Legenda Persija 70an Meninggal di Usia 73 Tahun

Kehilangan Legenda Sepak Bola Indonesia

Kabar duka datang dari dunia sepak bola Indonesia. Sutan Harhara, mantan pemain sepak bola yang pernah memperkuat Persija Jakarta pada era 1970-an, meninggal dunia pada Sabtu (11/4/2026) pukul 01.29 WIB. Ia berpulang ke rahmatullah setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Tangsel.

Di rumah duka yang terletak di kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, suasana haru menyelimuti keluarga dan kerabat almarhum. Rumah kuning dua lantai tersebut tampak dipasangi tenda hitam di bagian depan untuk menampung para pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir. Di area teras, telah disiapkan tempat pemandian jenazah yang ditutup kain berwarna hijau. Para pelayat terlihat mulai berdatangan dan duduk di area tenda maupun di teras rumah untuk melayat dan mendoakan almarhum.

Bacaan Lainnya

Jenazah almarhum masih disemayamkan di dalam rumah duka. Suasana haru terasa jelas saat keluarga dan kerabat hadir di sana. Di depan rumah, sebuah ambulans juga telah bersiaga menunggu proses pemberangkatan jenazah menuju tempat peristirahatan terakhir.

Sutan Harhara lahir pada 9 Oktober 1953 dan wafat pada 11 April dalam usia 73 tahun. Dalam keterangan yang terpampang di area depan rumah duka, disebutkan bahwa almarhum menghembuskan napas terakhirnya di RSU Tangsel. Informasi ini menjadi bukti bahwa ia telah menjalani perawatan medis sebelum akhirnya meninggal dunia.

Rencana Pemakaman

Rencana pemulasaraan jenazah Sutan Harhara telah diatur dengan baik. Jenazah akan disalatkan di Masjid Daarossyifa. Setelah itu, almarhum akan dimakamkan di TPU Kampung Kandang, Jakarta Selatan, usai salat Dzuhur. Proses pemakaman ini akan dilakukan dengan protokol yang sesuai dengan adat dan agama.

Pengurus masjid serta pihak keluarga telah bekerja sama untuk memastikan semua prosesi berjalan lancar. Mereka juga menyiapkan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan selama prosesi pemakaman berlangsung.

Perjalanan Karier Sepak Bola

Sutan Harhara dikenal sebagai salah satu legenda sepak bola Indonesia. Ia pernah memperkuat timnas pada tahun 1975 dan menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola nasional. Meskipun masa keemasannya sudah lama berlalu, namun jejaknya masih dikenang oleh banyak pecinta sepak bola.

Selama karier profesionalnya, ia menunjukkan ketangguhan dan dedikasi yang tinggi. Ia tidak hanya menjadi andalan bagi klub Persija Jakarta, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda sepak bola Indonesia.

Apresiasi dari Dunia Sepak Bola

Kabar kematian Sutan Harhara langsung mendapat respon dari berbagai pihak, termasuk rekan-rekan sesama pemain sepak bola, pelatih, dan penggemar. Banyak dari mereka yang menyampaikan belasungkawa melalui media sosial dan komunitas sepak bola.

Para penggemar sepak bola Indonesia merasa kehilangan sosok legenda yang telah memberikan kontribusi besar bagi olahraga ini. Mereka berharap almarhum diterima di sisi Tuhan dan diberi tempat yang layak di surga.

Penutup

Sutan Harhara meninggalkan warisan yang berharga bagi dunia sepak bola Indonesia. Meskipun kini ia telah pergi, namun semangat dan prestasinya akan terus dikenang. Semoga keluarga dan kerabat almarhum diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi duka ini.


Pos terkait