TANGERANG – Gelombang arus balik pasca Hari Raya Lebaran 2026 telah membawa peningkatan signifikan pada aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hingga tiga hari setelah momen perayaan, tercatat sebanyak 1.983.067 penumpang telah melakukan perjalanan, baik kedatangan maupun keberangkatan. Angka ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke kota asal atau melanjutkan perjalanan.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengungkapkan bahwa lonjakan penumpang ini mulai terlihat sejak Sabtu, 14 Maret 2026, yang menandai dimulainya periode angkutan Lebaran. “Berdasarkan data yang kami miliki, dalam 11 hari terakhir, Bandara Soekarno-Hatta telah melayani lebih dari 1,9 juta penumpang sejak periode angkutan Lebaran dimulai,” ujar Heru.
Pergerakan jutaan penumpang ini difasilitasi oleh total 13.184 pesawat yang mendarat dan lepas landas dari bandara yang berlokasi di Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup menggembirakan, yakni sebesar 4,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Lebih impresif lagi, angka ini juga melampaui data tahun 2019, saat aktivitas bandara masih normal sebelum terdampak pandemi COVID-19, dengan peningkatan sebesar 5,6 persen.
Pertumbuhan pergerakan penumpang ini didorong oleh trafik yang memuncak, terutama sejak 14 Maret 2026. Prediksi awal menyebutkan akan ada sekitar 177.000 penumpang pada hari puncak, namun angka realisasi justru melampaui ekspektasi, mencapai 184.000 penumpang.
“Penumpang paling banyak tercatat pada tanggal 14 Maret dan 18 Maret, atau H-2 Lebaran, dengan realisasi mencapai 190.000 orang,” ungkap Heru.
Sementara itu, puncak arus balik di bandara terbesar di Indonesia ini diperkirakan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama telah teramati pada Selasa, 24 Maret 2026, dengan jumlah pergerakan penumpang yang mencapai 190.429 orang, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional.
Gelombang kedua yang diprediksi akan mencapai puncaknya diperkirakan akan terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026 mendatang. Pada hari tersebut, estimasi pergerakan penumpang diprediksi akan mencapai angka tertinggi, yaitu 198.387 penumpang, yang akan dilayani oleh 1.221 penerbangan dalam sehari.
Sejumlah faktor diperkirakan turut berkontribusi pada tingginya aktivitas masyarakat yang memilih moda transportasi udara untuk perjalanan mereka.
“Dengan adanya kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada sejumlah perusahaan dan instansi pemerintahan, tiga hari ke depan pergerakan penumpang akan sedikit berkurang setelah hari Selasa ini,” jelas Heru. “Dan puncak arus balik kami prediksi terjadi Sabtu akhir pekan ini namun dengan jumlah penumpang yang bisa saja semakin tinggi.”
Untuk menjamin kelancaran dan keamanan selama periode angkutan Lebaran 2026, sebanyak 15.000 personel gabungan dikerahkan. Personel ini terdiri dari unsur TNI-Polri, Aviation Security (Avsec), Badan SAR Nasional (Basarnas), Airnav, dan Otoritas Bandara (Otban).
Kepala Otoritas Bandara Wilayah I, Putu Eka Cahyadhi, menjelaskan bahwa pada setiap shift operasional, terdapat 2.197 personel yang bertugas memastikan seluruh aktivitas, layanan, dan teknis di bandara berjalan lancar. “Penebalan petugas pasti kami lakukan demi memastikan layanan berjalan lancar termasuk fungsi pengawasan dari Kementerian Perhubungan dalam hal pergerakan pesawat,” kata Putu Eka.
Dalam menjaga keselamatan penerbangan, kolaborasi erat terus dilakukan secara berkala dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, serta Angkasa Pura Indonesia. Koordinasi yang lebih intensif juga dilakukan antara stasiun operator penerbangan dan Airport Operation Control Centre (AOCC). Tujuannya adalah untuk mengantisipasi potensi keterlambatan pesawat, memastikan ketersediaan kru, serta menyampaikan informasi terkini kepada penumpang secara cepat apabila terjadi penundaan atau pembatalan penerbangan, guna menghindari penumpukan penumpang di bandara.
Dari sisi kesiapan infrastruktur, Bandara Soekarno-Hatta telah memastikan seluruh fasilitas dalam kondisi optimal. Hal ini mencakup kesiapan 3 runway, 175 parking stand, dan 115 aviobridge yang siap mendukung kelancaran pergerakan pesawat. Selain itu, untuk memastikan keamanan dan keselamatan, pemeriksaan kendaraan secara acak (random check) juga rutin dilakukan di area terminal.
“Beragam persiapan menyeluruh mulai dari aspek operasional, kesiapan infrastruktur, fasilitas layanan penumpang telah dilakukan selama angkutan Lebaran tahun ini,” tutup Putu Eka.
Prakiraan Cuaca Wilayah Banten Hari Ini Hari ini, Minggu 5 April 2026, prakiraan cuaca di…
Pemain Ipswich Town Asal Asia Berhasil Bawa Timnas ke Piala Dunia 2026 Selama jeda internasional…
jabar. BOGOR - Perkembangan harga emas batangan di Indonesia pada Minggu, 5 April 2026, menunjukkan…
Peringatan Cuaca Ekstrem: Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengancam Sejumlah Wilayah Indonesia BMKG memberikan peringatan…
Upaya Pemprov Jateng Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Melalui Optimalisasi Aset Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng)…
Siswa 9 Tahun di Probolinggo Diduga Dianiaya Guru Ngaji, Berawal dari Goresan di Mobil Kiai…