Categories: Berita

Jeritan Nenek: Saksi Mata Kecelakaan Maut Majalengka Ungkap Peringatan Sopir

Kesaksian Korban Selamat: Detik-Detik Mengerikan Kecelakaan Maut Elf di Majalengka

Kecelakaan tragis yang merenggut nyawa terjadi di wilayah Cingambul, Majalengka, melibatkan sebuah mobil Elf yang membawa rombongan peziarah dan wisatawan. Di tengah duka mendalam, salah satu korban selamat, Ratna Wulan, membagikan kesaksiannya mengenai momen-momen menegangkan sebelum kendaraan tersebut oleng dan terjun ke jurang. Pengakuannya membuka tabir tentang kronologi yang terjadi, termasuk kelelahan rombongan dan desakan sopir untuk segera menyelesaikan perjalanan.

Rombongan ini memulai perjalanan mereka sejak Minggu pagi, berangkat dari Karawang dengan tujuan utama untuk melakukan ziarah dan menikmati keindahan wisata di Ciamis, Tasikmalaya, dan Pangandaran. Rencana awal adalah kembali ke rumah pada sore hari. Namun, kelelahan fisik yang dialami para penumpang menambah lapisan kekhawatiran, terutama ketika perjalanan harus dilanjutkan di malam hari.

Kronologi Perjalanan yang Melelahkan

Menurut penuturan Ratna Wulan saat menjalani perawatan di RSUD Cideres Majalengka, rombongan tersebut berangkat tepat pada hari Minggu, sekitar pukul 06.00 pagi. Tujuan pertama adalah Ciamis atau Tasikmalaya.

“Itu kan pas hari Minggu kita berangkat jam 6 pagi ke Ciamis atau Tasik. Sampai sana sekitar jam 6 atau 7 pagi, terus istirahat, ziarah,” ujar Ratna.

Setelah rangkaian kegiatan ziarah selesai, rombongan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi wisata berikutnya, yaitu Pangandaran. Mereka menikmati waktu di sana hingga sore hari sebelum memulai perjalanan pulang.

“Habis dari Pangandaran pulang jam 4 sore. Terus perjalanan, sampai malam sekitar jam 8 atau 9, terus sempat ke Ciamis lagi, cuma makan sebentar, ambil barang, langsung pulang,” tambahnya.

Kondisi fisik para penumpang pada titik ini sudah sangat terkuras. Rasa lelah mendominasi, dan muncul kekhawatiran di antara mereka mengenai kelanjutan perjalanan di malam hari.

Desakan Sopir dan Kekhawatiran yang Terabaikan

Ratna mengungkapkan bahwa sebenarnya ada usulan dari sebagian anggota rombongan untuk tidak terburu-buru melanjutkan perjalanan pulang. Mereka merasa perlu istirahat yang cukup. Namun, keinginan sopir untuk segera menyelesaikan tugasnya demi memenuhi pesanan sewa mobil berikutnya menjadi faktor penentu.

“Kan tadinya jangan disuruh pulang dulu, soalnya belum istirahat. Tapi sopirnya mau pulang, soalnya mobilnya sudah ada yang nyarter lagi,” jelas Ratna dengan nada prihatin.

Keputusan untuk tetap melanjutkan perjalanan di malam hari, meskipun dalam kondisi lelah, akhirnya diambil.

Jalan yang Asing dan Peringatan yang Terlambat

Saat memasuki wilayah Cingambul, Kabupaten Majalengka, Ratna menyadari bahwa jalur yang dilalui bukanlah rute yang biasa mereka lewati. Sebagian besar penumpang, termasuk dirinya, sudah tertidur lelap akibat kelelahan yang menumpuk.

“Pas di perjalanan pulang, itu jalan pertama kali lewat situ. Biasanya nggak lewat situ. Terus semuanya pada tidur,” tuturnya.

Dalam kondisi sebagian besar penumpang terlelap, beberapa penumpang yang masih terjaga mulai merasakan ketidaknyamanan. Peringatan pun mulai dilontarkan kepada sang sopir.

“Nenek sempat ngejerit, ‘awas, bawa mobilnya jangan kencang-kencang’. Abah juga bilang, ‘pelan-pelan saja jangan kencang-kencang’,” kenang Ratna.

Peringatan tersebut muncul seiring dengan kondisi jalan yang semakin membahayakan. Hujan yang baru saja reda meninggalkan permukaan jalan yang licin, menambah risiko kecelakaan.

Momen Tak Terlupakan Sebelum Kehilangan Kesadaran

Situasi semakin genting ketika jalanan menjadi sangat licin pasca hujan. Suara teriakan penumpang yang menyadari bahaya semakin meningkat.

“Udah licin habis hujan, terus pada teriak, langsung jatuh. Nggak tahu nabrak atau apa. Udah nggak inget, nggak sadar,” kata Ratna dengan mata berkaca-kaca.

Momen-momen terakhir sebelum kecelakaan maut itu terjadi terasa sangat cepat dan membingungkan. Ratna mengaku kehilangan kesadaran total setelah kendaraan terjun ke jurang. Ia baru kembali tersadar ketika dirinya sudah berada dalam penanganan tim medis, jauh dari lokasi kejadian yang mengerikan. Kesaksian ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dalam setiap perjalanan, terutama saat kondisi fisik dan lingkungan tidak mendukung.

Redaksi

Recent Posts

Prediksi Skor Cremonese vs Bologna: Head-to-Head dan Statistik Serie A Italia

Pertandingan Cremonese vs Bologna di Serie A Italia Pertandingan antara Cremonese dan Bologna akan digelar…

7 menit ago

Jadwal Moto3 Trans7 MotoGP Spanyol 2026: Race Sore Hari, Ujian Keempat Veda Ega Pratama

Jadwal MotoGP Spanyol 2026 dan Siaran Langsung MotoGP Spanyol 2026 akan menjadi seri keempat dalam…

1 jam ago

Hasil Final Proliga 2026: Megawati Istirahat, Pertamina Enduro Kalahkan Phonska Plus

Pertamina Enduro berhasil memastikan gelar juara putaran final four Proliga 2026 di sektor putri. Meskipun…

2 jam ago

5 drama Korea yang menyisipkan pelajaran keuangan

Drama Korea yang Menyelipkan Pelajaran Finansial Drama Korea tidak hanya menawarkan cerita yang menarik dan…

2 jam ago

HUT ke-19 Tribun Pekanbaru, 19 Tahun Setia Menjaga Kepercayaan Audiens

Perjalanan 19 Tahun Tribun Pekanbaru: Dari Media Cetak ke Era Digital Sembilan belas tahun bukan…

2 jam ago

Jadwal Shalat Banjarmasin Hari Senin 20 April 2026

Mengetahui jadwal shalat harian sangat penting bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah sesuai dengan ketentuan…

2 jam ago