Rupiah Menguat di Awal Pekan, Analis Prediksi Rentang Perdagangan Menjelang Akhir Pekan
Pada awal pekan perdagangan, Senin (9/2/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan tren penguatan yang menggembirakan. Data yang terpantau pada pukul 09.08 WIB menunjukkan apresiasi sebesar 0,04%, setara dengan 6 poin, membawa rupiah ke posisi Rp16.870 per dolar AS. Penguatan ini terjadi bersamaan dengan pelemahan indeks dolar AS yang tercatat sebesar 0,06%, berada di angka 97,57.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memberikan pandangannya mengenai pergerakan rupiah pada pekan ini. Ia memprediksi bahwa nilai tukar rupiah akan bergerak dalam rentang yang cukup lebar, yaitu antara Rp16.750 hingga Rp17.200 per dolar AS. Prediksi ini didasarkan pada dinamika pasar keuangan global yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Salah satu sentimen utama yang diyakini memengaruhi pergerakan rupiah di pasar keuangan adalah perkembangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat. Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa saat ini, pasar keuangan global tengah menaruh harapan besar pada potensi meredanya ketegangan internasional.
Secara spesifik, perhatian tertuju pada pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran. Pasar berharap bahwa dialog ini dapat berkontribusi dalam meredakan ketegangan yang ada dan, yang terpenting, mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Namun, Ibrahim juga menyoroti adanya perbedaan pandangan yang cukup signifikan antara kedua negara mengenai pokok bahasan pembicaraan. Iran dikabarkan menolak permintaan Amerika Serikat untuk mendiskusikan program persenjataan rudalnya. Sebaliknya, Iran menegaskan bahwa diskusi hanya akan difokuskan pada isu ambisi nuklir Teheran.
“Iran merupakan salah satu produsen minyak utama di dunia dan lokasinya yang strategis di dekat Selat Hormuz, menjadikannya jalur pelayaran yang sangat krusial untuk perdagangan minyak mentah global,” ujar Ibrahim, menekankan pentingnya posisi Iran dalam lanskap energi dunia.
Selain pergerakan rupiah di pasar global, penting juga untuk memantau langsung kurs dolar AS yang ditawarkan oleh bank-bank besar di Indonesia. Berikut adalah rincian kurs jual dan beli dolar AS di beberapa bank terkemuka pada hari Senin, 9 Februari 2026:
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) pada pukul 10.26 WIB mematok harga beli dolar AS sebesar Rp16.857 dan harga jual sebesar Rp16.877. Nilai ini berlaku untuk kurs e-rate.
Untuk transaksi melalui TT Counter, BCA menetapkan harga beli dolar AS di angka Rp16.705 dan harga jual di Rp17.005. Sementara itu, untuk transaksi menggunakan Bank Notes, kurs beli dan jual dolar AS juga berada pada kisaran yang sama, yaitu Rp16.705 untuk pembelian dan Rp17.005 untuk penjualan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) pada pukul 10.33 WIB menetapkan kurs beli dolar AS sebesar Rp16.855 dan kurs jual sebesar Rp16.880 untuk jenis e-rate.
Untuk transaksi melalui TT Counter, BRI menawarkan kurs beli dolar AS di Rp16.775 dan kurs jual di Rp16.975. Nilai ini berlaku hingga waktu pembaruan data tersebut.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) pada pukul 09.11 WIB mengeluarkan kurs beli dolar AS sebesar Rp16.845 dan kurs jual sebesar Rp16.875 untuk special rate.
Melalui mekanisme TT Counter, Bank Mandiri menetapkan harga beli dolar AS di Rp16.650 dan harga jual di Rp16.950. Angka ini berdasarkan pembaruan data pada pukul 09.56 WIB.
Selanjutnya, untuk transaksi menggunakan Bank Notes, dengan pembaruan terakhir pada pukul 09.35 WIB, harga beli dolar AS juga tercatat Rp16.650 dan harga jual Rp16.950.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) pada pukul 11.35 WIB mengumumkan harga beli dolar AS sebesar Rp16.857 dan harga jual sebesar Rp16.877 untuk special rates.
Sementara itu, untuk transaksi melalui TT Counter pada jam yang sama, nilai beli dolar AS berada di level Rp16.725 dan nilai jual di Rp17.005. Angka yang serupa juga berlaku untuk transaksi menggunakan Bank Notes, berdasarkan pembaruan data pada pukul 10.35 WIB.
Pergerakan nilai tukar rupiah ini akan terus dipantau seiring dengan perkembangan sentimen pasar global dan domestik. Para pelaku pasar diharapkan untuk tetap cermat dalam mengambil keputusan investasi di tengah fluktuasi yang terjadi.
Azizah Salsha dan Liburan Romantis di Labuan Bajo Selebgram Azizah Salsha, yang akrab disapa Zize,…
Penampakan Benda Bercahaya Misterius di Langit Lampung Warga di Provinsi Lampung dihebohkan dengan penampakan benda…
Perkembangan Terbaru Kasus Amsal Sitepu Kasus yang melibatkan Amsal Christy Sitepu, seorang videografer yang kini…
Perjanjian Perdagangan Resiprokal (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat Pada tanggal 19 Februari 2026, pemerintah…
Laga Persiba Balikpapan vs Persipura Berjalan Sengit, Tim Tamu Menang Laga antara Persiba Balikpapan dan…
Pencapaian Siswa Aceh di Dunia Internasional Sebanyak 19 siswa SMA di Aceh berhasil diterima kuliah…