Pertamina Patra Niaga: SPBU Weda, Layanan Terbaik untuk Masyarakat

Kepatuhan Pengisian BBM ke Jeriken di SPBU Weda: Pertamina Patra Niaga Tegaskan Prosedur Sesuai Aturan

Pertamina Patra Niaga secara tegas menyatakan bahwa layanan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Dexlite ke dalam jeriken di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Weda, Halmahera Tengah, telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. Pernyataan ini disampaikan untuk memberikan klarifikasi menyusul adanya insiden kebocoran jeriken saat proses pengisian berlangsung.

Ispiani Abbas, Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, menjelaskan bahwa operator SPBU telah menjalankan tugasnya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). “Pengisian Dexlite ke jeriken sudah dilakukan operator mengikuti aturan,” ujar Ispiani. Ia menambahkan bahwa insiden kebocoran yang terjadi pada salah satu jeriken saat proses pengisian berlangsung segera ditangani. “Namun, disayangkan saat pengisian ada jeriken yang bocor, ketika itu pengisian langsung dihentikan dan fokus pembersihan area pengisian,” lanjutnya.

Bacaan Lainnya

Penanganan insiden kebocoran BBM dilakukan dengan serius dan profesional. Proses pembersihan area pengisian BBM di SPBU Weda melalui beberapa tahapan yang terstruktur, memastikan area tersebut kembali aman dan bersih. Tahapan pembersihan meliputi:

  • Penyerapan Tumpahan Awal: Menggunakan pasir sebagai material absorben untuk menyerap sebagian besar tumpahan BBM.
  • Pembersihan dengan Air dan Sabun: Setelah penyerapan awal, area dibersihkan lebih lanjut menggunakan air dan sabun untuk menghilangkan sisa-sisa minyak.
  • Penggunaan Peralatan Safety: Terakhir, pembersihan disempurnakan dengan penggunaan peralatan khusus dari oil spill kit untuk memastikan tidak ada lagi residu yang tertinggal dan area benar-benar steril dari pencemaran.

Setelah proses pembersihan selesai, Ispiani Abbas memastikan bahwa operasional SPBU Weda kembali berjalan normal. “Sudah bersih dan operasional sudah berjalan normal,” tegasnya. Lebih lanjut, pihaknya juga melakukan inspeksi menyeluruh terhadap sarana dan prasarana pendukung di SPBU tersebut. “Kami juga inspeksi sarfas yakni nozzle dan dispenser dalam keadaan baik tidak ada kebocoran, serta tidak terdapat pencemaran di area SPBU,” imbuhnya.

Komitmen Pertamina dalam Sosialisasi dan Pengawasan SOP Pengisian BBM

Pertamina Patra Niaga tidak hanya berfokus pada penanganan insiden, tetapi juga secara proaktif terus meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai tata cara pengisian BBM ke jeriken yang benar dan aman. Sosialisasi ini ditujukan kepada seluruh lembaga penyalur, termasuk SPBU, untuk memastikan mereka memahami dan menerapkan aturan yang ada.

“Kami juga inspeksi sarfas yakni nozzle dan dispenser dalam keadaan baik tidak ada kebocoran, serta tidak terdapat pencemaran di area SPBU,” lanjut Ispiani.

Ispiani menekankan bahwa sosialisasi pengisian BBM ke jeriken yang sesuai dengan aturan dan aspek keselamatan merupakan upaya berkelanjutan. Hal ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang dan memastikan keamanan serta kelancaran distribusi BBM.

Selain sosialisasi, Pertamina Patra Niaga juga memberlakukan sistem pengawasan yang ketat. Pihaknya tidak ragu untuk memberikan tindakan tegas jika ada lembaga penyalur yang terbukti tidak mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dan mengabaikan aspek keselamatan operasional.

“Kami tidak ragu berikan teguran, peringatan, dan sanksi apabila tidak mengikuti SOP dan melalaikan aspek keselamatan operasional,” tegas Ispiani.

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Pertamina Patra Niaga dalam memastikan bahwa setiap layanan yang diberikan kepada masyarakat, termasuk pengisian BBM ke jeriken, dilakukan dengan standar tertinggi dalam hal keamanan, kepatuhan terhadap regulasi, dan profesionalisme operasional. Tujuannya adalah untuk menjaga integritas layanan, melindungi lingkungan, dan memastikan keselamatan seluruh pihak yang terlibat.

Pos terkait