Persetan Sanksi FIFA, Malaysia Tak Ingin Tunggu 10 Tahun: Butuh Banyak Naturalisasi!



Pengamat sepak bola Malaysia, Zulakbal Abdul Karim, menyatakan bahwa Harimau Malaya perlu menambah pemain naturalisasi baru agar bisa menjadi tim yang kuat. Pernyataan ini muncul setelah Malaysia kalah 1-3 dari Vietnam dalam pertandingan terakhir Kualifikasi Piala Asia 2027.

Dalam pertandingan tersebut, pelatih Malaysia, Peter Cklamovski, memasukkan kombinasi pemain lokal, keturunan, dan naturalisasi. Namun, meskipun begitu, Malaysia tetap tidak mampu mengalahkan Vietnam. Zulakbal mengatakan bahwa dalam pertandingan itu, Malaysia kalah secara teknis, taktis, dan kualitas pemain.

Bacaan Lainnya

“Saya melihat dalam pertandingan hari Selasa, kami menggunakan tiga kategori pemain: lokal, keturunan, dan naturalisasi,” ujarnya.

“Tetapi kami tetap tidak bisa mengalahkan Vietnam, secara teknis, kita berada di bawah Vietnam. Secara taktis, juga di bawah,” tambahnya.

Zulakbal juga menyebutkan bahwa terakhir kali Malaysia berhasil mengalahkan Vietnam dengan skor telak 4-0, saat masih diperkuat oleh pemain keturunan palsu. Oleh karena itu, ia menilai Malaysia sangat membutuhkan pemain naturalisasi baru untuk memperkuat kekuatan Harimau Malaya.

Langkah ini bukanlah tindakan putus asa, menurut Zulakbal, melainkan respons sementara dalam membangun kembali kekuatan skuad.

“Jika Anda melihat rekornya, kami pernah mengalahkan Vietnam dengan telak sebelumnya karena tujuh pemain yang terlibat dalam skandal dokumen itu.”

“Jadi ya, kita memang membutuhkan pemain naturalisasi dan pemain keturunan lokal baru jika kita ingin mengalahkan Vietnam lagi,” katanya lagi.

Skandal pemalsuan dokumen naturalisasi memang sangat memalukan, tapi Zulakbal meminta pencarian pemain keturunan jangan sampai berhenti. Ia menyarankan Malaysia belajar dari kesalahan sebelumnya, agar lebih jujur dalam proses naturalisasi pemain.

Mengapa Zulakbal begitu ngotot agar naturalisasi pemain tetap dilakukan? Karena baginya, sepak bola Malaysia tidak bisa menunggu 10 tahun untuk sukses.

“Belajarlah dari kesalahan. Kita harus memahami aturan FIFA agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.”

“Pemain naturalisasi dan pemain keturunan lokal masih sangat dibutuhkan oleh sepak bola Malaysia,” katanya lagi.

Zulakbal sadar akan kualitas bakat lokal, oleh karena itu untuk mengasah kemampuan mereka, pemain naturalisasi memang sangat dibutuhkan.

“Jika kita ingin mengembangkan bakat lokal, itu membutuhkan waktu. Kita tidak bisa menunggu 10 tahun sebelum maju.”

“Jadi menurut saya pengembangan pemain lokal dan naturalisasi harus berjalan bersamaan, untuk dampak langsung dan jangka panjang,” pungkas Zulakbal.

Langkah ini juga dilakukan sebagai persiapan Malaysia tampil di Piala AFF 2026 yang digelar medio Juli hingga Agustus ini. Selain itu, Malaysia juga butuh kekuatan baru untuk tampil di Piala ASEAN FIFA yang digelar akhir tahun 2026 ini.

Menarik dinantikan seperti apa kejutan yang akan diberikan Malaysia untuk sepak bola Asia Tenggara.

Pos terkait