Dinsos Batang: Bantuan Logistik untuk Korban Longsor Pranten

Pemerintah Kabupaten Batang bergerak cepat memberikan bantuan logistik kepada warga Desa Pranten, Kecamatan Bawang, yang terdampak bencana tanah longsor. Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Batang berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyalurkan bantuan tersebut. Tujuan utama dari penyaluran ini adalah untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian akibat bencana.

Kepala Dinsos Kabupaten Batang, Willopo, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan berupa bahan makanan mentah. Strategi ini dipilih agar warga setempat dapat segera mengolah bahan-bahan tersebut di dapur umum yang telah didirikan secara swadaya.

Bacaan Lainnya

“Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari permintaan logistik terkait bencana longsor di Pranten. Kami bekerja sama dengan BPBD untuk mengirimkan bantuan yang diperkirakan antara 1,5 hingga 3 kuintal bahan logistik,” ujar Willopo, menekankan pentingnya respons cepat dalam situasi darurat.

Jenis bantuan yang disalurkan meliputi berbagai kebutuhan pokok, antara lain:

  • Bihun jagung sebanyak 6 dus
  • Minyak goreng sebanyak 36 liter
  • Telur sebanyak 60 kilogram
  • Kertas nasi sebanyak 6 pack

Willopo berharap bahwa bantuan logistik ini dapat mencukupi kebutuhan warga terdampak selama beberapa hari ke depan, sembari menunggu penanganan lebih lanjut.

Alasan Pemilihan Bahan Makanan Mentah

Dinsos Kabupaten Batang memiliki alasan tersendiri mengapa memilih menyalurkan bantuan dalam bentuk bahan makanan mentah. Menurut Willopo, di Desa Pranten sudah terdapat dapur umum yang diinisiasi dan dikelola oleh masyarakat setempat secara swadaya.

“Jika makanan dimasak di tempat lain lalu dikirimkan, selain membutuhkan waktu yang lebih lama, makanan tersebut juga berpotensi menjadi dingin saat tiba di lokasi dan kualitasnya tidak maksimal. Oleh karena itu, penyaluran bahan mentah dianggap lebih efektif karena dapat langsung diolah di dapur umum yang sudah ada,” jelas Willopo.

Kesiapsiagaan Dinsos Batang

Selain menyalurkan bantuan ke Desa Pranten, Dinsos Batang juga tetap menyiagakan stok logistik di kantor. Langkah ini diambil sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu diperlukan untuk membuka kembali Dapur Umum (DU). Sebelumnya, Dinsos telah mengoperasikan dapur umum selama delapan hari pasca terjadinya bencana longsor. Kesiapsiagaan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan respons cepat dan berkelanjutan terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.

Jumlah Pengungsi dan Dampak Bencana

Terkait dengan jumlah pengungsi, Willopo menyampaikan bahwa berdasarkan data dari BPBD, terdapat sekitar 600 jiwa yang terdampak langsung oleh bencana longsor. Sebagian warga memilih untuk mengungsi di rumah saudara atau kerabat, baik di wilayah Pranten maupun hingga ke Kabupaten Wonosobo.

“Jumlahnya sekitar 600-an orang. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga dan memberikan semangat kepada masyarakat Pranten, serta membuktikan bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap mereka,” pungkas Willopo. Pernyataan ini menekankan pentingnya dukungan moral dan kehadiran pemerintah dalam memulihkan semangat masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

Bencana longsor ini tidak hanya menyebabkan kerugian materi, tetapi juga berdampak psikologis bagi para korban. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa logistik, tetapi juga dukungan moral dan psikososial untuk membantu masyarakat bangkit kembali. Pemerintah Kabupaten Batang terus berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi warganya yang terdampak bencana, serta memastikan bahwa kebutuhan dasar mereka terpenuhi dan proses pemulihan dapat berjalan dengan lancar.

Pos terkait