Klub pembinaan atletik ternama, Mandala Surya Atletik, yang berbasis di Tumpang, Kabupaten Malang, kembali mengukir prestasi membanggakan. Dalam ajang RS BHC RUN 2026 yang diselenggarakan di Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep pada Minggu, 8 Februari 2026, klub ini berhasil memborong dua medali emas dan satu medali perak. Pencapaian ini semakin istimewa mengingat hanya empat atlet yang dikirimkan oleh Mandala Surya Atletik untuk berkompetisi dalam ajang tersebut, yang berarti hampir seluruh kontingen pulang dengan membawa kabar gembira.
Prestasi gemilang ini menegaskan komitmen dan kualitas pembinaan yang diterapkan oleh Mandala Surya Atletik. Klub ini tidak hanya fokus pada pengembangan bakat atlet yang sudah ada, tetapi juga aktif dalam menjaring bibit-bibit unggul sejak usia dini.
Tiga medali yang berhasil diraih oleh Mandala Surya Atletik di RS BHC RUN 2026 merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi para atletnya. Rincian perolehan medali tersebut adalah sebagai berikut:
Pelatih Mandala Surya Atletik, Sultan, menyatakan bahwa hasil ini sesuai dengan target yang telah ditetapkan. “Memang ini sesuai target. Karena di atas kertas harusnya ya memang bisa juara,” ujarnya dengan optimis di sela-sela acara.
Keberhasilan Mandala Surya Atletik tidak lepas dari metode pembinaan yang unik dan disesuaikan untuk setiap atlet. Sultan menjelaskan bahwa pendekatan yang berbeda diterapkan pada setiap atlet jelang pertandingan untuk memaksimalkan potensi mereka.
Salah satu kunci keberhasilan terletak pada program latihan daya tahan. “Persiapan banyak dikasih jog straight aja. Jog straight itu lari jogging, habis itu kenceng lari jogging kenceng, itu aja dibanyakin untuk daya tahan,” ungkap Sultan. Program ini dirancang untuk membangun stamina yang kuat, memungkinkan atlet untuk mempertahankan kecepatan tinggi sepanjang perlombaan.
Sementara itu, untuk meningkatkan kecepatan, para atlet diberikan program latihan spesifik yang disebut “program turunan”. Latihan ini diatur agar volumenya sedikit lebih ringan dari jarak yang akan dilombakan. Contohnya, jika seorang atlet akan bertanding di nomor 5 kilometer, latihan mereka akan difokuskan pada jarak 4 kilometer. Tujuannya adalah agar kecepatan atlet terus meningkat hingga garis finis.
Selain aspek fisik, Mandala Surya Atletik juga sangat memperhatikan kesiapan mental para atletnya. Sultan menekankan bahwa mental sering kali menjadi tantangan terbesar bagi atlet usia muda. Terkadang, atlet yang menunjukkan performa luar biasa saat latihan bisa mengalami penurunan performa saat bertanding. Oleh karena itu, program pembinaan mental menjadi komponen penting dalam persiapan mereka.
Di luar persiapan atlet untuk kompetisi, Mandala Surya Atletik memiliki misi besar dalam menjaring dan membina bibit-bibit unggul sejak usia dini. Klub yang dikelola secara pribadi oleh pasangan Hisyam Aluwaini dan Darwati ini secara rutin mengadakan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) di tingkat Sekolah Dasar (SD).
Inisiatif ini bertujuan untuk menemukan bakat-bakat terpendam di berbagai daerah. Atlet yang berhasil menjuarai Porseni tersebut kemudian diundang untuk bergabung dengan pemusatan latihan di Tumpang, markas besar Mandala Surya Atletik. Di sana, mereka mendapatkan fasilitas lengkap, termasuk akomodasi, makanan, dan tentu saja, pelatihan intensif, semuanya disediakan secara gratis. Fokus utama mereka adalah berlatih dan mengembangkan diri tanpa perlu memikirkan kebutuhan dasar.
Mandala Surya Atletik juga menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan para atlet binaannya. Saat ini, klub tersebut membina 17 atlet yang masih aktif bersekolah. Untuk memastikan kelancaran pendidikan mereka, klub menjalin kerja sama dengan berbagai sekolah, mulai dari tingkat SMP hingga SMA.
“Jadi atlet ini dikasih kemudahan untuk online sekolahnya. Jadi mereka hanya fokus latihan di Tumpang,” jelas Sultan. Model kolaborasi ini memungkinkan para atlet untuk tetap menempuh pendidikan formal sambil memaksimalkan waktu mereka untuk berlatih.
Sultan, yang merupakan putra dari pasangan Hisyam Aluwaini dan Darwati, menyadari bahwa tantangan terbesar dalam pembinaan atlet usia muda yang murni dikelola secara swasta adalah biaya operasional. Namun, ia tetap optimis. “Tujuan kami untuk pembinaan atlet. Alhamdulillah sejauh ini selalu mendapat jalan dan kemudahan,” pungkasnya, menunjukkan keyakinan pada visi dan misi klub.
Kekacauan di Timur Tengah Setelah Jet Tempur AS Dihancurkan Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin…
YOGYAKARTA - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UPPP) Yogyakarta dan Wonosari memberikan informasi…
Peningkatan PAD Kuansing untuk Menjaga Kestabilan Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menetapkan target…
Penangkapan Dua Kakak Beradik Pengedar Narkoba di Muba Polisi berhasil menangkap dua kakak beradik yang…
Daftar Lawan Persib Bandung di Sisa Kompetisi Setelah meraih kemenangan penting atas Bali United dalam…
Muscab PKB Nganjuk 2026 Menghasilkan Lima Calon Ketua DPC Pada tanggal 4 April 2026, Partai…