Depok – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pengurus Besar Ikatan Nasional Karyawan (INKANAS) di Mako Brimob Kelapa Dua, Kota Depok, pada Selasa (14/4).
Kerja sama ini dilakukan dalam rangka membangun karakter siswa melalui kegiatan bela diri karate sebagai bagian dari pendidikan non-akademik. Program yang diusung adalah Sekolah Rakyat berbasis character building dan bela diri, yang menjadi kolaborasi strategis antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah untuk menciptakan generasi emas Indonesia yang berkarakter, tangguh, dan berintegritas.
Beberapa fokus dari program kerja sama ini meliputi pelatihan dasar Karate, beladiri praktis, serta pembentukan character building anak bangsa. Tujuannya adalah untuk menjawab tantangan sosial yang dihadapi generasi muda, seperti penggunaan narkoba, kenakalan remaja, perundungan (bullying), serta kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak.
Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan sekolah berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Para siswa akan mendapatkan pendidikan akademik mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB. Setelahnya, fokusnya adalah pada pembentukan karakter.
“Sekolahnya seperti sekolah umum, tetapi berasramanya untuk pendidikan karakter. Mulai dari pembinaan keagamaan hingga kegiatan ekstrakurikuler seperti seni bela diri dan baris-berbaris,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelatihan karate diharapkan mampu menumbuhkan semangat berprestasi, sportivitas, kejujuran, serta rasa percaya diri siswa. “Pembelajaran ini juga akan membekali siswa dalam menghadapi situasi seperti perundungan maupun pelecehan dengan sikap yang tepat,” tambahnya.
Proses pendaftaran untuk Sekolah Rakyat tidak dilakukan secara terbuka. Semua proses dilakukan melalui penjangkauan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan prioritas keluarga pada desil satu dan dua atau kategori paling tidak mampu.
“Tidak boleh ada titipan, suap, atau praktik KKN. Ini adalah amanah Presiden agar Sekolah Rakyat benar-benar diperuntukkan bagi mereka yang membutuhkan,” jelasnya.
Saat ini, Sekolah Rakyat rintisan telah hadir di 166 titik di seluruh Indonesia, dengan total hampir 16.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Pemerintah juga sedang membangun 104 gedung permanen, yang ditargetkan mampu menampung lebih dari 1.000 siswa per lokasi.
“Insya Allah tahun ini kita bisa merekrut dua kali lipat, yaitu 30.000 lebih, tahun depan tambah lagi dan seterusnya sampai target Bapak Presiden itu satu Kabupaten, satu Kota, satu Provinsi masing-masing memiliki gedung permanen Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, Dankorbrimob yang juga Ketua Umum PB INKANAS, Komjen Pol Ramdani Hidayat, memastikan bahwa pelatihan bela diri yang diberikan berfokus pada pembentukan karakter, bukan kekerasan.
“Nilai-nilai seperti disiplin, sportivitas, semangat, dan etika menjadi bagian utama dalam pelatihan,” katanya.
“Dalam bela diri, etika harus dikedepankan. Dengan begitu, siswa dapat menghormati sesama, baik teman, keluarga, maupun lingkungan,” tegasnya.
Bocoran Spesifikasi Oppo Pad Mini yang Menarik Perhatian Bocoran mengenai Oppo Pad Mini kembali muncul…
Kehadiran Seonu Chan dalam Drama "In Your Radiant Season" Dalam drama "In Your Radiant Season",…
Kekacauan di Lebanon Selatan Memicu Kekhawatiran Serius terhadap Keselamatan Personel PBB Ketegangan kembali memuncak di…
Prakiraan Cuaca Jakarta dan Kepulauan Seribu Pada Hari Ini Jakarta, Minggu (5/4/2026) akan mengalami perubahan…
Serikat Guru Indonesia Minta Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta pemerintah…
Prakiraan Cuaca Gorontalo: Berawan Disertai Hujan Ringan, Waspadai Perubahan Mendadak Gorontalo, 25 Maret 2026 –…