YOGYAKARTA – Menghadapi laga PSIM Yogyakarta melawan Persija Jakarta pada Rabu (22/4), panitia pelaksana mengumumkan perubahan lokasi pertandingan.
Sebelumnya, pertandingan pekan ke-29 Super League tersebut direncanakan digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul. Namun, akhirnya diputuskan untuk memindahkan lokasi pertandingan ke Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Ketua Panpel PSIM Yogyakarta, Wendy Umar Seno Aji, menjelaskan alasan perubahan venue yang dinilai mendesak. Menurutnya, keputusan ini diambil sebagai bentuk pertimbangan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pertandingan.
“Kami menyepakati bahwa aspek keamanan dan kenyamanan seluruh pihak harus menjadi prioritas utama. Mengingat tingginya antusiasme pencinta sepak bola untuk laga krusial ini,” ujarnya.
Pihak PSIM menilai Stadion Sultan Agung belum siap menghadapi animo yang begitu besar dari para penggemar. Oleh karena itu, pertandingan akan diselenggarakan tanpa kehadiran penonton.
“Keputusan strategis ini diambil demi menghindarkan PSIM dari sanksi administratif maupun pengurangan poin yang dapat merugikan posisi kami di klasemen,” tambahnya.
Keputusan ini diharapkan tetap mendapatkan dukungan dari seluruh elemen suporter PSIM Yogyakarta. Meski tidak ada penonton, tim tetap berkomitmen untuk memberikan performa terbaik dalam laga tersebut.
Saat ini, PSIM Yogyakarta berada di peringkat sebelas klasemen sementara Super League dengan 38 poin. Sementara Persija Jakarta, yang bertengger di peringkat tiga dengan 58 poin, juga akan turun dengan semangat tinggi.
Pertimbangan Keamanan
Pihak panitia melihat bahwa Stadion Sultan Agung tidak mampu menampung jumlah penonton yang diperkirakan akan hadir. Hal ini berpotensi menimbulkan risiko keamanan yang tidak bisa dihindari.
Kenyamanan Penonton dan Tim
Selain itu, keputusan ini juga diambil agar para penonton dan pemain merasa nyaman. Dengan tidak adanya penonton, suasana pertandingan akan lebih tenang dan fokus pada permainan.
Mencegah Sanksi Administratif
PSIM Yogyakarta ingin menghindari risiko sanksi atau pengurangan poin yang bisa memengaruhi posisi mereka di klasemen.
PSIM Yogyakarta
Saat ini berada di peringkat sebelas dengan 38 poin.
Persija Jakarta
Bertengger di peringkat tiga dengan 58 poin.
Panpel PSIM Yogyakarta berharap keputusan ini dapat dipahami oleh seluruh pihak, terutama para suporter. Mereka tetap berkomitmen untuk memberikan performa terbaik meskipun tanpa kehadiran penonton.
JAKARTA – Harga tiga merek emas yang tersedia di Pegadaian tetap stabil pada hari Ahad…
Kehilangan Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora…
Ringkasan Berita Berdasarkan kalender Jawa, tanggal 20 April 2026 jatuh pada weton Senin Pahing. Hari…
Proyeksi Kenaikan IHSG Pasca Libur Lebaran Ekonom keuangan dan praktisi pasar modal Hans Kwee memberikan…
Klaten Menjadi Daerah dengan Jumlah Wisatawan Terbanyak Kedua di Jawa Tengah Libur Lebaran 2026 memberikan…
Kekecewaan Komisaris Persib terhadap Penundaan Penonton BANDUNG – Komisaris Persib Bandung Haji Umuh Muchtar menyampaikan…