Memilih mobil bekas membutuhkan ketelitian ekstra, terutama karena mobil yang pernah terendam banjir berpotensi menyimpan masalah yang baru muncul di kemudian hari. Jejak banjir pada mobil bekas seringkali sulit disembunyikan, sehingga pembeli yang jeli dapat mengidentifikasi tanda-tandanya.
Menurut seorang ahli dari bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten, Imun, calon pembeli mobil bekas harus melakukan pemeriksaan menyeluruh. Pastikan semua fungsi mobil bekerja dengan baik, termasuk sistem elektrikal, mesin, interior, dan transmisi. Jika ada indikasi mobil pernah terendam banjir, sebaiknya pertimbangkan kembali pembelian tersebut.
Bau Tidak Sedap di Kabin: Salah satu indikasi paling umum adalah bau apek, lembap, atau bau lumpur yang khas di dalam kabin. Bau ini seringkali sulit dihilangkan meskipun sudah menggunakan pengharum ruangan.
Masalah Kelistrikan: Mobil yang pernah terendam banjir seringkali mengalami masalah kelistrikan. Ini bisa berupa indikator malfungsi yang muncul di layar informasi atau terdeteksi saat pemindaian menggunakan alat diagnostik.
Jejak di Sela-Sela Tersembunyi: Periksa area-area yang sulit dijangkau, seperti kolong dasbor, sudut-sudut laci, atau pada baut. Jejak banjir seringkali tertinggal di area-area ini.
Elin, pemilik GK Auto Service Gunung Kidul, memberikan beberapa titik referensi untuk memeriksa apakah mobil pernah terendam banjir:
Pangkal Pedal: Periksa bagian pangkal pedal dengan posisi jongkok di dekat bangku pengemudi dan gunakan penerangan yang cukup. Jika mobil pernah terendam banjir, biasanya akan ada korosi kekuning-kuningan pada bagian ini.
Bagian Bawah Bangku: Bangku mobil terbuat dari rangka besi yang seringkali luput dari pengawasan. Periksa bagian ini untuk mencari tanda-tanda korosi.
Komponen Besi Lainnya: Setiap komponen yang terbuat dari besi berpotensi mengalami korosi jika pernah terendam air. Periksa bagian engsel pintu, comsteer, lantai, dan komponen sejenisnya.
Sabuk Keselamatan dan Soket Kelistrikan: Periksa sabuk keselamatan untuk mencari noda seperti basah, lumpur, atau jamur. Perhatikan juga apakah soket kelistrikan tampak pernah dibuka secara massal, yang bisa menjadi pertanda pembongkaran akibat banjir. Jika sabuk keselamatan belum pernah dibongkar, noda mungkin masih tertinggal.
Sayangnya, banyak penjual mobil bekas tidak mengungkapkan riwayat banjir pada unit yang mereka jual. Bahkan, beberapa penjual mungkin pura-pura tidak tahu. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan sendiri atau meminta bantuan ahli.
Rio Ferdiyansyah, pemilik Showroom mobil bekas Elite Car Klaten, menekankan pentingnya pemeriksaan unit sebelum dijual. Mereka memastikan bahwa unit yang dijual bukan bekas banjir atau tabrakan, sehingga pembeli mendapatkan mobil berkualitas dan merasa aman.
Dengan melakukan pemeriksaan yang teliti dan berhati-hati, calon pembeli dapat menghindari risiko membeli mobil bekas yang bermasalah akibat banjir.
Warga Perumahan Bukit Pamulang Indah Menghadapi Banjir yang Berlangsung Selama Tiga Hari Berturut-Turut Warga di…
Kehidupan Anak yang Menggemparkan Dunia Pendidikan Seorang guru SD di TikTok dengan akun @ererey_16 membagikan…
Kehadiran Lim Ji Yeon dalam Drama dan Film Fantasi Lim Ji Yeon kembali menunjukkan kemampuan…
Jadwal dan Prediksi Laga PSPS Pekanbaru vs Persekat Tegal Laga antara PSPS Pekanbaru dan Persekat…
Dolar AS Tertekan Akibat Potensi Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Sedikit Mereda JAKARTA. Indeks dolar…
Pengamanan Ibadah Paskah 2026 di Kota Singkawang Berjalan Lancar Pengamanan selama perayaan Hari Raya Paskah…