Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, masyarakat di Kalimantan Tengah diimbau untuk bersiap menghadapi kondisi cuaca yang beragam. Berdasarkan prediksi terkini, sebagian besar wilayah provinsi ini diprakirakan akan diguyur hujan, bahkan berpotensi hujan lebat di beberapa daerah, seiring dimulainya ibadah puasa pada tahun 2026 mendatang.
Prakirawan dari Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilk Riwut, Muhammad Ihsan Siddiq, menyampaikan bahwa periode 18 hingga 20 Februari 2026 diperkirakan akan diwarnai oleh hujan dengan intensitas sedang di hampir seluruh Kalimantan Tengah. “Dilihat dari jumlah akumulasi hujan selama 24 jam, potensi hujan sedang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Kalteng,” ungkap Ihsan pada Rabu, 18 Februari 2026.
Potensi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah
Lebih lanjut, Ihsan merinci bahwa pada tanggal 19 Februari 2026, beberapa daerah spesifik menunjukkan potensi terjadinya hujan dengan kategori lebat. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Gunung Mas, serta bagian utara dari Seruyan dan Katingan. Kondisi ini memerlukan kewaspadaan ekstra bagi warga yang berdomisili di area tersebut.
Prediksi mingguan yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengindikasikan bahwa hujan masih akan terus terjadi di seluruh penjuru Kalimantan Tengah sepanjang minggu tersebut. “Pada periode 21 hingga 24 Februari 2026, sebagian besar wilayah Kalteng berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang,” tambah Ihsan.
Imbauan dan Potensi Dampak Cuaca Ekstrem
Menyikapi prakiraan cuaca ini, Ihsan mengimbau seluruh masyarakat Kalimantan Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak yang mungkin timbul akibat kondisi cuaca tersebut. Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, pohon tumbang, hingga tanah longsor perlu diantisipasi.
Selain itu, peringatan juga diberikan terkait dengan fenomena pertumbuhan awan Cumulonimbus. Awan jenis ini memiliki potensi untuk menghasilkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai dengan angin kencang. Pertumbuhan awan ini juga dapat memicu peningkatan ketinggian gelombang di wilayah pesisir dan perairan yang berada di bagian selatan Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, aktivitas pelayaran dan kegiatan di tepi pantai perlu dilakukan dengan lebih hati-hati.
Suhu Udara Selama Ramadan
Meskipun sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah diprediksi akan diguyur hujan, hal ini tidak serta merta berarti suhu udara akan terasa sejuk selama awal Ramadan. Ihsan menjelaskan bahwa definisi “sejuk” yang dimaksud adalah suhu yang mendekati suhu ruangan, yaitu sekitar 25 derajat Celsius.
“Dikatakan sejuk sih tidak, sejuk itu mirip-mirip seperti suhu ruangan maksimal 25 derajat kira-kira,” jelas Ihsan. “Sedangkan di wilayah Kalteng diprediksi suhu maksimumnya bisa mencapai hingga 32 derajat Celsius.” Hal ini berarti, meskipun hujan turun, suhu udara tetap berpotensi terasa hangat.
Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan informasi prakiraan cuaca ini untuk melakukan persiapan yang matang, baik dalam menjalankan ibadah puasa maupun dalam aktivitas sehari-hari. Kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem sangat penting demi menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama.
Ibadah Fajar Paskah di Mimika Berlangsung Khidmat Ibadah Fajar Paskah di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua…
Upaya Diplomasi di Tengah Ketegangan Laut Merah: Iran Tawarkan Paket Negosiasi Kompleks Situasi keamanan maritim…
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Kafe Lotta, Polres Pematangsiantar Ungkap Kronologi Kejadian Kepolisian Resor (Polres) Pematangsiantar…
Prakiraan Cuaca Hari Ini di Kawasan Tangerang Raya Pada hari ini, Minggu 5 April 2026,…
Kim Young Kwang: Bintang Populer Korea yang Selalu Membuat Penonton Baper Kim Young Kwang adalah…
Ringkasan Berita TKA 2026 untuk Siswa SD dan SMP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kembali…