Categories: Opini

Kebiasaan Menyembunyikan Konflik Picu Grey Divorce di Usia Tua, Begini Penjelasan Psikolog

Konflik yang Tidak Diselesaikan Menjadi Penyebab Perceraian di Usia Lanjut

Salah satu penyebab utama perceraian pada usia lanjut atau yang dikenal sebagai grey divorce adalah konflik yang dipendam selama bertahun-tahun tanpa adanya penyelesaian yang efektif. Grey divorce merujuk pada perceraian yang terjadi pada pasangan dengan usia lebih dari 50 tahun dan masa pernikahan yang sudah berlangsung lebih dari 20 tahun.

Banyak orang mengira bahwa setelah puluhan tahun menikah, pasangan akan lebih terbuka satu sama lain. Namun, kenyataannya justru sebaliknya. Di usia pernikahan yang matang, banyak konflik kecil yang dibiarkan menumpuk hingga akhirnya membuat cinta pudar. Psikolog klinis sekaligus pendiri Cup of Stories, Fitri Jayanthi, M.Psi, menjelaskan bahwa semakin lama seseorang menikah, belum tentu menjamin mereka bisa saling terbuka.

Pernikahan yang Lama Tidak Menjamin Keterbukaan

Menurut Fitri, lama pernikahan tidak secara otomatis membuat pasangan saling terbuka. Hal ini berkaitan dengan sikap dan cara berpikir masing-masing individu. “Setiap sikap kita pasti didasari oleh rasa ketakutan. Misalnya, kita bekerja karena takut tidak punya uang. Kita belajar karena takut ilmu tidak berkembang. Jadi, setiap keputusan dan perilaku kita didasari oleh rasa ketakutan,” jelas dia.

Ketakutan ini bisa menjadi penghalang bagi pasangan untuk saling terbuka. Banyak pasangan memilih diam daripada menyampaikan perasaan mereka karena takut menyakiti pasangan atau tidak didengar. “Ketakutan kalau pasangan tersakiti dengan ucapannya, atau dia takut tidak didengar, dia takut merasa sakit hati ketika pasangan membantahnya, dan lain-lain,” tambah Fitri.

Ketidaknyamanan dalam Berkomunikasi

Tidak semua pasangan bersikap tertutup, sehingga konflik bisa cepat terselesaikan. Namun, pada beberapa pasangan, mereka tidak saling terbuka karena merasa tidak nyaman. Bahkan, ketidaknyamanan ini tidak diungkapkan kepada pasangan karena rasa takut yang masih ada.

Fitri menekankan bahwa tidak ada yang bisa menilai bahwa hubungan yang telah berlangsung lama akan membuat orang-orang yang terlibat di dalamnya saling terbuka satu sama lain. “Bisa jadi, justru mereka memendam, karena ada ketakutan untuk menyakiti satu sama lain,” ujarnya.

Komunikasi yang Kurang Efektif

Psikolog klinis dewasa Diandra Ayu Citi Wardhani, M.Psi, menegaskan bahwa komunikasi adalah kunci agar pernikahan langgeng. Selain itu, alasan lain mengapa konflik pada pasangan usia matang sering terpendam adalah karena komunikasi yang kurang efektif dalam menyelesaikan masalah.

“Konflik biasanya muncul ketika pasangan menghadapinya dengan menolak seperti ‘enggak usah dibahas deh’, atau salah satunya menganggap itu bukan konflik, atau ada pola penundaan ‘ya sudah enggak usah dibahas dulu, itu dibahas lain kali’,” jelas Diandra.

Konflik yang dibiarkan tanpa solusi akhirnya menumpuk dan berulang. “Berarti (konflik) tidak betul-betul diselesaikan dan dikomunikasikan, sehingga konfliknya akan tetap ada dan akan mungkin berulang, yang mana ini bisa menumpuk,” kata psikolog yang berpraktik di lembaga Ibunda.id dan Pusat Penguatan Karakter dan Konseling (P2K2) Universitas Padjadjaran ini.

Akibat dari Pola Penyelesaian Konflik yang Tidak Efektif

Meskipun usia pernikahan sudah matang, jika pola penyelesaian konflik tidak efektif karena tidak dikomunikasikan dengan baik, maka bisa menyebabkan perceraian di usia lanjut. Dengan tidak adanya komunikasi yang jelas dan efektif, konflik yang seharusnya bisa diselesaikan dengan baik justru menjadi pemicu perpecahan yang permanen.

Dalam hal ini, penting bagi pasangan untuk belajar berkomunikasi secara sehat dan terbuka. Dengan begitu, konflik kecil bisa diatasi sebelum menjadi masalah besar yang mengancam kestabilan rumah tangga.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Astaga, lahan KAI untuk rusun Tanah Abang diserobot pihak lain

Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…

3 bulan ago

Denada & Ressa: Haru Bertemu dalam Tangis

Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…

3 bulan ago

Ben Kasyafani Pilih Jadi Sahabat untuk Sienna Saat Putuskan Lepas Hijab, Ini Alasannya

Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…

3 bulan ago

Mengapa Lulusan RPL Jadi Incaran di Dunia Teknologi?

JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…

3 bulan ago

Veda Sadar Diri, Juara Red Bull Rookies Cup Tampil Gesit di COTA

Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…

3 bulan ago

5 Fakta Mencengangkan Persib Bandung Kalahkan Semen Padang: 2 Rekor Tak Terduga, Bintang Persija Terpengaruh

Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…

3 bulan ago