Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang telah menyatakan kesiapan dalam mendukung rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Langkah ini diambil setelah daerah tersebut masuk dalam daftar nominatif proyek pengelolaan sampah yang berpotensi menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan sampah.
Dalam laporan terbaru, produksi sampah di Karawang mencapai lebih dari 1.200 ton per hari. Angka ini menjadi salah satu pertimbangan utama pemerintah pusat dalam menentukan lokasi proyek pembangkit listrik dari sampah. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menjelaskan bahwa meski sudah masuk nominatif, pihaknya masih menunggu keputusan akhir dari pemerintah pusat.
“Karawang sudah masuk nominatif karena produksi sampahnya per hari lebih dari 1.200 ton. Kami menyambut dan mendukung tapi masih menunggu keputusan final dari pemerintah pusat,” ujar Aep pada Minggu (12/4/2026).
Menurutnya, proses pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 18 bulan hingga dua tahun. Selain itu, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang yang diproyeksikan menjadi salah satu lokasi utama juga akan dibangun dengan waktu cukup lama.
Sebelumnya, kata Aep, Karawang sempat diwacanakan bergabung dengan pengelolaan sampah regional bersama Bandung. Namun, rencana tersebut dinilai kurang efektif karena faktor jarak. Jarak antara Karawang dan Bandung sekitar 60 kilometer, sehingga tidak mungkin bagi Karawang untuk membuang sampah ke sana.
“Kalau ke Bandung jaraknya sekitar 60 kilometer, tidak mungkin Karawang membuang sampah ke sana. Maka kita dorong agar pengelolaan dilakukan di wilayah sendiri,” tambah Aep.
Dari sisi kesiapan, Pemkab Karawang telah menuntaskan sejumlah infrastruktur pendukung di kawasan Jalupang, termasuk pembangunan jalan dan jembatan. Jembatan sudah selesai, begitu pula dengan jalan. Tinggal pematangan lahan di lokasi yang akan menjadi tempat pembangunan fasilitas PSEL.
“Jembatan sudah selesai, jalan juga sudah. Tinggal pematangan lahan di lokasi. Jadi ketika pelaksana masuk, semuanya sudah siap,” paparnya.
Selain itu, Pemkab Karawang juga akan melakukan pelebaran akses jalan menuju kawasan Jalupang pada tahun ini. Hal ini dilakukan untuk mendukung kelancaran mobilitas proyek.
“Pelebaran jalan menuju Jalupang akan dilakukan tahun ini, karena memang saat ini kondisinya masih sempit,” tambahnya.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Pemkab Karawang optimistis proyek pengolahan sampah dapat segera direalisasikan. Proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan sampah di daerah.
“Semua telah disiapkan. Mudah-mudahan bisa segera berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Aep.
Meski memiliki potensi besar, proyek ini juga dihadapkan pada tantangan seperti perencanaan yang matang, koordinasi dengan pihak terkait, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Untuk itu, Pemkab Karawang telah merancang strategi jangka panjang agar proyek ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Dengan langkah-langkah tersebut, Karawang berharap proyek PSEL dapat menjadi contoh sukses dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Prediksi Keuangan Zodiak untuk Besok Ramalan zodiak sering kali menjadi topik yang menarik bagi banyak…
CO.ID, SURABAYA – Pelatih Persita, Carlos Pena, menilai bahwa kunci kemenangan Persebaya adalah kemampuan mereka…
Perang Timur Tengah: Trump Pastikan Negosiasi Tak Terhambat Meski Pesawat AS Ditembak Presiden Amerika Serikat,…
Kiano dan Kenzo Rayakan Lebaran di Purwakarta, Baim Wong Berjuang Membagi Waktu Baim Wong dan…
Pernyataan Pejabat Keamanan Iran tentang "Kejutan Besar" bagi AS dan Israel Seorang pejabat keamanan Iran…
Inovasi Terbaru BYD dalam Pengembangan Infrastruktur Kendaraan Listrik BYD, perusahaan otomotif ternama asal Tiongkok, baru…