Di alam liar, kucing merupakan hewan yang memiliki insting berburu yang sangat kuat. Insting ini tetap terbawa, bahkan ketika kucing hidup di lingkungan rumah. Tak heran, kucing kerap mengejar dan menangkap berbagai hewan kecil di sekitar mereka. Perilaku ini sering dianggap wajar, bahkan menghibur bagi sebagian orang. Namun, tidak semua hewan yang dimakan kucing aman untuk kesehatan anabul. Beberapa di antaranya justru bisa membawa risiko tertentu tanpa disadari.
Berikut adalah beberapa hewan kecil yang sering dimakan kucing dan potensi risikonya:
Faktanya, cecak memang umumnya tidak beracun bagi kucing. Namun, hewan ini tetap bisa membawa parasit dan bakteri yang berisiko bagi kesehatan. Jika sering kucing makan, cecak dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti muntah atau diare. Dalam beberapa kasus, parasit yang terbawa juga bisa memicu masalah kesehatan yang lebih serius. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini tetap perlu diwaspadai. Cecak bukanlah makanan yang sehat untuk anabul.
Mengutip dari Centers for Disease Control (CDC), tikus dapat membawa bakteri, seperti leptospirosis, yang berisiko menular ke hewan lain. Penularan bisa terjadi ketika kucing menggigit atau memakan tikus yang terinfeksi. Meski terlihat alami, kebiasaan ini tetap perlu diwaspadai.
Dilansir PetMD, beberapa jenis katak memiliki zat beracun pada kulit mereka sebagai mekanisme pertahanan diri. Ketika kucing menjilat atau memakan katak, racun tersebut dapat masuk ke dalam tubuh mereka. Akibatnya, kucing bisa mengalami beragam gejala, seperti muntah, air liur berlebih, hingga iritasi pada mulut. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut juga dapat memicu gangguan kesehatan yang lebih serius.
Dilansir Dial A Vet, layanan konsultasi dokter hewan berbasis di Australia, burung liar dapat membawa berbagai parasit, bakteri, hingga penyakit yang berpotensi menular. Selain itu, infeksi seperti Salmonella atau cacing juga bisa terjadi setelah kucing memakan burung. Tulang burung yang kecil dan tajam juga berisiko melukai saluran pencernaan. Kondisi ini bisa memicu banyak gejala, seperti muntah, diare, atau lemas.
Dilansir Hepper, beberapa jenis serangga, seperti ulat tertentu, laba-laba, atau serangga penyengat, bisa berbahaya bagi kucing. Serangga tersebut dapat mengandung racun atau menyebabkan iritasi pada tubuh kucing. Jika tertelan, kucing bisa mengalami muntah, reaksi alergi, atau gangguan pencernaan.
Hewan-hewan di atas memang menjadi bagian dari mangsa alami kucing di alam liar. Namun, pada kucing peliharaan, kebiasaan ini tetap perlu diawasi karena tidak semua hewan tersebut aman bagi kesehatan anabul. Jadi, jangan sampai kucing peliharaanmu keseringan makan hewan-hewan kecil di atas, ya!
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…