TRENGGALEK – Kabar gembira datang dari dunia olahraga bela diri campuran (MMA) di Kabupaten Trenggalek. Atlet-atlet dari IBCA MMA Trenggalek berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IBCA MMA Sirkuit 1 Jawa Timur 2026. Ajang bergengsi ini diselenggarakan di Komplek Pasmar 2 Sidoarjo pada tanggal 22 hingga 25 Januari 2026.
Kontingen IBCA MMA Trenggalek sukses membawa pulang total 9 medali dari kejuaraan tersebut. Rinciannya adalah 5 medali emas dan 4 medali perak. Keberhasilan ini semakin mengukuhkan eksistensi dan kualitas pembinaan atlet bela diri campuran di Kabupaten Trenggalek.
Ketua Umum IBCA MMA Trenggalek, Widas Yuda, mengungkapkan bahwa kunci dari pencapaian ini adalah pola pembinaan yang menitikberatkan pada peningkatan jam terbang bertanding. Menurutnya, latihan rutin saja tidak cukup untuk menghasilkan atlet berprestasi.
“Arena pertandingan adalah alat evaluasi paling objektif untuk mengukur perkembangan fisik, teknik, dan mental bertanding atlet,” kata Widas.
Ia menjelaskan bahwa pengalaman bertanding memberikan tekanan mental yang tidak dapat sepenuhnya disimulasikan dalam sesi latihan. Oleh karena itu, uji tanding dan kompetisi rutin menjadi bagian penting dari proses pembinaan. Dengan begitu, kualitas atlet dapat teruji secara nyata sebelum mereka melangkah ke level yang lebih tinggi.
“Melalui pertandingan, pelatih dapat memetakan kelebihan dan kekurangan atlet secara nyata. Ini menjadi bahan evaluasi penting sebelum mereka diterjunkan ke ajang regional maupun nasional,” imbuhnya.
Pada Kejurprov tersebut, IBCA MMA Trenggalek mengirimkan 9 atlet yang berasal dari berbagai wilayah di Trenggalek, termasuk Kecamatan Watulimo, Trenggalek, dan Karangan. Mereka bertanding di berbagai kategori, mulai dari kelas junior, youth, hingga beginner. Berikut adalah daftar lengkap peraih medali:
Peraih Medali Emas:
Peraih Medali Perak:
Widas menambahkan bahwa para atlet telah menjalani persiapan intensif selama kurang lebih tiga bulan. Mereka berlatih secara rutin di camp masing-masing yang berlokasi di wilayah Trenggalek dan Watulimo.
Meskipun demikian, ia mengakui bahwa masih terdapat sejumlah keterbatasan, terutama terkait sarana dan prasarana latihan.
“Dengan fasilitas yang sederhana, anak-anak tetap menunjukkan semangat dan disiplin yang tinggi. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah,” pungkasnya. Pihaknya berharap, kedepannya, dukungan terhadap sarana dan prasarana dapat ditingkatkan, sehingga dapat memacu semangat para atlet dan menghasilkan lebih banyak prestasi lagi. Selain itu, dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, sponsor, maupun masyarakat, sangat dibutuhkan untuk mengembangkan potensi atlet-atlet muda di Trenggalek.
Dampak Perang di Timur Tengah terhadap Harga Pangan dan Energi Global Eskalasi konflik di kawasan…
JAKARTA - Polda Maluku telah merinci rangkaian kejadian yang menyebabkan kematian Ketua DPC Partai Golkar…
Peluang Karier di PT Nippon Indosari Corpindo Tbk PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, perusahaan yang…
Pada malam hari tanggal 4 April, langit Provinsi Lampung digemparkan oleh penampakan benda bercahaya yang…
Ringkasan Berita Strasbourg sedang dalam tren positif dengan catatan tak terkalahkan dalam 7 laga Ligue…
Penguatan Kapasitas Pembina Pramuka di Melawi Pembina Pramuka yang tergabung dalam berbagai sekolah dan komunitas…