Rekomendasi Wisata Sejarah Klaten: Candi Plaosan, Jejak Cinta Beragama di Masa Kerajaan

Sejarah dan Keunikan Candi Plaosan di Klaten

Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, memiliki banyak destinasi wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu tempat yang sedang naik daun adalah Candi Plaosan. Destinasi ini tidak hanya menawarkan pemandangan yang indah, tetapi juga menyimpan kisah cinta serta simbol toleransi beragama dari masa Kerajaan Mataram Kuno.

Candi Plaosan diperkirakan dibangun pada tahun 842 Masehi, saat pemerintahan Rakai Pikatan. Pembangunan candi ini bukan hanya sebagai proyek arsitektur besar, tetapi juga menjadi simbol cinta Rakai Pikatan kepada istrinya, Pramodhawardhani. Meskipun mereka berasal dari latar belakang agama yang berbeda—Rakai Pikatan beragama Hindu dan Pramodhawardhani beragama Buddha—mereka berhasil membangun harmoni dalam kehidupan beragama.

Bacaan Lainnya

Bersama-sama, mereka memimpin Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-9 dan menghasilkan berbagai bangunan monumental seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Arsitektur dan Keunikan Candi

Candi Plaosan memiliki arsitektur yang unik, dengan perpaduan antara unsur Hindu dan Buddha. Kompleks ini terdiri dari dua candi utama yang dikelilingi oleh bangunan pendamping serta stupa-stupa kecil. Dinding candi dihiasi relief yang menggambarkan kisah kehidupan Buddha dan aktivitas masyarakat pada masa itu.

Perpaduan dua gaya ini menjadi bukti nyata toleransi beragama di masa lalu. Relief-reliefnya juga memberikan gambaran kaya tentang kehidupan sosial, budaya, dan spiritual masyarakat Jawa kuno.

Perbedaan Plaosan Lor dan Plaosan Kidul

Meski tampak serupa, kedua bagian candi memiliki perbedaan:

  • Plaosan Lor memiliki pintu masuk di sisi barat serta halaman tengah dengan pendopo dan tiga altar di tiap sisi.
  • Plaosan Kidul dikelilingi delapan candi kecil yang tersusun dalam dua tingkat, masing-masing empat candi.

Perbedaan ini menambah daya tarik arsitektur kompleks candi secara keseluruhan.

Lokasi dan Akses

Candi Plaosan terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, sekitar 1,5 km dari Candi Prambanan. Lokasinya berada di tengah hamparan sawah yang asri, menjadikannya tempat wisata yang tenang dan cocok untuk melepas penat.

Pengunjung bisa menuju lokasi menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum seperti Trans Jogja hingga Prambanan, lalu melanjutkan dengan ojek. Candi Plaosan ini berjarak 63 kilometer dari pusat Kota Solo, bisa ditempuh kurang lebih 1 jam 2 menit kendaraan pribadi.

Harga Tiket dan Jam Operasional

Candi Plaosan termasuk destinasi wisata yang ramah di kantong:

  • Tiket masuk: Rp3.000
  • Parkir motor: Rp3.000
  • Parkir mobil: Rp5.000
  • Jam buka: 08.00 – 17.30 WIB

Daya Tarik Wisata

Candi Plaosan menawarkan berbagai daya tarik yang memikat wisatawan:

  • Arsitektur megah dengan perpaduan Hindu-Buddha
  • Nilai toleransi beragama yang kuat
  • Relief bersejarah yang menceritakan kehidupan masa lalu
  • Makna spiritual mendalam dari setiap ornamen
  • Spot foto instagramable yang estetik
  • Pemandangan matahari terbenam yang romantis

Mitos dan Daya Tarik Romantis

Candi Plaosan juga dikenal sebagai lokasi favorit untuk foto prewedding. Masyarakat percaya bahwa pasangan yang mengunjungi tempat ini akan memiliki hubungan yang langgeng. Hal ini tak lepas dari sejarahnya sebagai simbol cinta sejati antara Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani.


Pos terkait