Perombakan Strategis di Tubuh Kepelatihan Persijap Jepara: Mario Lemos Kembali Pimpin Tim, Divaldo Alves Perkuat Fondasi Teknik
Persijap Jepara, klub berjuluk Laskar Kalinyamat, kembali mengumumkan perubahan signifikan dalam struktur kepelatihan mereka. Perombakan ini dilakukan menyusul performa tim yang belum menunjukkan peningkatan berarti di putaran kedua Liga Super 2025-2026. Keputusan strategis ini melibatkan dua figur penting dalam tim: Mario Lemos dan Divaldo Alves.
Dalam rilis resmi terbaru, manajemen Persijap mengumumkan penunjukan kembali Mario Lemos sebagai pelatih kepala. Sebelumnya, Mario Lemos sempat memegang posisi ini di awal musim sebelum digantikan oleh Divaldo Alves menjelang bergulirnya bursa transfer putaran kedua. Kini, Divaldo Alves akan mengemban peran baru sebagai direktur teknik, sebuah posisi yang krusial dalam pengembangan jangka panjang klub.
Manajer Klub Persijap, Egat Sacawijaya, menjelaskan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari komposisi strategis yang telah dirancang matang oleh manajemen. Menurutnya, penunjukan ini bukan sekadar permulaan baru, melainkan kelanjutan dari rencana jangka panjang yang telah disusun untuk memperkuat fondasi tim secara menyeluruh. Penguatan ini mencakup aspek teknis, pengembangan pemain, serta menjaga kesinambungan filosofi permainan yang dianut oleh klub.
“Penunjukan ini merupakan wujud keseriusan kami dalam membangun Persijap secara berkelanjutan. Kami percaya Mario Lemos memiliki kapasitas kepemimpinan dan kualitas teknis untuk membawa tim tampil kompetitif di setiap pertandingan,” ujar Egat Sacawijaya.
Peran Baru dan Tanggung Jawab Strategis
Dengan kembalinya Mario Lemos sebagai pelatih kepala, fokus utama adalah pada peningkatan performa tim di lapangan. Mario Lemos akan bertanggung jawab penuh atas seluruh aspek persiapan tim, mulai dari penyusunan strategi pertandingan, taktik permainan, hingga memotivasi para pemain untuk menampilkan performa terbaik. Pengalaman dan pendekatan taktis yang dimilikinya diharapkan mampu memaksimalkan potensi setiap individu dalam skuad, serta membangun karakter permainan yang kuat, disiplin, dan konsisten.
Sementara itu, Divaldo Alves, yang sebelumnya pernah melatih klub-klub ternama seperti Persebaya, Persik Kediri, dan Persita Tangerang, kini akan mengabdikan keahliannya di posisi direktur teknik. Peran ini sangat vital dalam memastikan fondasi teknis klub tetap kokoh dan terarah. Divaldo Alves akan berfokus pada pengembangan struktur teknis klub secara menyeluruh, memastikan adanya sinkronisasi filosofi bermain yang seragam, mulai dari tim utama hingga jenjang pembinaan usia muda. Posisi ini menjadi kunci untuk menjaga kesinambungan visi dan arah pembangunan tim dalam jangka panjang, menciptakan sebuah ekosistem sepak bola yang solid di Persijap.
“Ini bukan tentang perubahan semata, melainkan tentang kesinambungan dan penguatan struktur yang sudah kami rancang sejak awal,” imbuh Egat Sacawijaya, menekankan pentingnya visi jangka panjang dalam setiap keputusan manajemen.
Optimisme Menghadapi Tantangan Zona Degradasi
Keputusan strategis ini diambil di tengah situasi Persijap yang masih tertahan di zona degradasi. Saat ini, Laskar Kalinyamat menempati peringkat ke-17 klasemen sementara Liga Super 2025-2026 dengan mengoleksi 15 poin. Poin tersebut sama dengan yang diraih oleh Semen Padang, yang juga berada di zona merah. Hasil tersebut merupakan buah dari empat kemenangan, tiga kali imbang, dan 14 kekalahan yang dialami Persijap sejauh ini.
Posisi Persijap memang belum ideal, namun manajemen menunjukkan optimisme tinggi dalam menghadapi sisa kompetisi. Mario Lemos menyatakan komitmennya untuk membawa tim keluar dari keterpurukan.
“Kami ingin Persijap tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dengan identitas yang kuat, profesional, dan membanggakan masyarakat Jepara. Dengan kerja keras, kolaborasi, serta dukungan seluruh elemen tim dan suporter, kami optimistis target tersebut dapat dicapai,” tuturnya dengan penuh semangat.
Persaingan di zona degradasi memang semakin ketat. Selain Persijap dan Semen Padang, Persis Solo juga turut terjerembab di dasar klasemen dengan 12 poin, hasil dari dua kemenangan, enam kali imbang, dan 13 kekalahan. Kondisi ini semakin menegaskan urgensi dari perombakan yang dilakukan Persijap, dengan harapan perubahan ini dapat menjadi katalisator positif untuk mendongrak performa tim dan mengamankan posisi di liga kasta tertinggi.
Perombakan ini diharapkan tidak hanya membawa perubahan taktis di lapangan, tetapi juga memperkuat mentalitas juang para pemain. Dengan kepemimpinan Mario Lemos dan fondasi teknis yang diperkuat oleh Divaldo Alves, Persijap Jepara bertekad untuk bangkit dan memberikan yang terbaik bagi para pendukungnya. Dukungan dari elemen tim, manajemen, dan tentu saja, suporter setia, akan menjadi faktor krusial dalam upaya Persijap untuk mengukir sejarah baru dan keluar dari bayang-bayang zona degradasi.







