Transformasi Pasar Leuwiliang: Kebangkitan Ekonomi dan Hiburan Modern di Bogor Barat
Pasar Leuwiliang, yang terletak di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, kini tengah menjalani proses revitalisasi pasca-musibah kebakaran. Namun, pembangunan ulang ini bukan sekadar mengembalikan kondisi pasar seperti sedia kala. Sebuah visi ambisius tengah diwujudkan, menjadikan Pasar Leuwiliang sebuah pusat ekonomi dan hiburan modern yang diharapkan mampu menjadi daya tarik baru bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor bagian barat. Konsep baru ini tidak hanya berfokus pada fungsi transaksi jual beli, tetapi juga merangkul aspek rekreasi dan aktivitas sosial, bahkan membangkitkan kembali nostalgia masa lalu.
Konsep Modern dengan Fasilitas Unggulan: Bioskop sebagai Magnet Baru
Salah satu inovasi paling signifikan dalam pembangunan ulang Pasar Leuwiliang adalah rencana penambahan fasilitas bioskop. Gagasan ini muncul sebagai strategi untuk meningkatkan daya tarik pasar dan memperluas jangkauan pengunjung. Keberadaan bioskop diharapkan tidak hanya menjadi tempat hiburan semata, tetapi juga mampu menciptakan sinergi positif dengan aktivitas perdagangan di pasar.
Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga, Haris Setiawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan penyedia layanan bioskop. “Insya Allah kami sudah berkomunikasi dengan penyedia layanan bioskop. Untuk tahap awal direncanakan akan dibangun dua studio terlebih dahulu,” ujar Haris Setiawan pada Senin, 16 Februari 2026. Beliau menekankan bahwa penambahan fasilitas hiburan ini justru akan saling menguatkan, bukan menghilangkan peran pasar rakyat.
Dengan adanya bioskop, diharapkan terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah pengunjung pasar. Peningkatan arus pengunjung ini secara langsung akan berdampak pada percepatan perputaran ekonomi bagi para pedagang lokal. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan, di mana aktivitas ekonomi dan hiburan berjalan beriringan.
Menghidupkan Kembali Nostalgia dan Membangun Ikon Baru
Rencana pembangunan bioskop di Pasar Leuwiliang juga memiliki makna historis. Leuwiliang dulunya pernah memiliki bioskop yang menjadi pusat keramaian dan titik kumpul warga. Dengan menghadirkan kembali fasilitas ini, diharapkan dapat membangkitkan kembali memori kolektif masyarakat dan menghidupkan kembali atmosfer yang pernah ada. Ini adalah upaya untuk tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga membangun kembali identitas dan kebanggaan lokal.
Lebih dari sekadar bioskop, pengembangan Pasar Leuwiliang diarahkan menjadi sebuah kawasan yang komprehensif. Berbagai pilihan kuliner akan dihadirkan, melengkapi fasilitas penunjang lainnya. Namun, penting untuk dicatat bahwa revitalisasi ini tidak akan menggeser pedagang lokal yang sudah lama berjualan di sana. Prinsipnya adalah mengembangkan pasar dengan tetap memberdayakan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sudah ada.
Pengaturan segmen pasar akan dilakukan secara cermat agar dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat, dari berbagai kalangan ekonomi. Tujuannya adalah menciptakan pasar yang inklusif dan dapat diakses oleh semua orang.
“Jika terealisasi, pasar ini diharapkan menjadi salah satu ikon baru pusat aktivitas ekonomi dan hiburan masyarakat di wilayah barat Kabupaten Bogor,” tegas Haris Setiawan, menggambarkan visi besar di balik proyek ini. Pasar Leuwiliang tidak hanya diharapkan menjadi tempat berbelanja, tetapi juga menjadi destinasi utama untuk berbagai aktivitas, mulai dari mencari kebutuhan sehari-hari, menikmati hidangan lezat, hingga bersantai menonton film.
Progres Pembangunan dan Target Penyelesaian
Saat ini, progres pembangunan Pasar Leuwiliang telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Proyek revitalisasi ini dilaporkan telah mencapai hampir 50 persen penyelesaian. Dengan target yang ambisius, diharapkan seluruh pembangunan dapat rampung pada bulan Desember 2026. Fase penyelesaian ini akan menjadi penentu terwujudnya Pasar Leuwiliang modern yang dinanti-nantikan.
Pembangunan yang terus berjalan ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari infrastruktur dasar hingga penataan ruang yang futuristik. Setiap tahapan pembangunan dipastikan berjalan sesuai dengan rencana dan standar yang telah ditetapkan.
Dampak Ekonomi dan Sosial yang Diharapkan
Transformasi Pasar Leuwiliang diharapkan membawa dampak positif yang luas. Dari sisi ekonomi, peningkatan aktivitas perdagangan dan kunjungan wisatawan lokal akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Para pedagang akan mendapatkan peluang lebih besar untuk meningkatkan omzet dan kesejahteraan mereka.
Secara sosial, pasar ini akan menjadi pusat interaksi dan kegiatan masyarakat. Keberadaan fasilitas hiburan seperti bioskop dan area kuliner akan menciptakan ruang publik yang lebih dinamis dan menarik. Hal ini penting untuk membangun kohesivitas sosial dan meningkatkan kualitas hidup warga Kabupaten Bogor bagian barat.
Proyek ini merupakan contoh nyata bagaimana sebuah fasilitas publik dapat direvitalisasi dengan visi yang kuat, menggabungkan fungsi tradisional dengan kebutuhan modern. Pasar Leuwiliang yang baru diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan warga lokal, tetapi juga menjadi model pengembangan pasar tradisional di daerah lain di Indonesia.







