Kepuasan Warga Jakarta Terendah: Survei Terbaru Kinerja Presiden Prabowo Berbasis Wilayah

Mayoritas Publik Puas Kinerja Presiden Prabowo di Awal Pemerintahan

JAKARTA – Sebagian besar masyarakat Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dalam periode awal pemerintahannya. Sejak dilantik sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024, Prabowo, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, telah memimpin negara ini selama kurang lebih satu tahun tiga bulan.

Sebuah survei nasional yang diselenggarakan oleh Indikator Politik Indonesia pada periode 15–21 Januari 2026 mengungkapkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo mencapai angka yang mengesankan, yaitu 79,9 persen. Angka ini merupakan gabungan dari responden yang menyatakan “sangat puas” sebesar 13,0 persen dan “cukup puas” sebesar 66,9 persen.

Bacaan Lainnya

Di sisi lain, sebanyak 17,1 persen responden menyatakan merasa “kurang puas” dengan kinerja Presiden. Sementara itu, hanya 2,2 persen yang menyatakan “tidak puas sama sekali”. Sisanya, sebesar 0,8 persen, tidak memberikan jawaban atau menjawab “tidak tahu” (TT/TJ). Hasil survei ini secara umum mengindikasikan bahwa persepsi publik terhadap kinerja Presiden Prabowo masih berada dalam zona aman dan positif di awal masa kepemimpinannya.

Kepuasan Publik Lebih Tinggi di Wilayah Pedesaan

Analisis lebih mendalam berdasarkan wilayah tempat tinggal responden menunjukkan adanya perbedaan signifikan. Tingkat kepuasan tertinggi dilaporkan berasal dari masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan.

  • Sebanyak 82,8 persen warga pedesaan menyatakan kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo.
  • Hanya 16,7 persen warga pedesaan yang menyatakan ketidakpuasan.

Sementara itu, di wilayah perkotaan, tingkat kepuasan dilaporkan sedikit lebih rendah, yaitu 77,0 persen, dengan angka ketidakpuasan mencapai 21,8 persen. Perbedaan ini mengindikasikan bahwa masyarakat pedesaan cenderung memberikan apresiasi yang lebih tinggi terhadap kebijakan dan kinerja pemerintah pusat dibandingkan dengan masyarakat perkotaan.

Jakarta Catat Tingkat Ketidakpuasan Tertinggi

Ketika ditinjau berdasarkan wilayah spesifik, Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta muncul sebagai wilayah dengan tingkat kepuasan terendah dibandingkan daerah lainnya di Indonesia.

  • Di Jakarta, hanya 53,0 persen responden yang menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo.
  • Sebaliknya, 47,0 persen responden di Jakarta menyatakan tidak puas.

Angka ini mengisyaratkan bahwa warga Ibu Kota cenderung memiliki pandangan yang lebih kritis dan selektif terhadap kinerja pemerintah dibandingkan dengan masyarakat di daerah lain.

Sementara itu, wilayah yang mencatat tingkat kepuasan tertinggi adalah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dengan angka kepuasan mencapai 83,8 persen. Diikuti oleh Jawa Timur sebesar 81,6 persen, dan Sumatera dengan 81,1 persen.

Wilayah lain seperti Bali dan Nusa Tenggara mencatat tingkat kepuasan sebesar 89,2 persen, menunjukkan tingginya apresiasi masyarakat di sana. Kalimantan berada di angka 79,8 persen. Untuk wilayah Sulawesi, tingkat kepuasan tercatat 81,1 persen, sementara Maluku dan Papua berada di angka 74,3 persen.

Burhanuddin Muhtadi, selaku Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, menjelaskan temuan ini. “Kalau dari sisi wilayah, mereka yang berasal dari Jakarta, meskipun mayoritas puas, tapi tingkat kepuasannya hanya 53 persen ya, jauh di bawah warga Sumatra, warga Bali Nusa, warga Jateng-DIY, warga Jatim, maupun warga Sulawesi ya,” ujarnya saat pemaparan hasil survei yang ditayangkan secara daring.

“Jadi ini kira-kira menjadi gambaran secara umum ya, basis dukungan Pak Prabowo merata kecuali di kota-kota besar seperti Jakarta yang relatif tingkat kepuasannya tidak sebesar wilayah lain,” tambahnya.

Metodologi Survei

Populasi dalam survei ini mencakup seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum, yaitu mereka yang telah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling, sebuah teknik pengambilan sampel bertingkat yang acak. Dalam survei ini, jumlah sampel yang berhasil dikumpulkan sebanyak 1.220 responden.

Dengan asumsi menggunakan metode simple random sampling, ukuran sampel sebanyak 1.220 responden memberikan toleransi kesalahan (margin of error) kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sampel yang diambil berasal dari seluruh provinsi di Indonesia dan didistribusikan secara proporsional untuk mencerminkan keragaman geografis dan demografis.

Responden yang terpilih kemudian diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara yang telah melalui proses pelatihan khusus. Untuk memastikan kualitas data, dilakukan kontrol kualitas secara acak terhadap 20 persen dari total sampel. Proses ini melibatkan supervisor yang kembali mendatangi responden terpilih untuk melakukan pengecekan langsung (spot check). Hasil dari proses kontrol kualitas ini tidak menemukan kesalahan yang berarti.

Pos terkait