Setelah menyampaikan pidatonya di Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Presiden Prabowo Subianto terlibat dalam sebuah pertemuan yang menarik perhatian banyak pihak. Pertemuan tersebut adalah dengan Zinedine Zidane, legenda sepak bola Prancis yang juga dikenal sebagai mantan pemain dan pelatih Real Madrid. Pertemuan ini terjadi pada hari Jumat, 23 Januari 2026.
Apa sebenarnya yang dibahas oleh Presiden Prabowo dan Zinedine Zidane dalam pertemuan yang tak terduga ini? Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan sedikit gambaran mengenai isi percakapan tersebut.
Pertemuan Prabowo dan Zidane: Memajukan Sepak Bola Indonesia
Menurut Seskab Teddy Indra Wijaya, pertemuan antara Presiden Prabowo dan Zinedine Zidane berlangsung selama kurang lebih 45 menit. Pertemuan ini terjadi setelah Prabowo menyampaikan konsep “Prabowonomics” di Forum Ekonomi Dunia.
“Setelah menyampaikan konsep Prabowonomics di World Economic Forum, Presiden Prabowo melakukan pertemuan dengan legenda sepak bola sekaligus pelatih ternama berkebangsaan Prancis, Zinedine Zidane,” ujar Teddy melalui akun Sekretariat Kabinet, pada hari Minggu, 25 Januari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan aspirasinya untuk memajukan sepak bola Indonesia. Ia mengungkapkan keinginannya agar tim nasional (timnas) Indonesia dapat berkembang dan berprestasi lebih baik.
“Dalam pertemuan sekitar 45 menit itu, Presiden Prabowo menyampaikan keinginan besarnya untuk terus memajukan sepak bola Tanah Air dan Tim Nasional,” kata Teddy.
Selain itu, Prabowo juga memaparkan rencananya untuk membangun lapangan sepak bola di setiap sekolah baru. Tujuannya adalah agar siswa dan anak-anak dapat memiliki fasilitas yang memadai untuk berlatih dan mengembangkan bakat mereka di bidang sepak bola.
Presiden Prabowo tidak hanya menyampaikan visinya, tetapi juga meminta masukan dan saran dari Zinedine Zidane, seorang tokoh yang sangat berpengalaman dan dihormati di dunia sepak bola.
“Presiden Prabowo juga meminta masukan dan saran sang maestro Zidane terhadap perkembangan sepak bola nasional,” ungkap Teddy.
Pertemuan dengan Presiden Macron di Paris
Selain bertemu dengan Zinedine Zidane, Presiden Prabowo juga menerima undangan dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Élysée, Paris, pada hari yang sama, Jumat, 23 Januari 2026.
Seskab Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pertemuan antara kedua kepala negara tersebut berlangsung secara tertutup selama 2,5 jam.
“Presiden Prabowo mengunjungi Paris kurang dari 5 jam untuk melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Emmanuel Macron. Pertemuan tertutup kedua pemimpin tersebut berlangsung sekitar 2,5 jam diawali makan malam,” kata Teddy, seperti dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet pada hari Sabtu, 24 Januari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Macron membahas berbagai isu penting, termasuk komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis di berbagai bidang.
Selain itu, kedua pemimpin negara juga bertukar pandangan mengenai isu-isu global dan internasional yang menjadi perhatian bersama.
“Serta menyelaraskan isu-isu global dan internasional antara kedua kepemimpinan serta terkait kepemimpinan Prancis sebagai tuan rumah pertemuan G7,” ujar Teddy.
Pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Zinedine Zidane dan Presiden Emmanuel Macron menunjukkan komitmen Indonesia untuk menjalin hubungan yang baik dengan berbagai negara dan tokoh dunia. Pertemuan-pertemuan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan Indonesia di berbagai bidang, termasuk sepak bola dan hubungan internasional.







