Imlek Cikarang: Ratusan Lampion Merah Hiasi Kelenteng Tek Seng Bio

Kelenteng Tek Seng Bio Berbenah Sambut Imlek 2577: Nuansa Merah dan Doa Keberuntungan

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang akan jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, Kelenteng Tek Seng Bio di Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, telah menampilkan kesibukan persiapan yang kental dengan nuansa Imlek. Sejak beberapa hari terakhir, tempat ibadah yang berusia ratusan tahun ini mulai dihiasi berbagai ornamen khas, menandakan kesiapan untuk menyambut momen penting bagi umat Tionghoa.

Pantauan di lapangan pada Minggu sore, 15 Februari 2026, memperlihatkan bahwa suasana Imlek sudah terasa sejak pengunjung memasuki area kelenteng. Ratusan lampion berwarna merah cerah digantung di berbagai sudut, mulai dari teras hingga halaman depan, menciptakan pemandangan yang meriah dan semarak. Kehadiran lampion-lampion ini tidak hanya menambah keindahan visual, tetapi juga menjadi simbol harapan dan keberuntungan yang diharapkan menyertai tahun yang baru.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya dekorasi luar, bagian-bagian bangunan kelenteng yang sebelumnya mungkin terlihat sedikit kusam, kini telah dicat ulang dengan warna merah yang dominan. Warna merah ini memiliki makna penting dalam budaya Tionghoa, melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran. Perubahan visual ini mencerminkan semangat pembaruan dan penyucian diri menjelang pergantian tahun.

Di dalam kelenteng, sebanyak 13 altar yang didedikasikan untuk berbagai dewa dan leluhur terlihat bersih dan tertata rapi. Kebersihan altar merupakan bagian penting dari persiapan spiritual, menunjukkan rasa hormat dan penghormatan kepada entitas ilahi.

Makna Spiritual di Balik Tradisi Kebersihan

Persiapan menyambut Imlek di Kelenteng Tek Seng Bio tidak hanya terbatas pada aspek fisik. Bioking Kelenteng Tek Seng Bio, Suhenri, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan persiapan telah dimulai sejak Kamis, 12 Februari 2026, dengan agenda utama pembersihan seluruh area kelenteng.

“Pembersihan patung-patung dewa atau Kimsin dilakukan Jumat (13/2/2026). Bagian kelenteng yang kusam juga dicat ulang berwarna merah, dan tempat abu dupa dibersihkan,” ujar Suhenri ketika ditemui pada Minggu sore.

Menurut Suhenri, tradisi bersih-bersih menjelang Imlek memiliki makna spiritual yang mendalam. Kegiatan ini bukan sekadar aktivitas fisik belaka, melainkan sebuah bentuk penghormatan kepada para dewa dan leluhur. Lebih dari itu, ini adalah persiapan batin untuk menyambut tahun baru, dengan harapan agar tahun yang akan datang membawa lebih banyak keberuntungan, kebahagiaan, dan keharmonisan bagi seluruh umat.

Tradisi ini mengajarkan pentingnya melepaskan hal-hal lama yang sudah tidak relevan atau membawa energi negatif, serta membuka diri untuk hal-hal baru yang positif. Kebersihan fisik mencerminkan kebersihan hati dan pikiran, sebuah fondasi penting untuk memulai lembaran baru.

Ragam Persembahan dan Keberagaman Dewa

Selain kesibukan bersih-bersih dan dekorasi, umat juga mulai mempersiapkan berbagai jenis persembahan yang akan diletakkan di altar. Aneka buah-buahan segar, dodol yang manis, hingga berbagai kue khas Imlek tersusun rapi. Persembahan ini melambangkan rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan serta doa dan harapan tulus untuk kelimpahan dan kesejahteraan di tahun yang baru.

Kelenteng Tek Seng Bio, yang didirikan pada tahun 1825, memiliki sejarah panjang dan menjadi pusat spiritual bagi komunitas Tionghoa di Bekasi. Kelenteng ini memuliakan sebanyak 13 dewa atau kongco, masing-masing dengan peran dan makna tersendiri. Di antara dewa-dewa yang dihormati adalah Tian Ti Kong, yang merupakan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak diwujudkan dalam bentuk patung. Ada pula Lim Tay Sukong, yang dikenal sebagai Dewa Rezeki, serta Toa Pe Kong, Dewa Bumi yang menjaga kesuburan dan kemakmuran tanah. Tak ketinggalan, Kwan Im atau Dewi Welas Asih juga memiliki tempat khusus, melambangkan kasih sayang dan pengampunan.

Keberagaman dewa yang dipuja menunjukkan kekayaan kepercayaan dan budaya yang terjalin dalam tradisi Imlek, mencakup aspek-aspek penting dalam kehidupan manusia seperti rezeki, bumi, dan kebajikan.

Puncak Keramaian di Malam Tahun Baru

Suhenri memperkirakan bahwa puncak keramaian di Kelenteng Tek Seng Bio akan terjadi pada malam Tahun Baru Imlek, yaitu Senin malam, 16 Februari 2026. Pada malam inilah, umat akan berbondong-bondong datang untuk melaksanakan ibadah, memanjatkan doa, dan merayakan pergantian tahun bersama keluarga dan komunitas. Suasana malam pergantian tahun di kelenteng diprediksi akan semakin meriah dengan kehadiran ribuan umat yang ingin mengawali tahun baru dengan penuh suka cita dan harapan.

Perayaan Imlek di Kelenteng Tek Seng Bio ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan pelestarian budaya. Kesibukan persiapan yang terlihat jelas di kelenteng ini menjadi bukti nyata betapa pentingnya perayaan Imlek bagi masyarakat Tionghoa, sebuah momen untuk refleksi, harapan, dan kebersamaan.

Pos terkait