Muscab PKB Nganjuk 2026 Menghasilkan Lima Calon Ketua DPC
Pada tanggal 4 April 2026, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Nganjuk resmi menyelesaikan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) yang berlangsung selama beberapa hari. Acara ini menjadi momen penting dalam proses pengambilan keputusan terkait struktur dan arah partai di tingkat daerah.
Muscab kali ini menghasilkan sejumlah agenda strategis, termasuk penentuan lima nama calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Nganjuk. Proses ini dilakukan melalui empat sidang pleno, yaitu laporan pertanggungjawaban, pembahasan tata tertib, penyusunan program kerja, serta usulan calon ketua DPC dari tim pemetaan kader.
Acara Muscab tersebut turut dihadiri oleh jajaran DPP PKB, DPW PKB Jawa Timur, pengurus DPC PKB Kabupaten Nganjuk, serta perwakilan partai politik lainnya. Hal ini menunjukkan komitmen dan dukungan lintas partai terhadap proses demokratisasi internal PKB.
Lima Nama yang Masuk Bursa Calon Ketua DPC
Setelah melalui berbagai tahapan, lima nama akhirnya ditetapkan sebagai calon Ketua DPC PKB Kabupaten Nganjuk. Berikut adalah nama-nama tersebut:
- Mochammad Mashuri (Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Nganjuk)
- Ulum Basthomi
- Burhanudin El Arif
- Abdullah Faqih Almarzuqi
- Muhammad Nur Daenuri
Proses penentuan calon tidak dilakukan melalui voting terbuka, tetapi melalui musyawarah dan pemetaan kader yang dilakukan oleh DPP PKB bersama DPW PKB Jawa Timur. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa calon-calon yang muncul memiliki kualitas dan kapasitas yang sesuai dengan harapan partai.
Tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan
Setelah nama-nama tersebut ditetapkan, para kandidat akan menjalani tahapan uji kelayakan dan kepatutan (UKK) yang diselenggarakan oleh DPP PKB. Proses ini merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa calon-calon yang diusulkan memiliki integritas, kemampuan, serta komitmen terhadap visi dan misi PKB.
Ketua DPP PKB, Daniel Johan, menjelaskan bahwa mekanisme penentuan calon tidak melalui voting terbuka, melainkan melalui proses musyawarah dan pemetaan kader. Ia juga menekankan bahwa semua calon telah melalui evaluasi dan pemilihan yang matang.
“Tidak ada voting terbuka. Semua calon merupakan hasil musyawarah dan pemetaan kader. Tahap berikutnya adalah uji kelayakan dan kepatutan,” ujar Daniel Johan.
Fokus pada Sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan
Daniel Johan juga menyampaikan harapannya agar Muscab ini dapat menghasilkan keputusan strategis yang mampu menjawab tantangan di Kabupaten Nganjuk. Menurutnya, PKB memiliki peran penting dalam mengatasi persoalan masyarakat, terutama di sektor pertanian.
Ia menilai bahwa penguatan sektor pangan menjadi prioritas di tengah berbagai tantangan global. Oleh karena itu, ia berharap DPC PKB Nganjuk dapat menjadi kekuatan utama dalam mengatasi isu-isu seperti ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
“Ke depan, DPC PKB Nganjuk harus menjadi kekuatan dalam mengatasi persoalan masyarakat, khususnya di bidang pertanian. Ketahanan pangan menjadi sangat penting,” tegasnya.
Dengan adanya Muscab ini, PKB Nganjuk diharapkan dapat lebih tangguh dan efektif dalam menjalankan perannya sebagai partai yang peduli terhadap kepentingan rakyat, khususnya di wilayah pertanian dan pangan. Proses pemilihan dan uji kelayakan yang dilakukan diharapkan mampu menciptakan kepemimpinan yang berkualitas dan berkomitmen pada kepentingan masyarakat.







