Pelatih Persita, Carlos Pena, mengungkapkan kekecewaannya setelah timnya kalah 1-0 dari Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (4/4/2026) malam ini. Meski secara permainan timnya dinilai tampil baik, Persita gagal memanfaatkan peluang yang ada.
Statistik menunjukkan bahwa Persita unggul dalam penguasaan bola sebesar 51 persen. Namun, justru gawang Persita kebobolan pada menit ke-61 lewat gol Rivera. Gol ini menjadi penentu kekalahan tim asuhan Carlos Pena.
“Kami sedih dengan hasilnya, karena menurut saya kami pantas mendapatkan setidaknya satu poin hari ini,” ujar Carlos Pena setelah pertandingan. Ia menilai pertandingan berjalan ketat. Persebaya lebih dominan di babak pertama, sementara Persita menguasai jalannya pertandingan di babak kedua.
Namun, saat menguasai pertandingan itu, gawang Persita justru kebobolan. Gol tersebut diawali oleh aksi Arief Catur. “Tapi saya tidak ingat lebih banyak peluang dari mereka. Dan kami juga memiliki peluang, satu dari Rayco, juga satu tendangan sudut di babak kedua. Tetapi kami tidak bisa memanfaatkannya,” tambah pelatih asal Spanyol itu.
Carlos Pena menegaskan bahwa kekalahan ini harus dijadikan pelajaran. “Jadi sedih dengan hasilnya. Tetapi kami harus terus maju, fokus pertandingan selanjutnya menghadapi Arema,” pungkasnya.
Kekecewaan juga disampaikan oleh pemain Persita, Nur Hardianto. Menurutnya, pertandingan berlangsung seimbang dan seharusnya Persita mampu meraih poin. “Tentu kami kecewa karena sebetulnya kami seharusnya dapat poin. Tapi kami akan melupakan pertandingan ini dan fokus ke pertandingan selanjutnya,” kata Nur Hardianto.
Kekalahan dari Persebaya menghentikan tren kemenangan Persita yang sebelumnya berhasil menang dua laga berturut-turut. Gagal mendapatkan poin, Persita terpaksa turun ke posisi keenam klasemen dengan 41 poin. Sedangkan Persebaya naik ke posisi kelima.
Pertandingan antara Persita dan Persebaya berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Persebaya. Gol tunggal yang dicetak oleh Rivera pada menit ke-61 menjadi penentu kemenangan tim tamu. Sementara Persita gagal memanfaatkan peluang yang mereka miliki, meskipun tampil dominan di babak kedua.
Kekalahan ini berdampak langsung pada klasemen. Persita kini berada di peringkat keenam dengan 41 poin. Sementara Persebaya naik ke posisi kelima, hanya selisih satu poin dari Persita. Hal ini menunjukkan kompetisi Liga Super 2025/2026 masih sangat ketat.
Meski kecewa dengan hasil pertandingan, para pemain dan pelatih Persita tetap fokus pada laga-laga berikutnya. Mereka akan menghadapi Arema dalam pertandingan berikutnya. Carlos Pena menekankan pentingnya menjaga semangat dan fokus agar bisa kembali meraih kemenangan.
Nur Hardianto juga menyatakan bahwa kekalahan ini tidak akan mengganggu mentalitas tim. “Kami akan melupakan pertandingan ini dan fokus ke pertandingan selanjutnya,” katanya.
Dalam pertandingan ini, Persita berhasil menguasai bola hingga 51 persen. Meski demikian, mereka gagal memanfaatkan peluang yang ada. Beberapa kesempatan seperti tendangan sudut dan peluang dari Rayco tidak bisa dimanfaatkan dengan baik.
Sementara itu, Persebaya tampil agresif dan berhasil menciptakan gol yang memutus dominasi Persita. Performa tim tamu menunjukkan bahwa mereka mampu beradaptasi dengan strategi yang diterapkan oleh pelatih mereka.
Kasus Asusila di Bandar Lampung: Dua Pria Terlibat dalam Perbuatan Tak Senonoh terhadap Remaja Di…
Peningkatan Aktivitas Pedagang Saat Perayaan Paskah di Palangka Raya Di kawasan Pemakaman Kristen Jalan Tjilik…
Peringatan Cuaca Ekstrem dari BMKG Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan waspada terhadap…
Suasana libur Idul Fitri 1447 Hijriah masih terasa kental, menjadi momen yang tepat untuk berkumpul…
Peran Penting Imunisasi dalam Perlindungan Kesehatan Anak Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin menekankan bahwa imunisasi…
AMBON Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca untuk Kota Ambon pada…