Menteri Abdul Mu’ti Ajak ASN Lakukan Penghematan Energi dengan Kebiasaan Sederhana
Dalam rangka memperkuat efisiensi dan penghematan energi, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di kementeriannya untuk mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penghematan energi. Langkah-langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menekan pemborosan anggaran dan energi.
Arahan Presiden Jadi Pegangan Utama
Dalam sambutannya di acara Halal Bihalal Nasional di Jakarta Pusat, ia mengingatkan bahwa efisiensi harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari yang konsisten dilakukan. “Presiden berkali-kali mengingatkan kita, AC kalau tidak ada orangnya, dimatikan. Lampu kalau enggak ada kegiatan, dimatikan. Apalagi? Air, jangan dimatikan, tapi diirit,” ujar Mu’ti, Senin (30/3/2026).
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa disiplin dalam hal kecil dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara kolektif. Kebiasaan seperti mematikan alat elektronik saat tidak digunakan atau menghemat penggunaan air menjadi contoh nyata dari langkah kecil yang berdampak besar.
Rapat Lebih Sederhana, Konsumsi Lebih Sehat
Tidak hanya fokus pada penghematan energi, pola konsumsi dalam kegiatan rapat juga menjadi perhatian utama. Mu’ti menilai kebiasaan menyajikan makanan berlebihan perlu diubah menjadi lebih sederhana. “Pokoknya arahan Pak Presiden itu begitu. Termasuk mohon maaf ini, rapat itu juga snacknya jangan berat-berat,” ucap dia.
Ia bahkan mendorong perubahan jenis hidangan ke arah yang lebih alami dan berbasis nabati. “Sebaiknya kita beralih ke hidangan yang natural, yang nabati. Ya daripada bakwan, mending rebus-rebusan kan. Daripada tahu isi, mending mentahannya saja,” ujarnya.
Langkah ini bukan hanya berorientasi pada efisiensi anggaran, tetapi juga mencerminkan gaya hidup yang lebih sehat. Dengan mengurangi konsumsi makanan berlemak dan menggantinya dengan menu yang lebih sehat, ASN diharapkan bisa menjaga kesehatan sekaligus menghemat anggaran.
Kurangi Kendaraan Pribadi, Manfaatkan Transportasi Umum
Selain itu, Mu’ti juga menyoroti kebiasaan mobilitas ASN yang dinilai masih terlalu bergantung pada kendaraan pribadi. Ia mengingatkan bahwa penggunaan kendaraan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. “Ini yang ditekankan Pak Presiden berkali-kali. Mohon maaf, kalau bepergian tidak perlu pakai mobil ya enggak usah pakai mobil lah gitu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa lokasi kantor kementeriannya di Jakarta sangat strategis karena berada dekat dengan akses transportasi umum seperti MRT, sehingga seharusnya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pegawai. Dengan menggunakan transportasi umum, ASN tidak hanya membantu mengurangi konsumsi energi, tetapi juga mengurangi biaya operasional.
Dampak Besar dari Kebiasaan Kecil
Di akhir pesannya, Mu’ti kembali menekankan bahwa inti dari kebijakan ini terletak pada konsistensi dan partisipasi bersama. Menurutnya, langkah sederhana yang dilakukan oleh banyak orang secara rutin akan menghasilkan dampak besar terhadap efisiensi. “Tapi, intinya arahan Pak Presiden, kita harus mulai melakukan efisiensi dari hal yang kecil, tetapi kalau yang melaksanakan itu banyak orang dan rutin, itu akan punya pengaruh yang besar terhadap efisiensi di kementerian kita,” ucap dia.
Menuju Budaya Hemat di Lingkungan Pemerintah
Seruan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya baru di lingkungan pemerintahan yang tidak hanya berorientasi pada kinerja, tetapi juga kesadaran dalam menggunakan sumber daya secara bijak. Dari mematikan AC hingga memilih menu rapat yang lebih sederhana, langkah-langkah kecil ini diharapkan menjadi fondasi perubahan besar dalam pengelolaan energi dan anggaran negara.







