Seorang perempuan lanjut usia, Marni (77), berhasil selamat dari kecelakaan kereta api yang terjadi di wilayah Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, pada Sabtu (4/4/2026). Meski tubuhnya terhantam Kereta Api (KA) Penumpang Tambahan relasi Yogyakarta–Gambir, korban berhasil bertahan hidup meskipun mengalami luka berat.
Peristiwa dramatis tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di KM 308+000 jalur hilir antara Stasiun Bumiayu–Linggapura. Saat ditemukan, korban dalam kondisi luka serius dengan robekan yang cukup parah di bagian kepala. Meski dalam keadaan sadar, korban langsung dievakuasi oleh petugas Polsek Tonjong bersama tim medis dan pihak perkeretaapian ke RSU Siti Aminah Bumiayu untuk mendapatkan penanganan darurat.
Kronologi kejadian bermula saat KA 7007B dengan lokomotif CC 206 13 39 yang dikemudikan oleh masinis M. Yusuf melaju dari arah selatan (Yogyakarta) menuju utara (Jakarta). Masinis dilaporkan telah berkali-kali membunyikan klakson peringatan (Semboyan 35) guna memberi tahu adanya kereta yang mendekat. Namun, korban tidak merespons dan terus berjalan di atas rel.
Karena jarak yang sudah sangat dekat, benturan tidak dapat dihindarkan. Korban yang sedang berjalan membelakangi arah datangnya kereta tidak menyadari bahaya yang mendekat dari belakang. Akibatnya, tubuhnya terhantam kereta dan mengalami cedera serius.
Kapolsek Tonjong, IPTU Yazid Asmungi, mengonfirmasi bahwa korban sedang berjalan di atas rel saat kejadian. “Korban berjalan membelakangi arah datangnya kereta, sehingga tidak menyadari ada bahaya yang mendekat dari belakang,” ujar Yazid saat dikonfirmasi.
Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Atas insiden ini, pihak berwenang mengeluarkan peringatan keras kepada warga agar tidak melakukan aktivitas apa pun di sepanjang jalur rel kereta api.
Sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, jalur kereta api merupakan area ruang manfaat jalur KA yang tertutup untuk umum karena sangat membahayakan keselamatan jiwa. Dengan demikian, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dan tidak beraktivitas di sekitar rel kereta api demi menghindari kejadian serupa terulang kembali.
Saat ini, korban masih dalam penanganan medis yang serius di rumah sakit. Tim medis telah memberikan perawatan intensif untuk memastikan kondisi kesehatannya stabil. Pihak rumah sakit juga menyiapkan segala perlengkapan medis yang dibutuhkan guna mempercepat proses pemulihan.
Insiden ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap bahaya yang bisa terjadi di sekitar jalur kereta api. Sejumlah pihak terkait, termasuk polisi dan pengelola perkeretaapian, mengimbau masyarakat agar tidak memasuki area rel tanpa alasan yang mendesak. Bahkan, kebiasaan seperti berjalan atau bermain di sekitar rel harus dihindari karena risiko yang sangat tinggi.
Selain itu, pihak perkeretaapian juga akan meningkatkan sosialisasi tentang keselamatan berlalu lintas di sekitar jalur kereta. Diharapkan dengan langkah-langkah ini, kejadian serupa tidak lagi terjadi dan masyarakat bisa lebih aman dalam beraktivitas.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…