Categories: Olahraga

Mayat Membusuk: Siswa SMP Tewas Dibunuh 2 Sahabat, Dipicu Sakit Hati Persahabatan Kandas

Misteri Mayat Membusuk di Bekas Wisata: Pelajar SMP Dibunuh Dua Teman Lamanya Akibat Sakit Hati

Sebuah penemuan mengerikan menggemparkan kawasan bekas obyek wisata Kampung Gajah Wonderland di Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Sesosok mayat membusuk ditemukan oleh sekelompok konten kreator horor yang tengah mencari materi untuk konten mereka pada Jumat malam. Penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian mengungkap fakta mengejutkan: korban adalah seorang pelajar SMP berinisial ZAAQ (14) yang tewas akibat dibunuh oleh dua orang teman lamanya sendiri. Motif di balik tindakan keji ini ternyata dipicu oleh rasa sakit hati korban yang memutuskan hubungan pertemanan.

Peristiwa ini bermula ketika para konten kreator tersebut menyusuri area yang terbengkalai untuk keperluan syuting. Keberadaan bau menyengat yang tak biasa mengarahkan mereka ke satu titik, di mana akhirnya mereka menemukan jasad manusia yang telah membusuk. Tanpa menunggu lama, petugas kepolisian segera mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara awal. Pada tahap awal, identitas korban belum terungkap, sehingga polisi masih mengidentifikasinya sebagai “Mr. X”.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra, membenarkan adanya kejadian penemuan mayat di bekas wisata Kampung Gajah. Ia menyatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat untuk melakukan identifikasi korban dan mendalami penyebab kematian dengan memeriksa adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sebuah tim gabungan dari jajaran Polres Cimahi dibentuk untuk mempercepat proses penyelidikan.

Penangkapan Pelaku dalam Waktu Kilat

Upaya penyelidikan yang dilakukan oleh tim gabungan membuahkan hasil yang signifikan. Kurang dari 24 jam setelah penemuan mayat, Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi berhasil mengidentifikasi dan menemukan pelaku beserta tempat persembunyian mereka. Dua remaja yang diduga kuat sebagai pelaku, berinisial YA (16) dan AP (17), berhasil ditangkap di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut, pada Sabtu malam.

“Terkait penemuan mayat di eks Kampung Gajah, kami amankan pelakunya. Ada dua orang yang juga masih di bawah umur. Kami amankan di Garut,” ungkap AKBP Niko N Adi Putra saat dikonfirmasi pada Minggu (15/2/2026).

Dari hasil pemeriksaan yang mendalam, terungkap bahwa korban adalah ZAAQ, seorang pelajar SMP Negeri 26 Kota Bandung. Polisi memastikan bahwa korban telah dibunuh sekitar lima hari sebelum jasadnya ditemukan oleh para konten kreator.

“Jadi, korban ini dihabisi hari Senin sore. Pelaku sengaja datang ke Bandung. Kemudian, ada jeda beberapa hari, jasad korban ini baru ditemukan saksi yang sedang live media sosial pada Jumat malam,” jelas AKBP Niko N Adi Putra.

Setelah melakukan aksi pembunuhan tersebut, kedua pelaku sempat melarikan diri ke Tasikmalaya, sebelum akhirnya berpindah ke Garut dan akhirnya berhasil diringkus oleh aparat kepolisian.

Pembunuhan yang Direncanakan Secara Matang

Pihak kepolisian menyatakan bahwa kasus pembunuhan ini bukanlah tindakan spontan, melainkan sebuah pembunuhan yang telah direncanakan sebelumnya. Salah satu pelaku, YA, sengaja datang dari Garut dengan tujuan menemui korban dan bahkan telah membawa pisau sejak awal perjalanannya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, rencana pertemuan dengan korban sebenarnya telah disusun oleh YA dua hari sebelum kejadian pembunuhan tersebut. “Jadi, sebetulnya YA ini ingin menemui korban sejak hari Sabtu (7/2/2026), cuma tersangka AP ini masih ada pekerjaan sebagai tukang dekorasi di nikahan sehingga mereka baru bisa ke Bandung hari Senin,” ungkap AKBP Niko N Adi Putra saat gelar perkara pada Minggu (15/2/2026).

Keduanya kemudian berangkat bersama menuju Bandung. Setelah bertemu dengan korban di sekitar area sekolahnya, YA mengajak ZAAQ untuk pergi ke area bekas tempat wisata Kampung Gajah. Sementara itu, AP menunggu di bagian luar lokasi kejadian.

“Sementara tersangka AP menunggu di bagian luar. Perlu diketahui, tersangka YA ini sudah membawa pisau di motornya. Kemudian, pisaunya dimasukkan ke jaketnya,” terang AKBP Niko N Adi Putra.

Setibanya di lokasi yang lebih sepi, percakapan antara YA dan ZAAQ mulai memanas dan memicu cekcok. Dalam situasi tersebut, YA memukul kepala korban menggunakan sebuah botol hingga korban terluka dan terjatuh. Tanpa memberikan kesempatan korban untuk pulih, YA kemudian melakukan penusukan berulang kali ke arah perut korban.

“Setelah korban terjatuh tetapi masih dalam keadaan sadar, tersangka lalu menghujamkan pisau yang dibawanya sebanyak delapan kali ke arah perut. Tersangka kemudian meninggalkan korban dalam keadaan masih hidup,” ujar AKBP Niko N Adi Putra.

Usai melakukan serangan brutal tersebut, YA mengambil ponsel dan jaket milik korban, lalu kembali ke Garut bersama AP. Untuk mengelabui keluarga dan teman-teman korban, pelaku kemudian menggunakan ponsel korban untuk mengirimkan pesan yang seolah-olah korban telah diculik.

“Saat korban tidak kembali, ada kecurigaan dari keluarga. Di situ, pelaku yang menguasai ponsel korban mengirimkan pesan ke teman-teman dan keluarganya seolah-olah korban ini diculik,” papar AKBP Niko N Adi Putra.

Selama periode korban menghilang dari hari Senin hingga Jumat, beredar pesan berantai di media sosial yang menginformasikan bahwa bocah SMP tersebut menjadi korban penculikan, lengkap dengan tampilan percakapan WhatsApp antara korban dan temannya. “Jadi, informasi soal korban yang diculik ini, sebetulnya buatan pelaku. Saat itu, ponsel korban ini dalam penguasaan pelaku. Intinya saat ini masih kami dalami dulu hal-hal lainnya,” tambah AKBP Niko N Adi Putra.

Sakit Hati Jadi Pemicu Pembunuhan

Motif utama di balik aksi pembunuhan yang mengerikan ini terungkap dipicu oleh rasa sakit hati korban yang memutuskan hubungan pertemanan dengan salah satu pelaku. Berdasarkan keterangan penyidik, kedua pelaku dan korban telah saling mengenal selama kurang lebih tiga tahun dan memiliki hubungan yang cukup dekat sebagai teman.

“Tersangka ini mengaku sakit hati terhadap korban, di mana korban memberikan pernyataan sikap yaitu memutus hubungan pertemanan mereka,” ungkap AKBP Niko N Adi Putra.

Pelaku merasa sangat kecewa dengan sikap korban yang memutuskan tali pertemanan mereka begitu saja. Kekesalan tersebut kemudian memuncak hingga akhirnya timbul niat untuk menghabisi nyawa korban.

“Dalam keadaan sakit hati itu, pelaku berangkat ke Bandung menyusul korban, tapi memang dengan niat memang membunuh korban. Dia diantar oleh saudaranya AP, mereka berangkat hari Senin,” ujar AKBP Niko N Adi Putra.

Pihak kepolisian juga mengungkapkan bahwa hubungan antara korban dan pelaku sudah diketahui oleh keluarga. Diketahui bahwa keduanya sempat bersekolah di Garut sebelum korban pindah ke Bandung.

“Dulu di Garut, mereka sempat berselisih, lalu korban pindah ke Bandung. Tapi, meskipun di Bandung, mereka (korban dan pelaku) rutin bertemu,” sebut AKBP Niko N Adi Putra.

“Tapi, pelaku tidak terima karena hubungan pertemanan mereka diputus begitu saja oleh korban. Jadi, hubungannya kakak adiklah ya,” imbuh AKBP Niko N Adi Putra.

Atas perbuatan keji yang telah mereka lakukan, kedua pelaku kini dijerat dengan pasal berlapis. Mereka terancam dikenakan Pasal 80 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pembunuhan berencana.

“Yang mana ancamannya adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun,” tegas AKBP Niko N Adi Putra.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Bagian SDM Polresta Pontianak Ikut Serta dalam Pembukaan Rakor KONI Kota Pontianak 2026

Sinergi Aparat Keamanan dan Pemangku Kepentingan Olahraga di Kota Pontianak Pembinaan olahraga di Kota Pontianak…

57 menit ago

Trump Kirim Utusan ke Pakistan untuk Perdamaian dengan Iran

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan bahwa pihaknya akan mengirimkan utusan ke Pakistan untuk…

1 jam ago

Warga Indonesia di Iran Keluarkan Rp 37 Ribu Sebulan untuk Air, Listrik, dan Gas

Pemuda Indonesia di Iran Ungkap Biaya Kebutuhan Dasar yang Sangat Murah Pemuda Indonesia yang tinggal…

2 jam ago

Thomas-Uber 2026: Enam Lapangan Jadi Fokus, Indonesia Siap Bersaing

Tim bulu tangkis Indonesia mengambil langkah strategis dengan menyewa enam lapangan latihan di Horsens Badminton…

2 jam ago

TPID Toraja Utara Antisipasi Inflasi Akibat Kenaikan BBM Non-Subsidi

Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Mengkhawatirkan Stabilitas Harga Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi menjadi…

2 jam ago

PSPS Pekanbaru Unggul 2-1 atas Persekat Tegal di Babak Pertama

PSPS Pekanbaru Unggul Atas Persekat Tegal di Babak Pertama PSPS Pekanbaru berhasil meraih kemenangan tipis…

2 jam ago