Gerakan Bersih Masjid: Sambut Ramadan dengan Suasana Suci di Bengkulu
BENGKULU – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bengkulu telah meluncurkan inisiatif “Gerakan Bersama Bersih-bersih Masjid” (Geber BBM) yang menandai kesiapan menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Acara ini, yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia, difokuskan di Masjid Jamik Kota Bengkulu pada Senin pagi, 16 Februari 2026.
Sejak fajar menyingsing, para Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kemenag, didampingi oleh pengurus masjid, telah berkumpul dengan semangat. Mengenakan pakaian olahraga yang nyaman untuk aktivitas fisik, mereka bersiap untuk membersihkan rumah ibadah kebanggaan umat Islam tersebut.
Kegiatan bersih-bersih dimulai tepat pukul 06.30 WIB. Berbekal sapu, serokan sampah, hingga pel, para ASN bahu-membahu membersihkan area masjid. Ada yang bertugas menyapu halaman, mengumpulkan dedaunan kering dan sampah yang berserakan, sementara yang lain fokus membersihkan bagian dalam masjid. Pembagian tugas yang jelas memastikan setiap sudut masjid mendapatkan perhatian.
Tidak hanya sekadar menyapu, upaya pembersihan juga mencakup perapian ranting-ranting pohon di sekitar masjid, menciptakan lingkungan yang lebih asri dan nyaman. Inisiatif ini bukan hanya terbatas pada satu lokasi, melainkan dilaksanakan secara merata di seluruh tingkatan institusi Kemenag, mulai dari tingkat madrasah, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga kantor Kemenag di tingkat daerah.
Inisiatif Nasional dari Menteri Agama
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Bengkulu, Saefudin, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan gagasan langsung dari Menteri Agama Republik Indonesia, Bapak Nasaruddin Umar. “Kegiatan ini digagas oleh Bapak Menteri Agama, yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Untuk di Bengkulu, kami memusatkan kegiatan ini di Masjid Jamik Kota Bengkulu,” ungkap Saefudin dalam sambutannya pada Senin (16/2/2026) pagi.
Saefudin menambahkan bahwa partisipasi dalam gerakan ini tidak hanya melibatkan pegawai Kemenag di tingkat kabupaten dan kota. Namun, juga merangkul seluruh institusi pendidikan di bawah naungan Kemenag, termasuk sekolah-sekolah seperti madrasah dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah hingga Madrasah Aliyah. Selain itu, KUA di setiap kecamatan di seluruh Provinsi Bengkulu juga turut serta.
“Untuk sekolah, kami fokus pada masjid terdekat di lingkungan sekolah. Sementara itu, untuk KUA, kegiatan difokuskan pada masjid yang berada di sekitar wilayah kecamatan masing-masing,” jelas Saefudin. Ia menegaskan bahwa gerakan bersih-bersih masjid ini merupakan wujud nyata komitmen Kementerian Agama dalam menyambut bulan suci Ramadan, memastikan umat dapat beribadah dalam suasana yang khusyuk dan nyaman.
Masjid sebagai “Rest Area” bagi Pemudik
Lebih lanjut, Saefudin menyampaikan sebuah imbauan penting terkait masjid-masjid yang berlokasi di sepanjang jalan lintas Provinsi Bengkulu. Ia berharap agar masjid-masjid tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tempat istirahat atau “rest area” bagi para pemudik yang melintasi wilayah tersebut.
“Dengan gerakan bersih-bersih masjid ini, kami berharap masjid-masjid menjadi lebih bersih dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang membutuhkan tempat beristirahat. Khususnya bagi masjid yang berada di jalur lintas di Bengkulu, kami mendorong agar masjid tersebut dapat berfungsi sebagai rest area,” ujar Saefudin.
Tujuan utama dari imbauan ini adalah untuk memberikan fasilitas yang memadai bagi para pelintas, sehingga mereka dapat beristirahat sejenak dalam perjalanan panjang. “Kami juga secara aktif mensosialisasikan hal ini kepada Kementerian Agama di tingkat Kabupaten maupun Kota, agar masjid yang berada di jalan lintas dapat dioptimalkan perannya sebagai tempat beristirahat yang nyaman bagi para pemudik,” tambah Saefudin.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, terlihat antusiasme yang tinggi. Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Bengkulu, Saefudin, bersama dengan Kepala Kantor Kemenag Kota Bengkulu, Nopian Gustari, turut serta secara langsung dalam aksi bersih-bersih masjid. Kehadiran mereka bersama dengan para pengurus Masjid Jamik memberikan semangat tambahan bagi seluruh peserta yang terlibat.
Pembersihan meliputi berbagai area di dalam dan luar masjid.
Para ASN Kemenag mengenakan pakaian olahraga untuk kenyamanan.
Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
Masjid Jamik Kota Bengkulu menjadi pusat kegiatan di Provinsi Bengkulu.







