Tiga Anggota Dewan Pangkalpinang Datangi Kejari Naik Fortuner

Kehadiran Tiga Anggota DPRD Kota Pangkalpinang di Kejari Pangkalpinang

Pada Senin (6/4/2026) pagi, tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang periode 2024-2029 kembali datang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang. Mereka menggunakan kendaraan roda empat berjenis Toyota Fortuner berwarna putih dengan plat nomor BN 1486 AQ.

Ketiga anggota dewan tersebut adalah Muhammad Reza Irsyadillah dari Partai Nasdem, Hasan Basry dari Partai Gerinda, dan Sumardan dari Partai Demokrat. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 08.52 WIB. Saat tiba, ketiganya langsung menuju meja PTSP Kejari Pangkalpinang untuk melakukan registrasi dan mengisi buku tamu.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, kendaraan yang mereka tumpangi terparkir di halaman parkir samping Gedung Kejari Pangkalpinang. Meskipun dalam kondisi hidup, kendaraan tersebut dikendarai oleh sopir yang menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan di tempat tersebut.

Sekitar pukul 08.54 WIB, ketiga anggota dewan langsung naik ke lantai atas gedung Kejari Pangkalpinang. Salah satu pegawai Kejari Pangkalpinang meminta mereka untuk segera naik. “Mari pak, naik ke atas,” ujar pegawai tersebut.

Saat hendak naik ke lantai atas, ketiganya sempat menyapa jurnalis yang sedang menunggu di lantai satu Gedung Kejari Pangkalpinang. Mereka tampak tenang dan tidak menunjukkan tanda-tanda kecemasan.

Ketiga anggota dewan tersebut dipanggil oleh Kejari Pangkalpinang untuk dimintai keterangan terkait dugaan penyimpangan anggaran perjalanan dinas yang terjadi pada tahun 2024-2025. Hal ini menjadi fokus utama dari kunjungan mereka kali ini.

Hingga pukul 09.13 WIB, ketiga anggota dewan tersebut masih berada di lantai atas Gedung Kejari Pangkalpinang. Mereka belum terlihat keluar, menunjukkan bahwa proses pemeriksaan atau wawancara sedang berlangsung secara intensif.

Beberapa petugas Kejari Pangkalpinang juga terlihat berada di dekat ruangan tempat ketiga anggota dewan tersebut berada. Mereka tampak sibuk dengan dokumen-dokumen yang terkait dengan kasus tersebut.

Selama proses pemeriksaan, tidak ada informasi resmi yang diberikan oleh pihak Kejari Pangkalpinang mengenai hasil atau perkembangan terkini. Namun, para jurnalis dan masyarakat yang hadir tetap menunggu informasi lebih lanjut.

Perlu diketahui bahwa kasus dugaan penyimpangan anggaran perjalanan dinas ini telah menjadi perhatian publik sejak beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, kehadiran ketiga anggota dewan di Kejari Pangkalpinang menarik perhatian banyak pihak.

Dalam situasi seperti ini, penting bagi semua pihak untuk tetap bersabar dan menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan secara profesional dan transparan. Dengan demikian, masyarakat dapat mendapatkan informasi yang akurat dan bisa memahami seluruh proses yang terjadi.

Pos terkait