Sorotan Kunci

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, tidak menutupi rasa kecewanya atas performa anak asuhnya di pertandingan sebelumnya. Ia menilai bahwa terlalu banyak kesalahan elementer yang dilakukan timnya, yang kemudian langsung dihukum oleh lawan sepanjang pertandingan.

“Saya akan jujur, kami melakukan cukup banyak kesalahan. Persijap berhasil memanfaatkan peluang yang kami berikan. Itu tidak normal bagi kami, terutama kebobolan dari situasi transisi setelah kami kehilangan bola. Kami juga kebobolan dari situasi bola mati dan tendangan bebas,” ujar Tavares.

Sorotan utama dari pelatih asal Portugal ini tertuju pada rapuhnya antisipasi timnya terhadap situasi bola mati. Dalam dua pertandingan terakhir, pola kebobolan dari skema serupa terus berulang dan menjadi alarm serius bagi tim pelatih. Sebelum takluk dari Persijap, Persebaya Surabaya juga sempat kebobolan lewat set piece saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC. Masalah ini bukan sekadar insiden tunggal, melainkan sebuah celah taktis yang terus dieksploitasi oleh lawan.

“Jika dihitung, dalam dua pertandingan terakhir kami kebobolan empat gol dari situasi set piece. Itu menjadi fokus utama yang harus kami perbaiki. Padahal kami sudah melatih dan menganalisis situasi tersebut,” tegas Tavares.

Tavares mengakui bahwa timnya sebenarnya memiliki kualitas untuk tampil lebih baik. Namun, ia menilai bahwa ritme dan konsistensi permainan belum sepenuhnya stabil.

“Hari ini kami tidak memainkan pertandingan terbaik. Saya rasa kami sebenarnya bisa bermain lebih baik. Tapi inilah sepak bola. Kadang kami tampil bagus, kadang tidak,” jelasnya.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi mental bertanding Green Force. Apalagi, target untuk membawa pulang poin dari Jepara sebelumnya dianggap realistis mengingat komposisi skuad yang ada.

Momentum Kandang dan Ujian Karakter

Kini, seluruh fokus tim sepenuhnya tertuju pada laga kandang melawan PSM Makassar di Gelora Bung Tomo. Dukungan dari Bonek dan Bonita, para suporter setia Persebaya, diharapkan dapat menjadi energi tambahan untuk membalikkan situasi. Bermain di kandang sendiri memberikan keuntungan psikologis tersendiri. Tekanan yang sempat membebani setelah kekalahan bisa berubah menjadi motivasi saat ribuan suporter memberikan dukungan langsung dari tribun.

Pertandingan melawan PSM Makassar juga menjadi ujian karakter yang sesungguhnya bagi skuad Persebaya Surabaya. Respons setelah kekalahan sering kali menjadi pembeda antara tim yang sekadar bersaing dan tim yang benar-benar siap untuk berburu kemenangan.

Bernardo Tavares memahami betul pentingnya reaksi cepat dari para pemainnya. Ia tidak ingin hasil buruk di Jepara meninggalkan trauma yang berlarut-larut hingga mengganggu performa tim di laga berikutnya. Oleh karena itu, sesi latihan setelah kepulangan tim difokuskan pada pembenahan detail-detail kecil. Transisi bertahan yang solid dan pengawalan bola mati yang ketat menjadi prioritas utama yang harus diperbaiki dalam waktu singkat.

Tidak ada lagi ruang untuk alibi atau penyesalan panjang. Jadwal padat Super League 2025/2026 memaksa setiap tim untuk bergerak cepat memperbaiki diri. Persebaya Surabaya kini berada di titik krusial dalam perjalanan musim ini. Setiap poin yang diraih memiliki arti penting dalam menjaga posisi di klasemen dan mempertahankan momentum persaingan.

Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo diprediksi akan memanas saat menjamu PSM Makassar. Publik Surabaya tentu saja berharap adanya respons tegas dari Green Force sebagai jawaban atas kekalahan yang baru saja mereka alami.

“No Time to Die” bukan sekadar judul film, melainkan sikap yang harus ditunjukkan oleh Persebaya Surabaya. Bangkit dengan cepat, memperbaiki kesalahan-kesalahan mendasar, lalu menatap pertandingan melawan PSM Makassar dengan keyakinan penuh menjadi satu-satunya pilihan. Tavares telah memberi sinyal jelas mengenai arah timnya. Kini, giliran para pemain untuk membuktikan di lapangan bahwa kekalahan di Jepara hanyalah jeda singkat sebelum mereka kembali melaju kencang dalam perburuan poin.

Pos terkait