Dukungan Kepada Syamsul Samad untuk Jabatan Wakil Gubernur Sulbar
Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, secara terbuka memberi sinyal dukungan kepada Syamsul Samad (Ketua Komisi I DPRD Sulbar) saat menghadiri acara Kongres Rakyat Balanipa di Tinambung. Acara tersebut berlangsung pada Sabtu (4/4/2026), dan turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK).
Samsul Mahmud menegaskan bahwa ia akan memberikan restu jika Gubernur Suhardi Duka juga menyetujui nama tersebut. Menurutnya, Syamsul Samad memiliki ciri-ciri yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan untuk menduduki jabatan Wakil Gubernur.
“Kalau saya lihat Ketua Komisi I DPRD Provinsi (Syamsul Samad), pak Gub, ciri-ciri saya liat ini,” ujar Bupati Polman, Samsul Mahmud yang disambut dengan suasana meriah. Ia menegaskan bahwa sinyal dukungan ini bukanlah main-main.
Ia juga menambahkan bahwa jika Gubernur Suhardi Duka merestui, dirinya akan memberikan restu yang sama. “Kalau pak gubernur tanda tangan, kami mengikuti tanda tangannya,” tegas Samsul Mahmud.
Sebelumnya, Syamsul Samad juga telah didorong langsung oleh Ketua Partai Ummat Sulbar untuk maju sebagai Wagub. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Majelis Pertimbangan Partai Ummat Provinsi Sulawesi Barat, Nasrung Hablon. Nasrung yang juga merupakan tokoh dan penggerak Muhammadiyah di Sulbar telah menyatakan dukungan penuh kepada Syamsul Samad, untuk mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur.
Lebih lanjut, Nasrung Hablon menegaskan bahwa Syamsul Samad yang juga sebagai Ketua KONI Sulbar itu diyakini memiliki keselarasan visi dan misi dengan Gubernur serta mampu beriringan dan bersinergi dalam menjalankan roda pemerintahan. “Sulawesi Barat membutuhkan figur yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga mampu bekerja sama secara harmonis dengan gubernur, agar program pembangunan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Kami menilai Dr. Syamsul Samad adalah sosok yang tepat,” tegas Nasrung.
Proses Pengisian Jabatan Wakil Gubernur
Gubernur Suhardi Duka memastikan bahwa posisi Wakil Gubernur akan diisi kembali karena terjadi kekosongan setelah Salim S Mengga meninggal dunia pada Januari 2026 lalu. “Setelah proses legalitas dan administrasi selesai, akan diajukan dua nama ke DPRD untuk dipilih,” jelas SDK saat rapat paripurna DPRD Sulbar, Kamis (2/4/2026) lalu.
Ia menyebut, tiga partai pengusung yakni Partai Demokrat, Partai NasDem, dan PKS akan berperan dalam mengusulkan kandidat. Namun, sesuai ketentuan, hanya dua nama yang akan diajukan ke DPRD untuk dipilih melalui mekanisme pemungutan suara.
Suhardi Duka menegaskan pentingnya komunikasi politik antara pemerintah daerah, partai pengusung, dan DPRD agar kandidat yang diusulkan sejalan dengan aspirasi legislatif. “Kita juga akan mempertimbangkan suara publik, partai politik, serta aspek geopolitik daerah,” tegas Suhardi Duka.
Ia menyinggung latar belakang almarhum Wakil Gubernur dari Polewali Mandar (Polman), yang menurutnya menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan figur pengganti, meskipun tetap dalam bingkai persatuan daerah.
Gubernur Suhardi Duka berharap proses transisi kepemimpinan ini tidak mengganggu jalannya pemerintahan dan pembangunan di Sulbar. “Kita ingin memastikan pelayanan publik tetap berjalan, stabilitas pemerintahan terjaga, dan program pembangunan berlanjut tepat waktu serta tepat sasaran,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi DPRD Sulbar atas langkah cepat dalam mengumumkan usulan pemberhentian tersebut. Selanjutnya, pemerintah daerah akan menunggu terbitnya keputusan Presiden terkait pemberhentian Wakil Gubernur sebagai dasar untuk memulai proses pengisian jabatan secara resmi.







