Perayaan Paskah tidak hanya menjadi momen keagamaan yang penuh makna, tetapi juga menjadi ajang untuk menikmati berbagai hidangan khas yang memiliki cita rasa unik dan filosofi mendalam. Setiap negara memiliki tradisi masing-masing dalam menyajikan makanan khas Paskah, yang sering kali menggambarkan nilai-nilai spiritual dan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Berikut empat makanan khas Paskah dari berbagai belahan dunia yang patut diketahui:
Di Inggris, Paskah identik dengan hot cross bun, sebuah roti manis yang biasanya berisi kismis dan dihiasi tanda salib di bagian atasnya. Hidangan ini umumnya disantap pada Jumat Agung dan telah menjadi bagian dari budaya kuliner Inggris selama ratusan tahun.
Selain itu, ada simnel cake, yaitu kue buah yang dilapisi lapisan marzipan. Kue ini dihiasi 11 bola marzipan di bagian atas sebagai simbol 11 rasul setia, tidak termasuk Yudas. Kedua hidangan ini mencerminkan nilai religius yang kuat dalam tradisi Paskah di Inggris.
Italia memiliki colomba di Pasqua, sebuah roti manis berbentuk burung merpati yang melambangkan perdamaian. Teksturnya lembut dan terdiri dari campuran buah kering, serta ditaburi almond dan gula di bagian atasnya.
Sementara itu, di wilayah Napoli, terdapat pizza chiena, yaitu pie gurih yang berisi kombinasi daging dan keju. Hidangan ini biasanya disajikan selama masa Paskah sebagai simbol kelimpahan dan sukacita. Kedua sajian ini mencerminkan kekayaan tradisi kuliner Italia yang erat dengan perayaan keagamaan.
Di Amerika Serikat, baked ham menjadi menu utama saat Paskah. Daging ham yang dipanggang ini biasanya dilapisi bumbu manis seperti madu, gula merah, atau bahkan irisan nanas, menghasilkan perpaduan rasa gurih dan manis.
Tradisi ini berakar dari kebiasaan lama ketika daging ham diawetkan sejak musim gugur dan baru siap disantap saat Paskah. Kini, hidangan ini menjadi simbol kebersamaan keluarga saat perayaan berlangsung.
Di Jerman, kerbelsuppe atau sup chervil menjadi hidangan khas yang disajikan pada Kamis Hijau menjelang Paskah. Sup ini menggunakan chervil, herba berwarna hijau yang mirip parsley.
Warna hijau pada sup melambangkan kehidupan baru dan harapan, sejalan dengan makna Paskah itu sendiri. Dengan cita rasa ringan dan segar, sup ini kerap menjadi pembuka yang menyenangkan dalam rangkaian hidangan perayaan.
Melalui berbagai hidangan khas ini, terlihat bagaimana tradisi Paskah dirayakan dengan cara yang berbeda di setiap negara, namun tetap membawa pesan yang sama: harapan, kebersamaan, dan kehidupan baru.
jabar. BOGOR - Perkembangan harga emas batangan di Indonesia pada Minggu, 5 April 2026, menunjukkan…
Peringatan Cuaca Ekstrem: Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengancam Sejumlah Wilayah Indonesia BMKG memberikan peringatan…
Upaya Pemprov Jateng Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Melalui Optimalisasi Aset Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng)…
Siswa 9 Tahun di Probolinggo Diduga Dianiaya Guru Ngaji, Berawal dari Goresan di Mobil Kiai…
Perimenopause: Fase Alami yang Perlu Dipahami dengan Bijak Perimenopause adalah fase alami dalam siklus kehidupan…
jatim. GRESIK - Aparat kepolisian berhasil menangkap dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang melakukan…