Kehilangan Dua Trofi dalam Dua Minggu
Arsenal, yang sebelumnya dianggap sebagai kandidat kuat untuk meraih quadruple (empat gelar dalam satu musim), kini menghadapi tantangan besar setelah kehilangan dua trofi dalam waktu singkat. Dalam dua minggu terakhir, The Gunners gagal mempertahankan peluang mereka untuk mencapai ambisi tersebut.
Sebelum 22 Maret lalu, situasi Arsenal tampak sangat menjanjikan. Di Liga Inggris, tim asuhan Mikel Arteta berada di puncak klasemen dengan unggul 9 poin atas Manchester City. Meski Man City baru memainkan 30 pertandingan, sementara Arsenal sudah melakoni 31 laga. Selain itu, Arsenal juga berhasil mencapai final Piala Liga Inggris dan akan menghadapi Manchester City. Di Piala FA, mereka masih memiliki peluang besar setelah lolos ke babak perempat final melawan Southampton. Sementara di Liga Champions, Arsenal juga berada di babak perempat final dengan menghadapi Sporting CP.
Namun, situasi mulai berubah setelah Arsenal kalah dalam final Piala Liga Inggris. Tim asuhan Arteta kalah 0-2 dari Manchester City, dengan blunder yang dilakukan oleh kiper Kepa Arrizabalaga menjadi salah satu penyebab kekalahan tersebut. Gol pertama The Citizens dicetak oleh Nico O’Reilly setelah Kepa gagal menangkap bola. Kekalahan ini tidak hanya membuat Arsenal kehilangan trofi Piala Liga Inggris, tetapi juga memperpanjang puasa juara mereka yang telah berlangsung selama lebih dari lima musim.
Setelah jeda internasional, harapan suporter Arsenal adalah agar tim kesayangan mereka bisa bangkit dan mencoba memburu treble. Namun, impian tersebut kembali terkubur setelah Arsenal kalah 1-2 dari Southampton di babak perempat final Piala FA. Kali ini, kekalahan terjadi karena blunder dari Ben White yang gagal menyundul bola, sehingga Ross Stewart bisa membuka skor bagi Southampton. Kekalahan ini semakin memperkuat rasa kecewa karena lawan Arsenal adalah klub Divisi Championship.
Kini, Arsenal hanya tersisa peluang menjadi double winner, yaitu meraih gelar Liga Inggris dan Liga Champions. Namun, kondisi tim saat ini tidak ideal setelah mengalami dua kekalahan beruntun. Arsenal akan menghadapi leg pertama perempat final Liga Champions melawan Sporting CP pada Selasa (7/4/2026) di Lisbon. Tim Singa memiliki performa yang lebih stabil dibandingkan Arsenal. Dalam 16 laga sejak 16 Januari lalu, mereka hanya sekali kalah, yaitu dari Bodo/Glimt. Hasil tersebut kemudian ditebus dengan kemenangan spektakuler 5-0 di leg kedua.
Sementara itu, Sporting CP masih memiliki peluang untuk meraih treble. Di Liga Portugal, mereka berada di posisi kedua dengan defisit 5 poin dari FC Porto. Selain itu, mereka juga berpeluang menjuarai Piala Portugal setelah mengalahkan Porto 1-0 di leg pertama semifinal.
Mengomentari kekalahan beruntun yang dialami timnya, Arteta mengatakan: “Dalam sebuah musim, Anda pasti akan mengalami periode yang berat. Kami mengalami dua hasil yang sangat mengecewakan dan harus bangkit. Sekarang kami harus memperlihatkan tim ini terbuat dari apa dan melakukannya di atas lapangan.”
“Tekanannya selalu seperti ini sejak awal musim ketika ekspektasi terhadap tim Anda begitu tinggi. Tidak ada yang akan menetapkan target dan standar lebih tinggi daripada kami sendiri,” tutup Arteta.







