Pekan ke-29 Liga Belanda menjadi momen penting bagi Maarten Paes, kiper keturunan Indonesia yang semakin menunjukkan performa terbaiknya. Di sisi lain, persaingan gelar juara Eredivisie semakin ketat dengan Ajax Amsterdam dan PSV Eindhoven sebagai dua klub utama yang saling bersaing.
Ajax Amsterdam, yang berlaga di Johan Cruijff Arena melawan FC Twente pada Sabtu (4/4/2026), menghadapi pertandingan yang seharusnya menjadi ajang reuni antara Paes dan Mees Hilgers, dua pemain Timnas Indonesia yang pernah bermain bersama. Namun, sayangnya, Hilgers masih dalam masa pemulihan cedera ligamen sejak November lalu. Sementara itu, Paes telah mencatatkan enam penampilan sejak direkrut dari FC Dallas pada bursa Januari 2026.
Sayangnya, kali ini Paes harus menerima kekalahan kedua dalam kiprahnya bersama Ajax. Meskipun tampil sebagai tuan rumah, Ajax kalah 1-2 dari FC Twente. Gol pertama yang tercipta pada menit ke-18 datang dari tendangan jarak jauh Ramiz Zerrouki yang gagal dihalau oleh Paes. Ajax sempat menyamakan skor melalui Wout Weghorst pada menit ke-32, tetapi Twente kembali unggul melalui serangan cepat yang dimanfaatkan oleh Bart van Rooij.
Kekalahan ini membuat Paes mendapat nilai 5,9 dari Flashscore, angka terendah dalam enam penampilannya bersama Ajax. Meskipun begitu, Paes berhasil melakukan tiga penyelamatan penting yang mencegah Ajax kebobolan lebih banyak. Kekalahan ini juga memperparah situasi Ajax yang kini tertinggal di peringkat lima dengan 48 poin, setelah disalip Twente dengan selisih dua poin.
Di sisi lain, PSV Eindhoven tampaknya semakin dekat dengan gelar juara Liga Belanda 2025-2026. Dalam pertandingan melawan FC Utrecht, PSV meraih kemenangan dramatis dengan skor akhir 4-3. Mereka sempat tertinggal 0-2, lalu membalikkan keadaan menjadi 3-2, disusul gol penyamaan Utrecht 3-3, dan akhirnya menang 4-3 di menit ke-90+4.
Dengan 71 poin dari 29 pertandingan, PSV kini memimpin klasemen dengan keunggulan 18 poin atas Feyenoord, yang ada di posisi kedua. Jika Feyenoord hanya bisa meraih maksimal 71 poin di akhir musim, maka PSV hampir pasti akan menjadi juara. Faktor selisih gol masif sebesar 21 gol juga menjadi pertimbangan penting.
PSV bisa secara matematis dipastikan juara jika Feyenoord gagal menang dalam laga melawan Volendam pada hari Minggu (5/4/2026). Jika hal tersebut terjadi, salah satu pemain berdarah Indonesia di skuad PSV, Ryan Flamingo, bisa ikut merayakan gelar Eredivisie.
Ryan Flamingo lahir di Blaricum, Belanda, pada tahun 2001. Ia memiliki garis keturunan Suriname-Jawa dari leluhurnya. Meskipun memiliki darah keturunan Indonesia, Flamingo tidak bisa dinaturalisasi sebagai pemain Timnas Indonesia karena regulasi FIFA yang hanya mengizinkan naturalisasi melalui garis keturunan dari kakek atau nenek kandung. Oleh karena itu, ia tidak dapat bergabung dengan Skuad Garuda meskipun memiliki hubungan keluarga dengan Indonesia.
Flamingo tampil sebagai pengganti Jerdy Schouten pada menit ke-66 saat PSV melawan Utrecht. Meskipun belum bisa membawa gelar juara untuk Indonesia, ia tetap menjadi bagian penting dari tim yang sedang berjuang keras untuk mempertahankan gelar Eredivisie.
Pada malam hari tanggal 4 April, langit Provinsi Lampung digemparkan oleh penampakan benda bercahaya yang…
Ringkasan Berita Strasbourg sedang dalam tren positif dengan catatan tak terkalahkan dalam 7 laga Ligue…
Penguatan Kapasitas Pembina Pramuka di Melawi Pembina Pramuka yang tergabung dalam berbagai sekolah dan komunitas…
Kondisi Tim Porto dan Tondela Sebelum Pertandingan Porto masih memimpin klasemen Primeira Liga dengan rekor…
Fenomena Kawanan Lebah di Tol Bali Mandara Pada hari Minggu, 19 April 2026, sebuah video…
Mengungkap Arti Mimpi Jatuh Cinta Menurut Primbon Jawa Mimpi sering kali menjadi jendela ke dalam…