Pada malam hari Jumat, 3 April 2026, sebuah kebakaran terjadi di satu unit rumah tinggal yang berada di Jalan Apel, Gang Gandaria RT 03 RW 14, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat. Api yang diduga cepat membesar membuat warga sekitar panik dan langsung melakukan upaya pemadaman secara manual dengan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Ketua RT setempat, Suryadi, mengatakan bahwa ia tidak mengetahui secara pasti awal mula kebakaran karena saat melihat, api sudah dalam kondisi besar dan sulit dikendalikan. Ia menjelaskan bahwa kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.30 hingga 20.00 WIB.
“Kalau detik-detik kebakaran itu saya tidak bisa mengungkapkan, karena saat saya lihat, api sudah besar dan tinggi. Warga berusaha gotong royong menyiram dengan ember, ambil air dari kolam, tapi tidak terpadamkan,” ujar Suryadi saat diwawancarai pada Sabtu, 4 April 2026.
Saat kejadian, warga langsung berhamburan keluar rumah karena terkejut melihat kobaran api. “Saya awalnya duduk di dalam rumah, lalu anak-anak keluar. Saya ikut keluar dan lihat orang sudah ramai. Api sudah tinggi, saya hanya bisa menyaksikan saja,” katanya.
Menurut Suryadi, api dengan cepat merambat dari bagian belakang rumah ke depan. Kondisi bangunan yang merupakan rumah lama berbahan kayu membuat api semakin cepat membesar. “Rumah itu sudah lama, bahan kayunya kering, jadi api cepat sekali membesar. Dari belakang langsung ke depan,” jelasnya.
Warga yang berada di sekitar lokasi disebut sempat panik, namun tetap berusaha membantu memadamkan api dengan alat seadanya. “Semua panik, pasti panik. Tapi tetap ada upaya, pakai ember, cari air seadanya. Cuma airnya tidak seberapa,” tambahnya.
Pada saat kejadian, rumah tersebut dalam keadaan kosong. Penghuni diketahui baru keluar rumah sekitar pukul 18.00 WIB. “Penghuninya tidak ada di tempat. Katanya dia keluar sekitar jam 6 sore. Rumah itu kontrakan, orangnya juga jarang berinteraksi dengan warga,” ungkap Suryadi.
Ia menyebut, penghuni rumah diketahui berasal dari daerah Sidas dan hanya menggunakan rumah tersebut untuk tempat tinggal sementara. “Seperti hanya sekadar tinggal saja. Datang, kunci pintu, lalu pergi lagi. Warga juga tidak banyak tahu,” katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi diperkirakan cukup besar karena sebagian besar bangunan hangus terbakar. Warga berharap kejadian serupa tidak terulang dan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada rumah-rumah dengan material mudah terbakar.
Pemain Ipswich Town Asal Asia Berhasil Bawa Timnas ke Piala Dunia 2026 Selama jeda internasional…
jabar. BOGOR - Perkembangan harga emas batangan di Indonesia pada Minggu, 5 April 2026, menunjukkan…
Peringatan Cuaca Ekstrem: Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengancam Sejumlah Wilayah Indonesia BMKG memberikan peringatan…
Upaya Pemprov Jateng Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Melalui Optimalisasi Aset Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng)…
Siswa 9 Tahun di Probolinggo Diduga Dianiaya Guru Ngaji, Berawal dari Goresan di Mobil Kiai…
Perimenopause: Fase Alami yang Perlu Dipahami dengan Bijak Perimenopause adalah fase alami dalam siklus kehidupan…