Categories: Ekonomi

Harga minyak dunia melonjak lagi hari ini setelah Trump ancam Iran



JAKARTA — Harga minyak dunia mengalami kenaikan tajam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan ancaman terhadap fasilitas energi Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali. Ancaman ini memicu ketegangan yang semakin memperburuk situasi pasar global.

Berdasarkan data dari Tradingview pada Senin (6/4/2026), harga minyak mentah jenis Brent, yang menjadi acuan global, naik sebesar 1,4% menjadi US$110,60 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di AS meningkat 1,8% menjadi US$113,60 per barel. Kenaikan ini menunjukkan respons pasar terhadap ancaman yang dikeluarkan oleh presiden AS tersebut.

Pergerakan harga minyak dipengaruhi oleh pernyataan keras Trump terkait potensi konflik dengan Iran. Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyampaikan ancaman terhadap Iran jika negara tersebut tidak segera membuka kembali akses Selat Hormuz. Ia menulis:

“Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan, semuanya sekaligus di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu. Buka Selat itu sekarang juga, atau kalian akan hidup dalam neraka—tunggu saja.”

Seorang pejabat senior Iran merespons ancaman tersebut dengan menyatakan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali hingga negara tersebut mendapatkan kompensasi penuh atas kerusakan akibat konflik. Hal ini menunjukkan sikap keras Iran terhadap ancaman yang datang dari pihak AS.

Trump sebelumnya juga sempat memberikan ultimatum dua hari kepada Iran pada 21 Maret, namun akhirnya memperpanjang batas waktu tersebut hingga 6 April. Namun, ancaman tersebut bertolak belakang dengan pernyataannya beberapa hari sebelumnya yang menyebut bahwa AS tidak membutuhkan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.

Di sisi lain, Oman sedang melakukan pertemuan dengan Iran pada Minggu untuk membahas kemungkinan pembukaan kembali jalur pelayaran bagi kapal-kapal yang melintasi perairan tersebut, menurut kementerian luar negeri Oman. Pertemuan ini menunjukkan upaya diplomasi untuk mencari solusi damai.

Negara-negara anggota OPEC+ juga menyampaikan kekhawatiran terkait serangan terhadap fasilitas energi dalam pertemuan virtual yang digelar pada Minggu. Dalam pernyataannya, negara-negara produsen minyak tersebut menilai pemulihan permintaan energi merupakan proses yang mahal dan membutuhkan waktu lama. Hal ini disampaikan setelah OPEC+ menyepakati peningkatan produksi minyak sebesar 206.000 barel per hari mulai Mei mendatang.

Gangguan pasokan minyak akibat konflik ini juga berdampak pada kenaikan harga bahan bakar di Amerika Serikat. Berdasarkan data AAA, harga rata-rata bensin di negeri tersebut naik menjadi US$4,11 per galon pada Minggu, level tertinggi sejak 2022. Angka ini meningkat hampir 38% sejak pecahnya perang, menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan terhadap masyarakat.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Astaga, lahan KAI untuk rusun Tanah Abang diserobot pihak lain

Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…

3 bulan ago

Denada & Ressa: Haru Bertemu dalam Tangis

Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…

3 bulan ago

Ben Kasyafani Pilih Jadi Sahabat untuk Sienna Saat Putuskan Lepas Hijab, Ini Alasannya

Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…

3 bulan ago

Mengapa Lulusan RPL Jadi Incaran di Dunia Teknologi?

JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…

3 bulan ago

Veda Sadar Diri, Juara Red Bull Rookies Cup Tampil Gesit di COTA

Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…

3 bulan ago

5 Fakta Mencengangkan Persib Bandung Kalahkan Semen Padang: 2 Rekor Tak Terduga, Bintang Persija Terpengaruh

Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…

3 bulan ago