Pada Lebaran Idul Fitri 2026, jumlah pemudik yang menggunakan kapal PT Pelni di Pontianak mencapai 7.200 orang. Angka ini mengalami penurunan sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai 7.900 penumpang.
Kepala Cabang PT Pelni Pontianak, Fitrianingsih, menjelaskan bahwa jumlah tersebut berasal dari delapan kali keberangkatan kapal selama periode H-15 hingga H+15 Lebaran. Ia menyebutkan bahwa dua kapal yang digunakan adalah Bukit Raya dan Baling Mutu.
“Untuk kapal-kapal ini kita ada dua, Bukit Raya dan Baling Mutu. Jadi kalau periode Lebaran dari H-15 sampai H+15 dengan total delapan kali keberangkatan, jumlah penumpang sekitar 7.200 orang,” katanya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat 10 April 2026.
Fitrianingsih menilai bahwa penurunan jumlah penumpang salah satunya disebabkan oleh berkurangnya pemudik tujuan Semarang. Selain itu, faktor jadwal dan keterlambatan docking kapal turut memengaruhi operasional.
“Mungkin karena tanggalnya tidak pas atau berdekatan dengan kapal lain. Selain itu, ada keterlambatan docking sehingga rute Pontianak–Semarang tidak dilalui,” jelasnya.
Sementara itu, rute dengan jumlah penumpang terbanyak pada musim mudik tahun ini adalah tujuan Surabaya. Fitrianingsih menyebutkan bahwa dalam satu keberangkatan bisa di atas 1.100 orang, bahkan puncaknya pada 6 April mencapai 1.400 penumpang.
Dari sisi pelayanan, Pelni melakukan peningkatan selama musim mudik terutama pada aspek keamanan dan konsumsi penumpang yang bertepatan dengan bulan Ramadan.
Pengawasan keamanan dilakukan secara rutin melalui patroli di dalam kapal. Sementara itu, untuk layanan konsumsi, Pelni juga menambah variasi menu bagi penumpang.
Di sisi lain, pihaknya masih menemukan adanya penumpang yang membeli tiket melalui jalur tidak resmi seperti calo maupun media sosial.
“Kami masih menemukan penumpang yang membeli tiket lewat calo atau media sosial. Padahal pembelian hanya melalui kanal resmi,” tambahnya.
Ke depan, Fitrianingsih berharap adanya dukungan pemerintah untuk menjaga kelancaran jalur pelayaran khususnya di alur Sungai Kapuas. Pendangkalan alur sungai dinilai berpotensi menghambat operasional kapal terutama saat musim kemarau.
Selain itu, perlu diperhatikan bahwa penggunaan jalur tidak resmi untuk pembelian tiket tetap menjadi tantangan. Hal ini dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap sistem resmi dan memicu risiko penipuan.
Fitrianingsih menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang cara mendapatkan tiket secara resmi. Dengan demikian, para pemudik dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam perjalanan mereka.
Secara keseluruhan, meskipun terjadi penurunan jumlah pemudik, Pelni tetap berupaya meningkatkan kualitas pelayanan agar memberikan pengalaman terbaik bagi penumpang. Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan kesadaran masyarakat, diharapkan operasional pelayaran dapat berjalan lebih lancar dan efisien.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…